Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I

BAB I

Ratings: (0)|Views: 1 |Likes:
Published by IwanHariyanto

More info:

Published by: IwanHariyanto on Oct 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
“Tiada hari tanpa belajar” mungkin menjadi ungkapan yang tepat bagianak didik. Setiap hari, setiap waktu anak-anak datang ke sekolah dengantujuan utama belajar, di rumah, merekapun belajar dengan segala keterbatasanyang ada, baik belajar untuk mempersiapkan pelajaran besok ataupun belajar tentang alam serta pengalaman hidup yang ada akan membekas dan berkesan pada kehidupannya nanti. Pengalaman belajar di sekolah maupun di rumahsudah seharusnya perlu menekankan pada kreativitas, rasa ingin tahu, dan perkembangan kearah kedewasaan.Prestasi belajar yang memuaskan dapat diraih oleh setiap anak didik  jika mereka dapaat belajar dengan sikap wajar (positif), yaitu terhindar dari berbagai ancaman, hambatan, dan gangguan. Namun sayangnya, ancaman,hambatan, dan gangguan dialami oleh anak didik tertentu. Memang ada anak didik yang dapat mengatasi kesulitan belajarnya, tanpa harus melibatkan oranglain, tapi ada juga yang tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri danmemerlukan orang lain untuk membantunya.Keanekaragaman kondisi, kemampuan dan usaha siswa menimbulkansikap belajar yang berbeda pula. Sikap belajar yang positif yang dimiliki siswaakan berpengaruh pada prestasi belajar siswa, namun pada kenyataannya1
 
tidak sedikit siswa yang menyikapinya secara negatif. Sikap negatif itu antaralain kurangnya gairah dalam belajar sehingga sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa.Selain sikap belajar yang dimiliki siswa sebagaimana tersebut di atas, berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti, terdapat pula permasalahantentang sikap belajar pada sebagian siswa. Sikap tersebut antara lain:1.MalasSiswa terkesan tidak bergairah dalam setiap aktifitas belajar sehingga tidak menyerap dengan maksimal apa yang disampaikan oleh guru.2.Acuh tak acuh / tidak memperhatikan guruSiswa memilih lebih tertarik ngobrol dan bercanda dengan temansebangku dari pada fokus memperhatikan materi yang disampaikan olehguru.3.Kurang termotivasi dalam berprestasiKurangnya semangat untuk berprestasi, merasa biasa-biasa saja ketikanilainya tertinggal jauh dengan teman- temannya.4.Kurang percaya diri dalam mengaktualisasikan kemampuan diriMerasa rendah diri dan memilih kalah sebelum berperang karenameragukan kemampuannya.5.Meremehkan dan merasa tidak butuh dengan materi yang disampaikanoleh guru.6.Bosan dan jenuh dengan pembelajaran.2
 
Sikap-sikap belajar tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor yangmempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut antara lain:1.Pembelajaran yang terfokus pada guruAda sebagian guru yang belum melaksanakan pembelajaran berbasissiswa. Jadi siswa hanya duduk, dengar dan mencatat apa yang ditulis olehguru. Ini menjadiksn siswa malas dan masa bodoh.2.Variasi pembelajaran yang tidak inovatif Siswa akan bosan dan jenuh manakala pembelajaran tidak dikemas dengansedemikian rupa sehingga menjadi menarik.3.Lingkungan sekolah yang kurang mendukung.Segala fasilitas sekolah yang tidak mencukupi akan jadikan siswa kurang bersemangat dalam berprerstasi.4.Lingkungan keluarga yang masa bodoh terhadap pendidikanLingkungan keluarga yang tidak mendukung akan jadikan siswa tidak  percaya diri, rendah diri dan biasa biasa saja ketika berprestasi ataupuntidak berprestasi.Sesuai dengan prinsipnya, layanan konseling ditujukan pada semuasiswa. Baik yang lamban maupun yang tergolong pandai, baik siswa yang bermasalah maupun siswa yang tidak pernah berbuat ulah. Singkatnya,layanan konseling di sekolah ditujukan pada siswa yang normal, bermasalah,namun tidak bisa menyeleseikan masalahnya sendiri.Berdasarkan observasi diatas, peneliti beranggapan bahwa KonselingBehavioristik merupakan langkah yang cukup efektif untuk menciptakan sikap3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->