Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kejadian Dispepsia Dengan Kebiasan Minum Kopi

Kejadian Dispepsia Dengan Kebiasan Minum Kopi

Ratings: (0)|Views: 3|Likes:
Published by Linggawati Tanujaya

More info:

Published by: Linggawati Tanujaya on Oct 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2014

pdf

text

original

 
Kejadian Dispepsia dengan kebiasan minum kopi, #tutorial1 blok RISET, smtr6
bismillahirrohmanirrohiim ini skenarionya...
 Ani, seorang mahasiswa kedokteran melakukan penelitiantentang pengaruh minum kopi terhadap kejadian dispepsia padasampel sebanyak 200 karyawan dari total 1200 karyawansebuah perusahaan, dengan hasil penelitian sebagai berikut..
(aku ga bisa munculin gambarnya
 Toni memberikan komentar bahwa penelitian yang dilakukanAni berdesain
cross sectional 
, bukan
cohort 
ataupun
kasus kontrol 
maupun
eksperimental 
. Ino, teman Ani yang lainmempertanyakan tentang metode pengambilan sampelsebanyak 200 sampel dari populasi sebesar 1200 karyawan perusahaan, apakah dilakukan dengan
teknik simple random sampling 
atau dengan
rumus 
sesuai dengan desain penelitianAni. Doni tidak mau kalah dalam memberikan masukan kepadaAni, "Harusnya kamu menyajikan dulu mengenai
normalitas distribusi data 
yang kamu peroleh, seperti
mean 
,
standar deviasi 
, baru melakukan
uji statistik 
!" Dino berpendapat lain,sebelum itu kita harus menyamakan persepsi dulu mengenai jenis
variabel 
yang ada dalam penelitian Ani. Kita harusmenentukan dulu mana
variable dependent 
, mana
variable independent 
, demikian juga
variable perancu 
, kemudian
skala dari variablenya 
, apakah
nominal, ordinal 
atau
rasio 
.---------STEP 1 (klasifikasi istilah yang belum dimengerti)
 1.
 
cross sectional
Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali,
 
tidak ada follow up, untuk mencari hubungan antaravariabel independen (faktor resiko) dengan variabeldependen (efek).
 2.
 
cohort: 
study follow up/ studi prospektif sebab cohort (kelompok ) diikuti dlm satu periode utk diamati perkembangannya penyakit yang dialaminya. Dalamsebuah studi kohor peneliti menentukan sebuah kelompok dari individu yang terpapar dan sebuah kelompok dariindividu yang tidak terpapar dan selanjutnyamengikuti/mengamati kedua kelompok utk dibandingkaninsiden penyakitnya ( atau kematian akibat penyakit )
 3.
 
kasus kontrol: 
suatu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dimulai dengan mengidentifikasi pasien dengan efek atau penyakit tertentu (kelompok kasus) dan kelompok tanpa efek (kelompok kontrol),kemudian diteliti faktor risiko yang dapat menerangkanmengapa kelompok kasus terkena efek, sedangkankelompok kontrol tidak 
 4.
 
eksperimental: 
 prosedur penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel ataulebih, dengan mengendalikan pengaruh variabel yanglain. Metode ini dilaksanakan dengan memberikanvariabel bebas secara sengaja (bersifat induse) kepadaobjek penelitian untuk diketahui akibatnya di dalamvariabel terikat.
 5.
 
teknik simple random: 
teknik sampling yang hanyamemerlukan cukup 1 tahapan dalam penarikansampel
 6.
 
rumus: 
 7.
 
normalitas distribusi data: 
 8.
 
mean:nilai rata-rat
dari beberapa buah data. Nilai meandapat ditentukan dengan membagi jumlah data dengan banyaknya data. Misalnya :4, 5, 8, 9, 12
 
mean=(4+5+8+9+12)/5=38,5 alias 7,8
 
 
9.
 
standar deviasi
lebih dikenal dengan simpangan bakuadalah akar kuadarat dari varian ( nilai
 – 
rata-rata nilai).Bilangan tersebut dipergunakan untuk mengetahui nilaiekstrim suatu data. Penggunaan standar deviasi biasadigunakan bersama nilai rata-rata.
 10.
 
uji statistik: 
 ji normalitas data. Uji normalitas bergunauntuk menentukan apakah data yang telah dikumpulkanmerupakan distribusi normal atau bukan
 11.
 
variabel: 
merupakan sesuatu hal yang berbentuk apa sajayang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehinggadiperoleh informasi mengenai hal tersebut, kemudianditarik suatu kesimpulan (Sugiyono, 2004 p1). Dengankata lain, variabel penelitian adalah hal-hal yang akankita teliti.
 12.
 
variable dependent( 
Variabel Terikat): variabel yangdipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanyavariabel bebas. Contohnya : kemampuan kerja (VariabelBebas) dengan produktivitas (Variabel Terikat)
 13.
 
variable independent 
(Variabel Bebas): variabel yangmempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannyaatau timbulnya variabel dependen (Terikat)
 14.
 
variable perancu: 
 jenis variabel yang berhubungan(asosiasi) dengan variabel bebas dan berhubungan denganvariabel tergantung tetapi bukan merupakan variabelantara. (Sudigdo, 1995)
 15.
 
skala dari variablenya: 
 16.
 
nominal: 
variabel dengan skala pengukuran yang palingrendah tingkatannya dan hanya bisa digunakan untuk 
klasifikasi kualitatif 
atau
kategorisasi
. Artinya, variabeltersebut hanya dapat diukur dari segi apakah karakteristik suatu objek bisa dibedakan dari karekateristik lainnya,tetapi kita tidak dapat mengukur atau bahkanmengurutkan peringkat kategori tersebut
 17.
 
ordinal 
:memungkinkan kita untuk 
mengurutkanperingkat
dari objek yang kita ukur. Dalam hal ini kita
 bisa mengatakan A “lebih” baik dibanding B atau B“kurang” baik dibanding A, namun kita tidak bisa

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->