Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reklamasi Pantai Utara Jakarta

Reklamasi Pantai Utara Jakarta

Ratings:

4.67

(1)
|Views: 683|Likes:
Published by Hannifah Fitriani

More info:

Published by: Hannifah Fitriani on Aug 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2010

pdf

text

original

 
RESTORASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE(Studi Kasus DKI Jakarta)
Oleh : Tarsoen Waryono dan Didit Eko Yulianto
Abstrak 
 Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas,memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadapkerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya. Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tndakan suilvikultur melalui rekayasalingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya. Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjaminkembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar.
PENDAHULUAN
Hutan mangrove merupakan salah satu benuk ekosistem hutan yang unik dankhas, terdapat di daerah pasang surut di wilayah pesisir, pantai, dan atau pulau-pulaukecil, dan merupakan potensi sumber daya alam yang sangat potensial. Hutan mangrovememiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadapkerusakan apabila kurang bijaksana dalam mempertahankan, melestarikan dan pengelolaannya.Hutan mangrove sangat menunjang perekonomian masyarakat pantai, karenamerupakan sumber mata pencaharian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Secaraekologis hutan mangrove di samping sebagai habitat biota laut, juga merupakan tempat pemijahan bagi ikan yang hidup di laut bebas. Keragaman jenis mangrove dankeunikannya juga memiliki potensi sebagai wahana hutan wisata dan atau penyangga perlindungan wilayah pesisir dan pantai, dari berbagai ancaman sedimentasi, abarasi, pencegahan intrsi air laut , serta sebagai sumber pakan habitat biota laut.
 
Kondisi hutan mangrove pada umumnya memiliki tekanan berat, sebagai akibatdari tekanan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Selain dirambah dan ataudialihfungsikan, kawasan mangrove di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta untuk kepentingan tambak, kini marak terjadi. Akibat yang ditimbulkan terganggunya perananfungsi kawasan mangrove sbagai habitat biota laut, perlindungan wilayah pesisir, dnterputusnya mata rantai makanan bagi bioata kehidupan seperti burung, reptil, dan berbagai kehidupan lainnya.Tekanan terhadap hutan mangrove di wilayah DKI Jakarta, sebagai akibat tumbuh berkembangnya pusat-pusat kegiatan dan aktivitas manusia; juga disebabkan oleh beberapa aspek kegiatan antara lain; (a) pengembangan permukiman, (b) pembangunanfasilitas rekreasi, (c) pemanfatan lahan pasang surut untuk kepentingan budidaya pertambakan.Selain terciptanya perubahan dan kerusakan lingkungan, di bagian wilayah hulu juga ikut andil dalam memperburuk kondisi kawasan pantai. Berbagai bentuk masukan bahan padatan sedimen (erosi), bahan cemaran baik yang bersumber dari industri maupunrumah tangga, merupakan salah satu faktor penyebab penyebab pendangkalan pantai dankeruskan ekosistem mangrove.Dari beberapa hasil penelitian dilaporkan bahwa kondisi kawasan Pantai danKepulauan Seribu, kini dalam keadaan terganggu dan diduga tidak dapat mendukungkeseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Dinas KehutananDKI Jakarta (1998), melaporkan bahwa komunitas mangrove yang berfungsi sebagai penyangga sempadan pantai cenderung semakin terganggu peranan fungsinya. Bapealda(2001), melaporkan hasil pemantauan kualitas perairan teluk Jakarta dinilai semakinmemburuk dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Yayasan Mangrove (1999), jugamelaporkan hasil evaluasi kawasan-kawasan mangrove di Taman Nasional KepulauanSeribu, yang memberikan gambaran atas terganggunya kawasan mangrove yang berfungsi sebagai penyangga sempadan pantai pulau-pulau berukuran besar maupunkecil. Demikian halnya dengan laporan hasil pencacahan kondisi sosial ekonomimasyarakat di Kepulauan seribu (Lembaga Ekonomi UI, 2000), menyarikan rendahnyatatanan sosial ekonomi masyarakat ditinjau dari segi pendapatan per kapita, dan tingkat pendidikan masyarakatnya.
 
Mencermati atas uraian fenomena atas dasar laporan hasil kajian di atas, makadapat disarikan sebagai aspek permasalahan sebagai berikut :(1).Kawasan mangrove sebagai jalur penyangga wilayah pantai dan Kepulauan Seribu, peranan fungsi ekosistemnya terganggu: dan memberikan kecenderungan semakinteancamnya sumberdaya alam hayati baik kehidupan flora maupun fauna;(2).Tatanan sosial masyarakat terdekat dengan kwasan jalur penyangga baik di daratmaupun di Kepulauan Seribu, tingkat ekonominya sangat rendah dibanding dengantingkat sosial di DKI Jakarta pada umumnya;Atas dasar itulah, perlu pembinaan dalam bentuk Restorasi Ekologi HutanMangrove di Provinsi DKI Jakarta”, diikuti dengan peningkatan tatanan sosial ekonomimasyarakat di sekitarnya. Hal ini dimaksudkan agara pengendalian atas kecenderungansemakin terdegradasinya kawasan mangrove sebagai jalur penyangga wilayah pantai,termasuk upaya-upaya peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar dapat dilakukan secaraterprogram, terpadu berkelanjutan.
KEDUDUKAN KAWASAN MANGROVE DAN PERANA FUNGSIEKOSISTEMNYA
Seperti tersirat dalam Perda No.6 DKI Jakarta tahun 1999, tentang Rencana TataRuang Wilayah (RTRW),bahwa RTH lindung yang dimaksud dalam perda tersebut, lebihcenderung didominasi oleh penutupan vegetasi mangrove, keberadaan ini nampaknyamendudukkan kawasan mangrove menjadi startegis untuk dipertahankan kelestariannya.Melalui daya dan upaya untuk melestarikan , meningkatkan dan mengembangkankawasan mangrove sebagai bagian dari RTH lindung; pada hakikatnya merupakanlangkah awal upaya peningkatan kualitas RTH Lindung dalam RTRW 2010, yang berperan fungsi sebagai penyangga da penopang mintakat kenyamanan kota Jakarta.Pada Ekosistem alamiah, tegakan mangrove membentuk zonasi sesuai denganhabitatnya (lumpur berpasir), salinitas dan fluktuasi pasang surut air laut. Pada masing-masing zonasi dicirikan oleh tumbuh jenis tertentu, yang umumnya mulai dari pantaihingga ke daratan, dengan urutn jenis paling luar dijumpai
 Avecennia sp
, dan secara

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
mynababan liked this
Andika Dwi Cahyo liked this
amirlng liked this
Ramdhan Hendardy liked this
Ramdhan Hendardy liked this
pancasetia liked this
Dhody Blango liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->