Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab II

Bab II

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 4,741|Likes:
Published by ibenk_karawang3666
tinjauan teoritis
tinjauan teoritis

More info:

Published by: ibenk_karawang3666 on Aug 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN TEORITISA. PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA1. Pengertian dan Manfaat Pelatihan1.1 Pengertian Pelatihan
Pelatihan adalah proses melatih; kegiatan atau pekerjaan (KBBI, 1989:29). Pelatihan mempersiapkan peserta latihan untuk mengambil jalur tindakantertentu yang dilukiskan oleh teknologi dan organisasi tempat bekerja, danmembantu peserta memperbaiki prestasi dalam kegiatannya terutama mengenai pengertian dan keterampilan. (Rolf P. Lynton dan Udai Pareek, 1998: 126)Kecakapan hidup
(life skill)
adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara proaktif dan kreatif, mencaridan menemukan solusi untuk mengatasinya. Pengertian kecakapan hidup lebihluas dari keterampilan vokasional atau keterampilan untuk bekerja. Kecakapanhidup dapat dipilah menjadi dua jenis utama, yaitu:1)Kecakapan hidup yang bersifat generi
(generic life skill/GLS)
, yangmencakup kecakapan personal
(personal skill/PS)
dan kecakapan sosial
(social skill/SS)
. Kecakapan personal mencakup kecakapan akan kesadarandiri atau memahami diri
(self awareness)
dan kecakapan berpikir 
(thinking  skill)
, sedangkan kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi
(communication skill)
dan kecakapan bekerjasama
(collaboration skill)
.2)Kecakapan hidup spesifik 
(specific life skill/SLS)
, yaitu kecakapan untuk 15
 
menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu, yang mencakup kecakapanakademik 
(academic skill)
atau kecakapan intelektual dan kecakapanvokasional
(vocational skill)
. Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran, sehingga mencakupkecakapan mengidentifikasi variabel dan hubungan antara satu denganlainnya (
identifying 
 
variables and describing relationship among them
),kecakapan merumuskan hipotesis
(constructing hypotheses)
, dankecakapan merancang dan melaksanakan penelitian (
designing and implementing a research
). Kecakapan vokasional terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kecakapanvokasional mencakup kecakapan vokasional dasar 
(basic vocational skill)
dan kecakapan vokasional khusus
(occupational skill)
. (Depdiknas,2003:18)Secara umum pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yangmenggambarkan suatu proses dalam pengembangan organisasi maupunmasyarakat. Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang didalamnya terjadi proses perencanaan, penempatan, dan pengembangan tenagamanusia. Dalam proses pengembangannya diupayakan agar sumberdaya manusiadapat diberdayakan secara maksimal, sehingga apa yang menjadi tujuan dalammemenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut dapat terpenuhi. Moekijat (1993:3) juga menyatakan bahwa “pelatihan adalah suatu bagian pendidikan yangmenyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilandiluar sistem pendidikan yang berlaku, dalam waktu yang relatif singkat dan
 
dengan metode yang lebih mengutamakan praktek dari pada teori”. Pernyataan inididukung Yoder (1962:368) yang mendefinisikan kalau kegiatan pelatihan sebagaiupaya mendidik dalam arti sempit, terutama dilakukan dengan cara instruksi, berlatih, dan sikap disiplin.Antara pendidikan dengan pelatihan sulit untuk menarik batasan yangtegas, karena baik pendidikan umum maupun pelatihan merupakan suatu proseskegiatan pembelajaran yang mentransfer pengetahuan dan keterampilan darisumber kepada penerima. Walaupun demikian perbedaan keduanya akan terlihatdari tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Pendidikan umum(formal) menurut Halim dan Ali (1993:3) selalu berkaitan dengan mata pelajaransecara konsep dan sifatnya teoritis dan merupakan pengembangan sikap danfalsafah pribadi seseorang. Bila pelatihan lebih menitik beratkan pada kegiatanyang dirancang untuk memperbaiki kinerja dalam menjalankan tugas, maka pendidikan lebih menitik beratkan pada pengembangan pengetahuan dan pemahaman terhadap keseluruhan lingkungan. Pada bagian lain dijelaskannya bahwa pelatihan lebih dikaitkan dengan kekhususan mengajar, fakta pandanganyang terbatas kepada keterampilan yang bersifat motorik dan mekanistik.Dalam pengembangan masyarakat, pelatihan diberikan sebagai upayauntuk meningkatkan kemampuan dari warga masyarakat dalam menghadapituntutan maupun perubahan lingkungan sekitarnya. Pemberian pelatihan bagimasyarakat bertujuan untuk memberdayakan, sehingga warga masyarakat menjadi berdaya dan dapat berpartisipasi aktif pada proses perubahan. Pelatihan dapatmembantu orang atau masyarakat untuk menerapkan ilmu pengetahuan dankemampuan yang telah dimiliki.Dengan pelatihan juga dapat menimbulkan perubahan dalam kebiasaan-17

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eno Leishya liked this
Januar Barkah liked this
fathurrochim liked this
Ita Alam liked this
Budi Santoso liked this
gedeajha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->