Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
467Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
STRUKTUR BAJA 1-1

STRUKTUR BAJA 1-1

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 21,186 |Likes:
Published by openid_48uCF9OP
modul kuliah Struktur Baja dari pak Ir. Suprapto dosen teknik sipil UGM
modul kuliah Struktur Baja dari pak Ir. Suprapto dosen teknik sipil UGM

More info:

Published by: openid_48uCF9OP on Aug 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
 1
1. PENDAHULUAN
1.1.
 
Baja Sebagai Bahan Bangunan
Baja adalah suatu jenis bahan bangunan yang berdasarkan pertimbangan ekonomi,sifat, dan kekuatannya, cocok untuk pemikul beban. Oleh karena itu baja banyak dipakaisebagai bahan struktur, misalnya untuk rangka utama bangunan bertingkat sebagai kolomdan balok, sistem penyangga atap dengan bentangan panjang seperti gedung olahraga,hanggar, menara antena, jembatan, penahan tanah, fondasi tiang pancang, bangunanpelabuhan, struktur lepas pantai, dinding perkuatan pada reklamasi pantai, tangki-tangkiminyak, pipa penyaluran minyak, air, atau gas.Beberapa keunggulan baja sebagai bahan struktur dapat diuraikan sebagai berikut.Batang struktur dari baja mempunyai ukuran tampang yang lebih kecil daripada batangstruktur dengan bahan lain, karena kekuatan baja jauh lebih tinggi daripada beton maupunkayu. Kekuatan yang tinggi ini terdistribusi secara merata. The Kozai Club (1983)menyatakan kekuatan baja bervariasi dari 300 Mpa sampai 2000 Mpa. Kekuatan yangtinggi ini mengakibatkan struktur yang terbuat dari baja lebih ringan daripada strukturdengan bahan lain. Dengan demikian kebutuhan fondasi juga lebih kecil. Selain itu bajamempunyai sifat mudah dibentuk. Struktur dari baja dapat dibongkar untuk kemudiandipasang kembali, sehingga elemen struktur baja dapat dipakai berulang-ulang dalamberbagai bentuk.Fabrikasi struktur baja dapat dilakukan di bengkel-bengkel maupun pabrik denganmesin-mesin yang cukup terkendali memakai komputer, sehingga akurasi dan kecepatanproduksi yang baik dapat dicapai. Pengangkutan elemen-elemen struktur baja dari bengkelke lokasi pembangunan mudah dilakukan. Sangat jarang dijumpai kerusakan elemen strukturbaja sebagai akibat pengangkutan. Dua hal ini memberi keuntungan waktu pelaksanaanbangunan menjadi singkat. Waktu pelaksanaan yang singkat ini secara teknis sangatdiperlukan dalam pembangunan struktur lepas pantai serta pelabuhan, sedang pada bangunangedung yang komersial dari sudut pandang ekonomi cukup menguntungkan, karenabangunan yang dibuat dapat segera menghasilkan uang.Penyambungan elemen struktur baja dapat dilakukan secara permanen memakai las,.tanpa lubang-lubang perlemahan, sehinggga kekuatan sambungan tidak banyak berubahdari kekuatan batang aslinya. Sekalipun kalau ditinjau dari tegangan residu, sebagai akibatpendinginan yang tidak bersamaan serta pengerjaan secara dingin, sebenarnya pada bajatersebut timbul tegangan residu. Pekerjaan las yang kurang baik dapat mengakibatkantegangan residu yang cukup besar yaitu sekitar 45% dari tegangan leleh baja. Hal ini berartibahwa sebelum dibebani, elemen struktur sudah mempunyai tegangan, sehingga kemam-puan untuk memikul beban menjadi berkurang.Baja sebagai bahan struktur juga mempunyai beberapa kelemahan. Salah satu kele-mahan baja adalah kemungkinan terjadinya korosi, yang memperlemah struktur, mengurangikeindahan bangunan, dan memerlukan beaya perawatan cukup besar secara periodik.Matsushima dan Tamada (1989) menyatakan bahwa pemeliharaan jembatan denganpengecatan setiap 5 tahun akan memakan biaya 10 persen dari harga bangunan. Hal iniberarti bahwa biaya 50 tahun pemeliharaan akan sama dengan biaya pembuatan jembatanbaru.Kekuatan baja sangat dipengaruhi oleh temperatur. Pada temperatur tinggi kekuatanbaja sangat rendah, sehingga pada saat terjadi kebakaran bangunan dapat runtuh sekalipuntegangan yang terjadi hanya rendah. Kendala berikutnya, karena kekuatan baja sangat tinggimaka banyak dijumpai batang-batang struktur yang langsing. Oleh karena itu bahaya tekuk (buckling) mudah terjadi.
 
 2
1.2. Sifat Mekanis Baja Struktural
Agar perancangan struktur dapat optimal, sehingga hasil rancangan cukup aman tetapitidak boross, maka sifat-sifat mekanis bahan perlu dipahami dengan baik. Jika sifat-sifatbahan tersebut tidak dipahami dengan baik, hasil rancangan mungkin saja boros, atauberbahaya. Berikut ini akan dibicarakan berbagai sifat mekanis baja struktural.
1.2.1. Hubungan Antara Tegangan dan Regangan
Untuk memahami sifat-sifat baja struktural,kiranya perlu dipahami diagram tegangan-regangan. Diagram ini menyajikan beberapa informasi penting tentang baja struktural dalamberbagai tegangan. Cara perancangan struktur baja yang memuaskan baru dapat dikem-bangkan setelah hubungan antara tegangan dan regangan dipahami dengan baik. Untuk pembuatan diagram tegangan-regangan perlu diadakan pengujian spesimen bahan. Agar adapersamaan persepsi dikalangan perencana bangunan, maka bentuk spesimen, ukuran, sertaprosedur pengujian harus didasarkan pada suatu peraturan/standar, misalnya PUBI, ASTM,British Standard, ISO, Euro Standard, JIS, dan sebagainya.Pengujian kuat tarik spesimen baja dapat dilakukan dengan
universal testing machine
 (UTM). Adapun bentuk spesimen untuk uji tarik dapat dilihat pada Gambar 1.1. Denganmesin itu spesimen ditarik dengan gaya yang berubah-ubah,dari nol diperbesar sedikit demisedikit sampai spesimen putus. Pada saat spesimen ditarik, besar gaya atau tegangan danperubahan panjang spesimen atau regangan dimonitor terus-menerus. Untuk mesin yangmutakhir, biasanya mesin itu diperlengkapi dengan komputer yang dapat mencatat hasilmonitoring dengan baik. Data yang terkumpul selanjutnya dapat ditampilkan dalam bentuk diagram yang dapat dilihat pada monitor. Diagram ini dapat diatur formatnya sesuai kebu-tuhan, untuk dicetak pada kertas pakai
 printer 
atau
 plotter 
, dan datanya dapat disimpan didalam disk.Gambar 1.1. Spesimen baja uji tarik Gambar 1.2. Diagram tegangan-regangan baja
OABFECD
 f 
ε
 
 
 3Diagram tegangan-regangan normal tipikal yang disajikan pada Gambar 1.2. memper-lihatkan hubungan antara tegangan dan regangan pada OA linier. Pada fase tersebut pening-katan tegangan proporssional dengan peningkatan regangan, sedang di atas A diagram sudahtidak lagi linier yang berarti bahwa peningkatan tegangan sudah tidak proporsional denganpeningkatan regangan. Oleh karena itu tegangan pada titik A disebut sebagai tegangan batasproporsional. (
 proporsional limit 
) atau batas sebanding, dan biasa diberi notasi
 f 
 p
. Padadaerah proporsional (OA) berlaku hukum Hooke yang dinyatakan dengan Persamaan (1.1).
 f 
=
 E 
ε 
…………………….(1.1)dengan :
 E 
= modulus elastisitas
 f 
= tegangan
ε 
= reganganSedikit di atas titik A terdapat titik B dengan tegangan
 f 
e
yang merupakan teganganbatas elastis bahan. Suatu spesimen yang dibebani tarikan sedemikian sehingga tegangannyabelum melampaui
 f 
e
, sekalipun mengalami perubahan panjang, tetapi panjang spesimen ituakan kembali seperti semula apabila beban dilepaskan. Apabila pembebanan telah dilakukansehingga tegangan yang terjadi melampaui
 f 
e
, maka pada saat beban dilepaskan panjangspesimen tidak dapat kembali sepenuhnya seperti panjang semula. Pada umumnya tegangan
 f 
 p
dan
 f 
e
relatif cukup dekat, sehingga seringkali kedua tegangan tersebut dianggap sama.Regangan (
ε
) pada saat spesimen baja putus dapat dikaitkan dengan sifat liat/ulet baja.Semakin tinggi regangan yang dicapai pada saat spesimen putus, maka keuletan baja itu juga semakin tinggi. Pada umunya regangan baja pada saat spesimen putus berkisar sekitar150—200 kali regangan elastis
ε 
e
. Setelah titik B tegangan melampaui
 f 
e
, dan baja mulaileleh. Tegangan yang terjadi pada titik B disebut sebagai tegangan leleh baja
σ
l
. Pada saatleleh ini baja masih mempunyai tegangan, berarti baja masih mampu memberikan reaksiatau perlawanan terhadap gaya tarik yang bekerja. Seperti terlihat pada Gambar 1.2. kurvabagian leleh ini mula-mula mendekati datar, berarti tidak ada tambahan tegangan sekalipunregangan bertambah terus. Hal ini menunjukkan bahwa hukum Hooke sudah tidak berlakulagi setelah fase leleh dicapai. Bagian kurva yang datar ini berakhir pada saat mulai terjadipengerasan regangan (
strain hardening
).di titik C, tegangan naik lagi sehingga dicapai kuattarik (tensile strength) di titik D. Setelah itu kurva turun dan spesimen mengalami retak (fracture) di titik E.Diagram tegangan-regangan seperti terlihat pada Gambar 1.2, dibuat berdasarkan datayang diperoleh dari pengujian spesimen, dengan anggapan luas tampang spesimen tidak mengalami perubahan selama pembebanan. Menurut hukum Hooke, suatu batang yangdibebani tarikan secara uniaksial, luas tampangnya akan mengecil. Sebelum titik C, peru-bahan luas tampang itu kurang signifikan, sehingga pengaruhnya dapat diabaikan, tetapisetelah sampai pada fase pengerasan regangan, tampang mengalami penyempitan yangcukup berarti. Kalau penyempitan itu diperhitungkan, akan diperoleh kurva dengan garisputus-putus (Gambar 1.2). Tinggi tegangan pada titik-titik A, B, C, D, dan E tersebut di atasdipengaruhi oleh jenis baja. Jika diperhatikan Gambar 1.3, maka terlihat bahwa bagiankurva untuk berbagai kualitas baja pada fase proporsional terletak pada satu garis lurus. Halini memperlihatkan bahwa elastisitas baja (
 E 
) tidak dipengaruhi oleh tinggi tegangan leleh.Dengan memperhatikan regangan baja sebelum putus dapat diketahui apakah bajamempunyai sifat ulet (daktail) atau sebaliknya. Dari Gambar 1.3 terlihat bahwa baja yangmempunyai kuat tarik tinggi pada umumnya regangan batasnya rendah atau getas, sedangbaja yang kuat tariknya rendah mempunyai regangan batas yang tinggi sehingga dapatdinyatakan daktail. Pada umumnya
 E 
baja berkisar antara 190 – 210 Gpa.Tatacara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung di Indonesia diaturdengan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-1729-2002), selanjutnya di dalam buku ini

Activity (467)

You've already reviewed this. Edit your review.
wismanw liked this
Resky Oktafianto liked this
Resky Oktafianto liked this
Nara Onigiri liked this
rabaahparamita liked this
Adel Gonz liked this
IeYaal Aluenaega added this note
mantab..tnk.
Ardean Pratama liked this
Abby Fitra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->