e
-
mail
bisa-bisa disangka pengerusakan nama baik. Padahal kita cuma curhat, dancurhatnya juga kepada teman sendiri yang kalau
gak
ada
e
-
mail
, mungkin dilakukandengan telepon atau ngumpul di ruang istirahat di kantor, atau saat arisan. Sama
aja
, „
kan
? Cuma yang satu tertulis, sedang lainnya disampaikan secara lisan.
Peraturan Terutama, Sadari Siapa yang Pemilik Sejatinya
Nah
, supaya kita tetap bisa memanfaatkan
e-mail
atau pun
curhat
lewat
e-mail
tanpa
deg
-
degan
, ada etika yang sebaiknya kita mengerti dan kita ikuti. Etika ini adauntuk menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pertama-tama,perhatikan siapa penyedia
e
-
mail
itu. Apakah
e
-
mail
itu disediakan oleh perusahaansehingga dengan demikian tujuannya adalah untuk menunjang kegiatanperusahaan? Ataukan
e
-
mail
itu milik pribadi?Kalau milik perusahaan, maka kita harus memastikan diri telah mengerti peraturanpenggunaan
e
-
mail
yang ditetapkan oleh perusahaan. Pada banyak perusahaan, adalarangan untuk menggunakan
e
-
mail
kantor untuk keperluan pribadi. Padaperusahaan lain, ada larangan untuk mengirim
attachment
berukuran besar.Biasanya perusahaan menegaskan kepada pegawainya bahwa apapun yang ditulisatau diterima melalui
e
-
mail
itu adalah milik perusahaan.Bagaimana kalau menulis
e
-
mail
menggunakan
e
-
mail
pribadi? Meskipun
e
-
mail
pribadi biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan teman-teman ataukeluarga, etika pun tetap harus diperhatikan karena bisa saja
e
-
mail
tersebutdisebarkan keluar lingkungan yang menjadi tujuan awal. Mungkin karena isinyamenarik.Nah, untuk yang seperti itu, kantor seorang teman misalnya, mengajarkanpegawainya untuk menuliskan pernyataan tambahan. Misalnya
"bahwa apa yangsaya tuliskan tidak ada hubungannya dengan tempat saya bekerja dan murni pemikiran saya sendiri"
.Untuk berita yang sensitif seperti kasus Prita,
it
‟
s tricky
. Selain perlu dibuatkanpernyataan bahwa tidak sedang menjelek-jelekkan seseorang atau institusi, jugapenyusunan kata haruslah hati-hati. Berusahalah untuk menahan emosi sebelummencurahkan isi hati melalui
e
-
mail
. Lebih baik untuk membaca ulang apa yangtelah dituliskan dan merevisi kata-kata yang mungkin dapat menyinggung perasaanseseorang.
Selanjutnya, secara umum, berikut adalah “
DO’s
” dan “
DON’T’s
” dalam etika
berkomunikasi melalui e-mail.