• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 
www.satudunia.net
In-depth Report:Melawan Tirani Informasi Industri Rekayasa Genetik
Oleh:
Firdaus Cahyadi
Knowledge Sharing Officer Yayasan SatuDunia
 
 
www.satudunia.net
Siang itu, Fendi, sebutsaja begitu, hendak pergi keMasjid untuk menunaikansholat Jum’at. Namun, tiba-tiba sekujur tubuhnyamengalami gatal-gatal.Badannya tiba-tiba panas, kepalanya pun pening. Akhirnya, iamengurungkan niatnya berangkat ke masjid.Sebelum kejadian itu ia sempat makan di sebuah resto dikawasan Jakarta Selatan. Istri dan adiknya meduga bahwa ia alergiterhadap salah satu jenis makanan yang disantapnya di sebuah restosebelumnya.Alergi, mungkin penyakit yang selama ini kita anggap remeh.Namun bila tidak segera memperoleh penanganan yang tepat penyakititu bisa juga membahayakan, paling tidak penyakit itu akan memaksakita istirahat. Itu artinya, akktivitas kita akan terhambat.Makanan yang kita makan sehari-hari berpotensi untukmenimbulkan penyakit alergi tersebut. Terlebih jika yang kita makanadalah produk makanan hasil rekayasa genetika (transgenik). “Produkpangan yang mengandung bahan transgenic, berpotensi menimbulkanalergi pada tubuh kita,“ ujar Ilyani S. Andang, Aktivis Yayasan
 Ratusan petani dan mereka yang menanganikapas transgenic Bt jatuh sakit dengan gejalaalergi di negara bagian Madya Pradesh, India. Sementara, 1800 domba mati sehabismakan sisa-sisa tanaman kapas transgenic dinegara bagian Andhara Paradesh, India. Di Jerman, setelah makan jagung transgenicbeberapa sapi mati. Sementara sejumlah sapilainnya harus dipotong karena memiliki penyakit yang tidak diketahui. Dr. Mae Wan Ho“Rekayasa Genetik: Impian atau Petaka”
 
 
www.satudunia.net
Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam sebuah diskusi di kantorSatuDunia, akhir Juli 2009 lalu.Celakanya, lanjut Ilyani, kita sebagai konsumen di Indonesiatidak mengetahui apakah produk yang kita makan itu mengandungbahan transgenik atau tidak. “Tidak ada pelebelan terhadap produkpangan yang mengandung transgenik di Indonesia,” tegasnya.Dilanggarnya hak konsumen atasinformasi itu nampaknya membuatgerah, aktivis YLKI yang juga alumniTeknik Lingkungan ITB itu. “Padahalpemerintah telah memiliki instrumenhukum terkait perdaran produk pangan transgenic,” jelasnya, “UndangUndang (UU) Pangan Nomor 7 tahun 1996 pasal 13 ayat 1 secara jelasmewajibkan pangan rekayasa genetika terlebih dahulu memeriksakankeamanan pangan bagi kesehatan sebelum diedarkan,” Selain itu, lanjut Ilyani, Peraturan Pemerintah (PP) tentang Label& Iklan Pangan Tahun 1999 dalam pasal 35 juga mewajibkan produkpangan transgenik memakai label transgenik. “Penandaan tersebutdapat dilakukan baik dengan kata-kata maupun dengan logo,” tegasnya.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...