Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
moh anief farmasetika.docx

moh anief farmasetika.docx

Ratings: (0)|Views: 65|Likes:
Published by Muharrir Maisaldi
tablet
tablet

More info:

Published by: Muharrir Maisaldi on Nov 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

 
Definisi Tablet adalah sediaan padat kompak yang dibuat secara kempa cetak dalam tabung pipih atau serkuler, kedua permukaannya rata atau cembung mengandung satu jenis bahan obat atau lebih dengan atau bahan tambahan. (Anief, M., 1994) Tablet digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal atau sistemik. Pengobatan lokal misalnya: 1.
 
Tablet untuk vagina, berbentuk seperti amandel, oval, digunakan sebagai antiinfeksi, antifungi, penggunaan hormon secara local. 2.
 
Lozenges, trochisci digunakan untuk efek lokal di mulut dan tengorokan, umumnya digunakan sebagai antiinfeksi. (Anief, M., 1994) Pengobatan untuk mendapatkan efek sistemik, selain tablet biasa yang ditelan masuk perut terdapat pula yang lain seperti: 1.
 
Tablet bukal digunakan dengan cara dimasukkan di antara pipi dan gusi dalam rongga mulut, biasanya berisi hormon steroid, absorpsi terjadi melalui mukosa mulut masuk  peredaran darah. 2.
 
Tablet sublingual digunakan dengan jalan dimasukkan di bawah lidah, biasanya berisi hormon steroid. Absorpsi terjadi melalui mukosa masuk peredaran darah.
 
3.
 
Tablet implantasi berupa pellet, bulat atau oval pipih, steril dimasukkan secara implantasi dalam kulit badan. 4.
 
Tablet hipodermik dilarutkan dalam air steril untuk injeksi dan disuntikkan di bawah lidah. Pembuatan tablet Untuk membuat tablet diperlukan zat tambahan berupa: 1.
 
Zat pengisi (diluents) dimaksudkan untuk memperbesar volume tablet. Biasanya digunakan Saccharum Lactis, Amylum Manihot, Calcii Phosphas, Calcii Carbonas dan zat lai yang cocok.
 
2.
 
Zat pengikat (binder) dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Biasanya yang digunakan adalah mucilago gummi arabici 10 -20% (solution Methylcellulosum 5%) 3.
 
Zat penghancur (disintegrant) dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut. Biasanya yang digunakan adalah Amylum Manihot kering, gelatinum, agar-agar, natrium alginate. 4.
 
Zat pelican (lubricant) dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan (matrys). Biasanya digunakan talcum 5%, Magnesii Stearas, Acidum Stearicum. (Anief, M., 1994) Dalam pembuatan tablet, zat berkhasiat, zat-zat lain, kecuali zat pelican dibuat granul (butiran kasar), karena serbuk yang halus tidak mengisi cetakan tablet dengan baik, maka dibuat granul agar mudah mengalir (free flowing) mengisi cetakan serta menjaga agar tablet tidak retak (capping). Cara pembuatan granul ada 2 macam : a.
 
Cara Basah Zat berkhasiat, zat pengisi dan zat penghancur dicampur baik-baik, lalu dibasahi dengan larutan bahan pengikat, bila perlu ditambah bahan pewarna. Setelah itu diayak menjadi granul dan dikeringkan dalam almari pengering pada suhu 40
-50
. Setelah kering diayak lagi untuk memperoleh granul dengan ukuran yang diperlukan dan ditambahkan bahan pelicin dan dicetak menjadi tablet dengan mesin tablet.  b.
 
Cara kering atau disebut slugging atau pre compression Dikerjakan sebagai berikut: Zat berkhasiat, zat pengisi, zat penghancur, bila perlu zat  pengikat dan zat pelicin dicampur dan dibuat dengan cara kempa cetak menjadi tablet yang  besar(sugging, setelah itu tablet yang terjadi dipecah menjadi granul lalu diayak, akhirnya dikempa cetak menjadi tablet yang dikehendaki dengan mesin tablet. (Anief, M., 1994) Untuk maksud dan tujuan tertentu tablet disalut dengan zat penyalut yang cocok,  biasanya berwarna atau tidak :
 
Tablet bersalut gula (sugar coating) Tablet ini sering disebut dragee. Penyalutan dilakukan dengan larutan gula dalam panic untuk penyalutan dan panic untuk mengkilapkan tablet diputar dengan motor penggerak yang dilengkapi dengan alat penghisap dan system penghembus udara panas.
• Tablet bersalut kempa (press coating)
 Tablet inti yang sudah jadi mengalami proses seperti berikut,yaitu granul halus dan kering dikempa disekitar tablet ini, sering disebut tablet dalam tablet. Tablet salut kempa lebih cepat pembuatannya dan lebih ekonomis dibanding dengan tablet salut lainnya. Tetapi proses  pembuatannya harus bebas lembab serta tidak terjadi inkompatibilitas tablet karena lembab. Tablet inti yang sudah mengalami proses pengempaan, lalu dikempa kembali dengan granul halus dan kering sekitar tablet ini, sehingga tablet ini juga sering disebut tablet dalam tablet. (Anief, M., 1994) Proses pembuatan tablet salut kempa, dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu:
 
1.
 
Inti tablet dikempa pada mesin standar lalu dipindahkan ke dalam alat salut kempa (compression coater).
 
2.
 
Tipe yang kedua ini pada dasarnya merupakan dua mesin berputar terdiri dari corong yang mendorong tunggal dan alat pemindah sehingga pengempaan inti dan penyalutan merupakan siklus yang teratur. Tablet multilayer menggunakan prinsip sama dengan pembuatan tablet salut kempa. (Anief, M., 1994)
 
• Tablet bersalut selaput (film coating)
 Ialah tablet yang dilapisi lapisan selaput tipis dengan zat penyalut yang dikenakan atau disemprotkan pada tablet. Sebagai zat penyalut digunakan CMC Na, cellulose acetatphthalat, hydroxyaethylcellulose dengan bermacam-macam perbandingan dalam campuran  polyethylenglycolum dan polyvinylpyrolidonum dalam pelarut alcohol atay terdispersi dalam isopropanolum dengan tambahan span dan twee.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->