Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
P. 1
Pengembangan Materi Ajar Bahasa Inggris

Pengembangan Materi Ajar Bahasa Inggris

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,629 |Likes:
Published by WIDIATMOKO
Manakala seorang guru atau dosen hendak memberikan penyajian agar tercapai apa yang seharusnya, dia akan menyentuh apa yang disebut ‘materi’. Materi ini adalah suatu olahan yang memadu tujuan instruksional sebagaimana silabus deskripsikan dan bagaimana olahan yang berada di dalam silabus dimanifestasikan melalui materi serta penyajiannya. Capaian ini akan berupa ‘learning outcome’ (Gronlund, 1981).
Manakala seorang guru atau dosen hendak memberikan penyajian agar tercapai apa yang seharusnya, dia akan menyentuh apa yang disebut ‘materi’. Materi ini adalah suatu olahan yang memadu tujuan instruksional sebagaimana silabus deskripsikan dan bagaimana olahan yang berada di dalam silabus dimanifestasikan melalui materi serta penyajiannya. Capaian ini akan berupa ‘learning outcome’ (Gronlund, 1981).

More info:

Published by: WIDIATMOKO on Aug 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA INGGRIS

Oleh
Widiatmoko
E.:moko.geong@g mail.com

W.:http: //widiatmoko.blog.com

Manakala seorang guru atau dosen hendak mengajarkan suatu materi ajar, khususnya materi bahasa Inggris, kepada siswa atau mahasiswa, dia akan berhadapan dengan \u2018apa yang seharusnya\u2019 (what should be) dan \u2018apa yang ada\u2019 (what it is). Batas di antara keduanya tidaklah terang, kecuali ketidakrataan dan diskrepensi (discrepency) yang berupa problem yang mesti dipecahkan. Masalah yang dimaksud adalah penyajian \u2018apa\u2019 yang seharusnya untuk menjembatani kedua kutub ekstrim yang dimaksud.

Manakala seorang guru atau dosen hendak memberikan penyajian agar tercapai apa yang seharusnya, dia akan menyentuh apa yang disebut \u2018materi\u2019. Materi ini adalah suatu olahan yang memadu tujuan instruksional sebagaimana silabus deskripsikan dan bagaimana olahan yang berada di dalam silabus dimanifestasikan melalui materi serta penyajiannya. Capaian ini akan berupa \u2018learning outcome\u2019 (Gronlund, 1981).

Manakala seorang guru atau dosen berbicara dan setidak-tidaknya turut melahirkan dan mengembangkan materi, dalam hal ini materi ajar bahasa Inggris, perlulah dia mengajukan beberapa hal, yakni: (1) oleh siapa dan untuk apa materi dikembangkan, (2) apakah materi tersebut kompatibel dengan silabus yang mencakupi prosedur, teknik, dan penyajian, (3) bagaimana materi tersebut memberikan pilihan tersendiri bagi pendidik atau pembelajar bertalian dengan tugas-tugas, pola belajar, teknik penyajian, dan hasil yang diharapkan, (4) keterampilan yang mana yang dicakup di dalam materi, (5) apakah keotentikan jenis teks ada di dalam materi?, dan (6) bagaimanakah materi digunakan?

Subjek dan Objek Pengembangan Materi

Membicarakan tentang materi, pastilah seorang guru atau dosen akan merujuk pada asal materi tersebut. Ia bermakna bahwa perkembangan materi itu akan berakar dari siapa yang mengembangkan dan menggagasnya, selain dalam bentuk apa materi itu muncul.

Sebelum mengupas dari mana materi berasal, di sini disodorkan tentang bentuk materi itu sendiri. Secara umum, materi yang ideal akan memiliki dua bentuk yakni materi komersial dan materi nonkomersial (Dubin dan Olshtain, 1986). Materi-materi yang nonkomersial berasal dari perancang materi itu sendiri yang mana seorang perancang materi akan mengetahui seluk beluk pengajaran dan memenuhi persyaratan. Persyaratan di sini adalah adanya uji coba dan

brainstorming terhadap materi itu kapada pembelajarnya dan peer-designerlain
yang mana tujuan holistik harus terliput di dalamnya.

Materi yang dikembangkan sendiri ini bisa berasal dari pendidik yang telah berhasil di dalam mengembangkan materi untuk kebutuhan kelas secara langsung dan terkandung hal-hal yang berupa gagasan besar, baik isi, penyajian, maupun keotentikannya. Ia bisa muncul dari tenaga pengajar yang mengembangkan keprofesionalannya melalui medium yang profesional. Ini bisa berkembang untuk guru-guru atau pengajar di perusahaan atau institusi pelatihan yang berkonsentrasi pada penanganan pengembangan materi dan pengajarannya. Materi yang dikembangkan sendiri ini cenderung bersifat tertutup dan manakala terbuka akan dijual dengan mahal yang lazimnya melibatkan suatu institusi tertentu.

Sedangkan bentuk materi komersial adalah materi yang disajikan di dalam buku teks yang mana penyelenggaranya adalah institusi tertentu. Teks- teks ini mengacu pada kurikulum dan digunakan secara formal. Ini akan ketinggalan beberapa langkah di belakang karena selain tidakvisible juga kurang berorientasi pada pasar.

Kenyataannya adalah hasil yang ada belumlah memuaskan dan menimbulkan diskrepensi. Hal yang menyebabkan demikian adalah bahwa materi yang dikembangkan sendiri (teacher-made) sering mengacu pada silabus yang lebih aplikatif, yakni silabus komunikatif. Memang, silabus tersebut merupakan bagian kecil dari berbagai silabus yang ada. Silabus ini, di dalam desainnya, dibagi menjadi structural-functional, structures and functions, variable

focus, functional, fully notional, dan fully communicative (Yalden, 1983).

Perbedaan keduanya sudah jelas. Selain telah diuraikan di atas, penyajian materi yangteacher-made lebih memprioritaskan pasar bisnis dan aplikasi kegunaan atau untuk tujuan khusus. Materi ini didesain untuk berbagai tujuan, seperti materi bahasa Inggris untuk kedokteran, bahasa Inggris untuk sekretari, bahasa Inggris untuk perhotelan, dan sebagainya. Sedangkan materi yang

nonteacher-made bisa menyasar pada kebutuhan konsumen, seperti pengadaan

program TOEFL, IELTS, GMAT, dan sebagainya. Ini tentu disajikan, misalnya, untuk memasuki perguruan tinggi di luar negeri yang mensyaratkan, atau untuk tujuan lain dari konsumen itu sendiri.

Relasi Materi dan Silabus

Membicarakan materi tidak akan terlepas dari komponen silabus yang merupakan roda di dalam pembelajaran di mana pembuat keputusan menyampaikan informasi kepada guru, penulis buku, penguji, dan pembelajar (siswa, mahasiswa) bertalian dengan program-program yang dimaksud.

Silabus merupakan nama lain dari kurikulum, atau bisa juga merupakan perencanaan, garis-garis besar, dan lain-lain. Apapun namanya, ini merupakan suatu dokumen yang secara ideal menggambarkan hal-hal, antara lain: apa yang harus diketahui oleh pembelajar pada akhir suatu program, apa yang harus diajarkan dan dipelajari selama program berlangsung, kapan materi diajarkan dan seberapa jauh kemajuannya, bagaimana materi diajarkan, dan bagaimana materi dievaluasi. Sedangkan materi yang merupakan kaitan yang begitu signifikan dengan silabus harus memiliki kriteria-kriteria tertentu dan mendasarkan pada latar penyajiannya di dalam kelas.

Karena begitu pentingnya peranan sebuah materi, kategori terhadapnya yang begitu wajar terjadi, seperti: materi yang permanen (reference material), materi yang cenderung pada tujuan utama (development of the lesson), dan materi di luar materi (the unpreditable) (Wanjnryb, 1992).

Refleksi materi akan terjadi melalui subjek pembelajaran dan mencakupi materi yang berasal dari pembelajar itu yang disebut whole-learner materials di mana konsep yang mendasari munculnya konsep ini adalah berasal dari pandangan terhadap pengajaran bahasa humanistik. Kriteria ini dimaksudkan untuk bisa berarti bagi pembelajar dan ia meliputi hal-hal, seperti: materi yang mengekspresikan tentang keadaan di luar kelas melalui bahasa, materi yang mencerminkan realitas dunia, materi yang memberi kepeminatan bagi pembelajar secara efektif, materi yang memberi kebebasan cara pandang pembelajar dalam menentukan pilihannya, materi yang menjadikan interaksi beramakna bagi pembelajar untuk tujuan komunikatif, dan materi yang memberi kontribusi bagi pembelajar akan rasa aman dalam konteks pembelajaran (Wajnryb, 1992). Oleh karena itu, bagaimana menjadikan materi yang tersaji merupakan idealitas karena bagaimanapun juga bukanlah disebutlearning

outcome yang baik suatu pembelajaran manakala ia tidak mencerminkan silabus
dan tidak menyajikan apa yang diharapkan.

Namun, sebagaimana Wajnryb sebutkan, tidaklah mustahil suatu materi berubah meskipun silabusnya sama. Hal ini mencermati sifat suatu materi itu sendiri, sebut saja apa yang disebut reference materials, di sini kita secara konstan,

longitudinal, dan kontinyu menggunakan materi yang dianggap baku. Suatu
contoh jenis reference material adalah materi-materi kemasan yang dimaksudkan
untuk program khusus, sepertiTO EFL. Materi-materi ini juga bisa merupakan

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eri Indrianawati liked this
Badiuz Salmiati liked this
Sari Jha liked this
Ida Fitriana liked this
Haris Guntoro liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->