Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
P. 1
Tes Bahasa Ditilik Dari Macam Dan Syaratnya

Tes Bahasa Ditilik Dari Macam Dan Syaratnya

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 2,097 |Likes:
Published by WIDIATMOKO
Sebelum mengenali aneka macam tes bahasa, akan saya ulas sedikit pengertian evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes. Hal ini dimaksudkan agar istilah yang bertalian dengan tes tidak menjadi rancu. Kita sering mendengar kata ‘evaluasi’ yang dipahami sebagai kegiatan penilaian pada akhir suatu program kegiatan. Di dalam banyak literatur, istilah evaluasi dapat kita temukan sebagai istilah yang bertalian dengan bidang psikologi, pendidikan, manajemen, dan sebagainya. Di dalam kamus linguistik terapan, Richards et.al (1985) mendefinisikan evaluasi sebagai pengumpulan informasi secara sistematik untuk keperluan pengambilan keputusan. Di dalam terminologi penelitian, istilah evaluasi digunakan secara silih berganti dengan istilah metoda, maka digunakanlah metoda kuantitatif (seperti: tes) dan metoda kualitatif (seperti: observasi dan kiraan). Di dalam penelitian evaluasi, bahkan, sebagaimana ditemukan istilah evaluasi oleh Anderson et.al (1975) di dalam Encyclopedia of Educational Evaluation, dipahami sebagai program yang bertujuan memberikan informasi untuk pengambilan keputusan. Dipertegas di dalam pengertiannya, Patton (1980) di dalam pengantarnya memahami evaluasi sebagai istilah penelitian, yaitu administrasi tes baku pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Bertalian dengan program pembelajaran bahasa, evaluasi dipahami sebagai keputusan yang dibuat tentang kualitas program dan keputusan tentang individu di dalam program tersebut. Naga (2002) memberikan definisi evaluasi sebagai proses untuk melakukan pertimbangan nilai tentang sesuatu (produk, kinerja, tujuan, proses, prosedur, program, pendekatan, fungsi).
Sebelum mengenali aneka macam tes bahasa, akan saya ulas sedikit pengertian evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes. Hal ini dimaksudkan agar istilah yang bertalian dengan tes tidak menjadi rancu. Kita sering mendengar kata ‘evaluasi’ yang dipahami sebagai kegiatan penilaian pada akhir suatu program kegiatan. Di dalam banyak literatur, istilah evaluasi dapat kita temukan sebagai istilah yang bertalian dengan bidang psikologi, pendidikan, manajemen, dan sebagainya. Di dalam kamus linguistik terapan, Richards et.al (1985) mendefinisikan evaluasi sebagai pengumpulan informasi secara sistematik untuk keperluan pengambilan keputusan. Di dalam terminologi penelitian, istilah evaluasi digunakan secara silih berganti dengan istilah metoda, maka digunakanlah metoda kuantitatif (seperti: tes) dan metoda kualitatif (seperti: observasi dan kiraan). Di dalam penelitian evaluasi, bahkan, sebagaimana ditemukan istilah evaluasi oleh Anderson et.al (1975) di dalam Encyclopedia of Educational Evaluation, dipahami sebagai program yang bertujuan memberikan informasi untuk pengambilan keputusan. Dipertegas di dalam pengertiannya, Patton (1980) di dalam pengantarnya memahami evaluasi sebagai istilah penelitian, yaitu administrasi tes baku pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Bertalian dengan program pembelajaran bahasa, evaluasi dipahami sebagai keputusan yang dibuat tentang kualitas program dan keputusan tentang individu di dalam program tersebut. Naga (2002) memberikan definisi evaluasi sebagai proses untuk melakukan pertimbangan nilai tentang sesuatu (produk, kinerja, tujuan, proses, prosedur, program, pendekatan, fungsi).

More info:

Published by: WIDIATMOKO on Aug 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2010

TES BAHASA DITILIK DARI MACAM DAN
SYARATNYA

Oleh
Widiatmoko
E.:moko.geong@g mail.com

W.:http: //widiatmoko.blog.com
Pengertian

Sebelum mengenali aneka macam tes bahasa, akan saya ulas sedikit pengertian evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes. Hal ini dimaksudkan agar istilah yang bertalian dengan tes tidak menjadi rancu. Kita sering mendengar kata \u2018evaluasi\u2019 yang dipahami sebagai kegiatan penilaian pada akhir suatu program kegiatan. Di dalam banyak literatur, istilah evaluasi dapat kita temukan sebagai istilah yang bertalian dengan bidang psikologi, pendidikan, manajemen, dan sebagainya. Di dalam kamus linguistik terapan, Richardset.al (1985) mendefinisikan evaluasi sebagai pengumpulan informasi secara sistematik untuk keperluan pengambilan keputusan. Di dalam terminologi penelitian, istilah evaluasi digunakan secara silih berganti dengan istilah metoda, maka digunakanlah metoda kuantitatif (seperti: tes) dan metoda kualitatif (seperti: observasi dan kiraan). Di dalam penelitian evaluasi, bahkan, sebagaimana ditemukan istilah evaluasi oleh Andersonet.a l (1975) di dalam Encyclopedia of

Educational Evaluation, dipahami sebagai program yang bertujuan memberikan

informasi untuk pengambilan keputusan. Dipertegas di dalam pengertiannya, Patton (1980) di dalam pengantarnya memahami evaluasi sebagai istilah penelitian, yaitu administrasi tes baku pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Bertalian dengan program pembelajaran bahasa, evaluasi dipahami sebagai keputusan yang dibuat tentang kualitas program dan keputusan tentang individu di dalam program tersebut. Naga (2002) memberikan definisi evaluasi sebagai proses untuk melakukan pertimbangan nilai tentang sesuatu (produk, kinerja, tujuan, proses, prosedur, program, pendekatan, fungsi).

Berbeda halnya dari evaluasi, penilaian dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. Definisi ini muncul karena Nurgiyantoro (1995) menggunakan istilah penilaian di dalam konteks pendidikan dan pengajaran sebagai proses. Tuckman (1975) yang dinukil oleh Burhan (1995) memberi arti penilaian sebagai suatu proses untuk mengetahui (menguji) apakah suatu kegiatan, proses kegiatan, keluaran suatu program telah sesuai atau belum dengan tujuan atau kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Di dalam dunia pendidikan, penilaian memang dapat diartikan sebagai pemberian nilai atau pertimbangan hasil belajar pembelajar, cara mengajar pendidik, kegiatan belajar mengajar, kurikulum atau program pendidikan.

Sedangkan pengukuran, sebagaimana didefinisikan oleh Naga (2002), adalah pemberian bilangan pada atribut dari subjek (makhluk, benda, peristiwa) menurut aturan. Bilangan yang diberikan itu adalah sekor (data), sedangkan atribut dari subjek itu adalah sasaran ukur (sasaran ukur atribut dan sasaran ukur subjek atau responden). Gronlund (1981) membedakan pengukuran dari evaluasi. Pengukuran menurutnya dipandang sebagai deskripsi perilaku secara kuantitatif, dalam hal ini ia berupa sekor tes.

Dalam proses belajar mengajar, kita akan banyak bersinggungan dengan istilah tes. Tes, secara umum, dipahami sebagai prosedur untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, atau kinerja. Istilah tes tentu digunakan juga di dalam banyak hal. Ada yang dikenal dengan tes bakat di dalam psikologi;

TOEFL(Test of English as a Foreign Language), TOEIC(Test of English for International Communication), IELTS (The International English Language Testing System) di dalam bahasa Inggris; tes tengah semester, tes akhir akhir semester di

dalam pendidikan; dan sebagainya. Istilah tes di sini sering digunakan secara
silih berganti dengan istilah ujian.
Tes sebagaimana didefinisikan di dalam
Webster\u2019s Collegiate adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain

yang mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kapasitas, atau bakat seseorang. Pada definisi lain, para ahli mendefinisikan tes untuk menunjuk pada alat untuk membedakan individu atau kelompok bertalian dengan pengalaman yang dialaminya. Tes di dalam terminologi penelitian sering dianggap sebagai salah satu alat ukur (instrumen) di samping alat ukur lain yang berupa nontes (observasi, skala sikap). Dalam tulisan ini, akan disinggung tes secara khusus, yakni tes bahasa.

Oller (1979) sebelum mendefinisikan tes bahasa telah mengetahui bahwa tes yang dimaksud adalah tes bahasa asing. Dengan demikian definisi yang dimaksud adalah alat yang digunakan untuk menilai seberapa besar seseorang telah belajar bahasa asing tersebut. Bagi kebanyakan sekolah, tes bahasa asing merupakan salah satu tes yang diberikan selain tes bidang studi yang lain. Tes

bahasa sebagaimana tes yang lain merupakan bagian integral di dalam proses belajar mengajar di mana ia diputuskan sebagai penentu yang sesuai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa atau mahasiswa di kelas di dalam suatu periode program pembelajaran. Seiring dengan perkembangan metoda pengajaran bahasa, tes bahasa juga mengalami perubahan yang kini lebih sering terdengar istilah tes bahasa secara komunikatif. Oleh karena itu, pengertian tes bahasa merupakan definisi yang lebih sering digunakan di dalam pembelajaran bahasa yang merupakan rangkaian akhir pembelajaran setelah perhatian pada kurikulum atau silabus dan proses pembelajaran dengan metodanya.

Macam-macam Tes Bahasa

Di dalam banyak literatur tes bahasa, ditemukan sejumlah macam tes bahasa. Namun secara mendasar, sebelum tes diberikan kepada siswa atau mahasiswa, dikenali secara baik alasan-alasan mengapa suatu tes diberikan. Heaton (1990) menyajikan alasan-alasan suatu tes diberikan, yakni mencari kemajuan belajar, memotivasi belajar, menemukan kesulitan belajar, mengetahui prestasi belajar, mengetahui tingkat kemampuan, menyeleksi calon pembelajar, dan mengetahui kelancaran berbahasa.

Manakala tes diberikan dengan alasan untuk mencari kemajuan belajar siswa atau mahasiswa, tes tersebut adalah progress test. Jenis tes ini memiliki karakteristik, seperti kecenderungan 80% - 90% terdapat nilai B (baik) atau A (baik sekali), mencakupi materi yang tidak banyak dalam rentang waktu yang pendek, dan diberikan secara sedikit tidak formal. Jenis tes ini juga dapat dimaksudkan untuk mencari kesulitan belajar siswa atau mahasiswa. Ini berarti bahwa tes ini selain sebagai alat untuk memotivasi belajar juga mencari materi- materi yang masih lemah dikuasai. Harapan bahwa nilai sebagian besar siswa atau mahasiswa tinggi, ternyata yang ditemui sebaliknya, maka tes ini pun digunakan sebagai alat ukur untuk mendeteksi kesulitan belajar. Dengan demikian, siswa atau mahasiswa mampu melakukan perbaikan dalam masa pengayaan (remedial teaching) sehingga ketinggalan materi ajar dapat diikuti. Secara sederhana, progress test pada saat tertentu dapat berfungsi sebagai

diagnostic test. Waktu pelaksanaannya sama dengan progress test, hanya saja
diagnostic test sedikit lebih formal sehingga persiapannya pun sedikit lebih baik.

Sedangkan jenis tes yang dimaksudkan untuk mengetahui prestasi belajar siswa atau mahasiswa, tes formatif atau tes sumatif atau lebih dikenal dengan tes tengah semester atau tes akhir semester biasa diberikan. Karakteristik antarkeduanya sedikit berbeda. Tes formatif mencakupi jumlah materi yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang ada pada tes sumatif. Tes formatif

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rey Hermanses liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->