sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang dilarang oleh Islam untuk menjalani puasa (Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasriq)
Makanan dan Pakaian
KH A. Wahid Hasyim termasuk orang besar yang tidak pernah menyusahkan dirimaupun orang lain dalam masalah makanan. Tentang makanan Nabi Besar Muhammad SAW bersabda, ”Kami adalah golongan orang-orang yang makan bilamerasa lapar dan jika makan pun tidak sampai kenyang.”Jika kebetulan dalam perjalanan KH A. Wahid Hasyim harus makan dalam sebuahrestoran dan memesan berbagai jenis makanan ”kelas berat” aneka ragam, makatujuannya hanyalah untuk menyenangkan teman dalam perjalanan. Termasuk biladi rumah, hanyalah untuk menghormati tamu saja.Pada suatu hari KH Syaifuddin Zuhri menyertai KH A. Wahid Hasyim dalamsuatu perjalanan perjuangan ke daerah Jawa Barat. Seharian penuh keduanyadisibukkan dengan acara-acara yang sangat padat, sekalipun demikian, KH A.Wahid Hasyim tetap berpuasa (sunnat). Ketika tiba di hotel, waktu sahur telahdatang, sementara KH Syaifuddin Zuhri baru menyadari kelengahannya. KHSyaifuddin Zuhri lupa menyediakan santapan sahur bagi KH A. Wahid Hasyim.Di atas meja ada sebutir telur rebus dari sisa santapan sahur kemarin dan segelasteh bagian KH Syaifuddin Zuhri ketika sore. Dengan sebutir telur dan segelas tehitulah KH A. Wahid Hasyim bersahur. Padahal bila KH A. Wahid Hasyim maulebih dari itu, KH Syaifuddin Zuhri masih bisa membelikannya di sebuah warungdekat hotel yang masih melayani para pembeli. Di sana masih bisa dipesan nasigoreng, sate ayam, gado-gado dan sebagainya. Namun KH A. Wahid Hasyim tidak memperdulikan tawaran KH Syaifuddin Zuhri.Jawaban KH A. Wahid Hasyim hanya, ”Ah besok toh lapar juga sepanjang hari.”Sebutir telur itu bahkan hendak dibagi dengan KH Syaifuddin Zuhri, demi”keadilan Sosial” katanya. Tetapi tentu saja KH Syaifuddin Zuhri tolak, toh KHSyaifuddin Zuhri tidak selalu puasa sunnat serutin KH A. Wahid Hasyim. Sambilmenyelesaikan sebutir telur yang satu-satunya untuk sahur itu KH A. WahidHasyim berucap, ”Kita berlapar-lapar supaya tidak melupakan nasib kaum lapar,”yang dimaksud adalah pada hari kiamat kelak.