10
BAB IIISI
A.
Analisis Pancasila Sebagai Sumber Nilai1.Pengertian Nilai
Pada
kamus ilmiah populer
dijelaskan bahwa nilai adalah tentang apayang baik, benar, bijaksana, dan apa yang berguna, sifatnya lebih abstrakdari norma. Sedangkan
Nursal Luth dan Daniel Fernandes
mengatakanbahwa nilai adalah perasaan-perasaan tentang apa yang di inginkan atautidak diinginkan yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yangmemiliki nilai itu. Nilai bukanlah soal benar atau salah, tetapi soaldikehendaki atau tidak, disenangi atau tidak. Nilai merupakan kumpulansikap dan perasaan-perasaan yang selalu diperhatikan melalui perilakuoleh manusia. Dari beberapa pengertian nilai di atas, dapat dipahamibahwa nilai adalah kualitas ketentuan yang bermakna bagi kehidupanmanusia perorangan, masyarakat, bangsa, negara.
Nietzche
mengatakan nilai adalah tingkat atau derajat yangdiinginkan oleh manusia. Nilai yang merupakan tujuan dari kehendakmanusia yang benar sering ditata menurut susunan tingkatannya, dimulaidari bawah, yaitu nilai hedonis (kenikmatan), nilai utilitaris (kegunaan),nilai biologis (kemuliaan), nilai diri estetis (keindahan, kecantikan), nilai-nilai pribadi (sosial, baik), dan yang paling atas adalah nilai religius(kesuciaan).
a. Ciri-ciri nilai
1.
Nilai-nilai yang mendarah daging (
internalized value
)
Yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian bawah sadar atauyang mendorong timbulnya tindakan tanpa berfikir lagi. Biladilanggar maka akan timbul perasaan malu atau bersalah yangmendalam dan sukar dilupakan, misalnya orang yang taatberagama akan menderita beban mental apabila melanggar salahsatu norma yang ada dalam agamanya.
2.Nilai yang dominan