Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
244Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS PROKSIMAT

ANALISIS PROKSIMAT

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 15,652 |Likes:
Published by romi0286s

More info:

Published by: romi0286s on Aug 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2014

pdf

text

original

 
PENDAHULUANAnalisis proksimat
adalah suatu metoda analisis kimia untuk mengidentifikasikandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat pada suatu zatmakanan dari bahan pakan atau pangan. Analisis proksimat memiliki manfaat sebagai penilaian kualitas pakan atau bahan pangan terutama pada standar zat makanan yangseharusnya terkandung di dalamnya. Selain itu manfaat dari analisis proksimat adalahdasar untuk formulasi ransum dan bagian dari prosedur untuk uji kecernaan.Zat gizi sangat diperlukan oleh hewan untuk pertumbuhan, produksi, reproduksi, danhidup pokok. Makanan ternak berisi zat gizi untuk kebutuhan energi dan fungsi-fungsidi atas. Tetapi setiap ternak kandungan zat gizi yang dibutuhkannnya berbeda-beda.Suatu keuntungan bahwa zat gizi, selain mineral dan vitamin tidak sendiri-sendirimempunyai sifat kimia. Zat sumber energi dapat digolongkan misalnya dari sumber karbohidrat yang mempunyai kandungan kimia karbon, hydrogen dan oksigen.Sedangkan protein terdiri dari asam amino dan berisi ± 16 % nitrogen.
Tujuan
Dalam melakukan praktikum ini kami memiliki beberapa tujuan yaitu :• Praktikum ini memiliki tujuan untuk mengeahui kandungan zat makanan dari bahan pakan yang akan diuji.• Praktikum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktikan dalam menganalisis proksimat baik meliputi pengetahuan dasar dan aplikasinya.
PROSEDUR KERJA2.1 Penentuan Kadar Aira. Prinsip
Menguapkan air yang terdapat dalam bahan dengan oven dengan suhu 100°-105°Cdalam jangka waktu tertentu (3-24 jam) hingga seluruh air yang terdapat dalam bahanmenguap atau penyusutan berat bahan tidak berubah lagi.Air (%) = berat awal bahan-berat akhir bahan setelah dioven--------------------------------------------------- x 100% berat awal bahan
b. Alat dan Bahan
• Oven listrik • Timbangan analitik • Cawan aluminium• Eksikator • Tang penjepit
c.Prosedur
•Keringkan cawan aluminium dalam oven selama 1 jam pada suhu 100°-105°C•Kemudian dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang beratnya (catatsebagai A gram)•Tambahkan ke dalam cawan aluminium tersebut sejumlah sample/bahan lebih kurang
 
2-5 gram, timbang dengan teliti. Dengan demikian berat bahan/sample dapat diketahuidengan tepat (catat sebagai B gram). Bila menggunakan timbangan analitik digitalmaka dapat diketahui berat sampelnya dengan menset zero balans, yaitu setelah berataluminium diketahui beratnya dan telah dicatat, kemudian dizerokan sehingga penunjuk angka menjadi nol, lalu sampel langsung dimasukkan ke dalam cawan dankemudian timbang beratnya dan catat sebagai C gram.•Masukkan cawan+sampel ke dalam oven selama 3 jam pada suhu 100°-105°Csehingga seluruh air menguap. (Atau dapat pula dimasukkan dalam oven dengan suhu60°C selam 48 jam)•Masukkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang. Ulangi pekerjaan ini daritahap no 4 dan 5, sampai beratnya tidak berubah lagi. Catat sebagai B gram.•Setiap kali memindahkan cawan aluminium baik berisi sampel atau tidak gunakantang penjepit.
2.2 Penentuan Kadar Abua.Prinsip
Membakar bahan dalam tanur (furnace) dengan suhu 600°C selama 3-8 jam sehinggaseluruh unsur pertama pembentuk senyawa organik (C,H,O,N) habis terbakar dan berubah menjadi gas. Sisanya yang tidak terbakar adalah abu yang merupakankumpulan dari mineral-mineral yang terdapat dalam bahan. Dengan perkataan lain,abu merupakan total mineral dalam bahan.Abu (%) =
b. Alat dan Bahan
•Cawan porselen 30 mL•Pembakar bunsen atau hot plate•Tanur listrik •Eksikator •Tang penjepit
c.Prosedur
• Keringkan cawan porselen ke dalam oven selama 1 jam pada suhu 100°-105°C.• Dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang, catat sebagai A gram• Masukkan sejumlah sampel kering oven 2-5 gram ke dalam cawan, catat sebagai Bgram• Panaskan dengan hot plate atau pembakar bunsen sampai tidak berasap lagi• Masukkan ke dalam tanur listrik dengan temperatur 600-700°C, biarkan beberapalama sampai bahan berubah menjadi abu putih betul. Lama pembakaran sekitar 3-6 jam• Dinginkan dalam eksikator kurang lebih 30 menit dan timbang dengan teliti, catatsebagai C gram• Hitung kadar abunya!
2.3 Penentuan Kadar Protein Kasara.Prinsip
Penetapan nilai protein kasar dilakukan secara tidak langsung, karena analisis inididasarkan pada penentuan kadar nitrogen yang terdapat dalam bahan. Kandungannitrogen yang diperoleh dikalikan dengan angka 6,25 sebagai angka konversi menjadinilai protein. Nilai 6,25 diperoleh dari asumsi bahwa protein mengandung 16%nitrogen(perbandingan protein : nitrogen =100 :16 = 6,25:1).
 
Penentuan nitrogen dalam analisis ini melalui tiga tahapan analis kimia:
Destruksi
Yaitu menghancurkan bahan menjadi komponen sederhana, sehingga nitrogen dalam bahan terurai dari ikatan organiknya. Nitrogen yang terpisah diikat oleh H2SO4menjadi (NH4)2SO4.
Destilasi
Pengikatan komponen organik tidak hanya kepada nitrogen saja, tetapi juga terhadapkomponen lain, oleh karena itu nitrogen harus diisolasi. Untuk melepaskan nitrogendalam larutan hasil destruksi adalah dengan membentuk gas NH3. Pemberian NaOH40% akan merubah (NH4)2SO4 menjadi NH4OH. NH4OH bila dipanaskan akan berubah menjadi gas NH3 dan air, yang kemudian dikondensasi. NH3 akhirnyaditangkap oleh larutan asam borat 5% membentuk (NH4)3BO3.
Titrasi
 Nitrogen dalam (NH4)3BO3 ditentukan jumlahnya dengan cara dititrasi dengan HCl.Protein kasar (%) =
b.Alat dan Bahan
Alat :• Labu Kjeldahl 300 mL• Satu set alat estilasi• Erlenmeyer 250 cc• Buret 50 cc skala 0,1 mL• Timbangan analitik Bahan ( zat kimia) :• Asam Sulfat pekat• Asam Chorida ( yang sudah diketahui normalitasnya)• Natrium Hydroxsida 40%• Katalis campuran (yang dibuat dari CuSO4.5H2O dan K2SO4 dengan perbandingan1:5• Asam borax 5%• Indikator campuran ( brom cresolgreen : Methyl merah = 4 : 5. sebanyak 0,9 gramcampuran dilarutkan dalam alkohol 100 mL)
c.ProsedurDestruksi
• Timbang contoh sampel kering oven sebanyak ± 1 gram ( catat sebagai A gram).• Masukan ke dalam labu kjeldhal dengan hati-hati, dan tambahkan 6 gram kataliscampuran.• Tambah 20 mL Asam Sulfat pekat.• Panaskan dalam nyala api kecil di lemari asam. Bila sudah tidak berbuih lagidestruksi diteruskan dengan nyala api yang besar.• Destruksi sudah di anggap selesai bila larutan sudah berwarna hijau jernih, setelahitu dinginkan.
Destilasi
• Siapkan alat destilasi selengkapnya, pasang dengan hati-hati jangan lupa batu didih,vaselin dan tali pengaman• Pindahkan larutan hasil destruksi ke dalam labu didih, kemudian bilas denganaquades sebanyak lebih kurang 50 mL.• Pasangkan erlenmeyer yang telah diisi asam borax 5% sebanyak 5 mL untuk 

Activity (244)

You've already reviewed this. Edit your review.
Adira Nurul liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Hasrul Nugraha liked this
Akbar De Nayaka liked this
brentoz liked this
Dhio Franca liked this
theresiaa_1 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->