Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Traksi Ekstrimitas Bawah.docx

Traksi Ekstrimitas Bawah.docx

Ratings: (0)|Views: 24|Likes:
Published by Erfan Nasrullah
konsep traksi ektrtimitas bawah
konsep traksi ektrtimitas bawah

More info:

Published by: Erfan Nasrullah on Nov 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

 
Traksi Ekstrimitas Bawah 1.
 
Bryant Traction
Indikasi
Traksi ini digunakan pada kasus fraktur femur pada bayi di bawah dua tahun atau bobot <30 lbs (14 kg). Traksi ini juga digunakan untuk stabilisasi sendi panggul bila penggunaan cast tidak diindakasikan. Traksi dilakukan pada kedua kaki walaupun patologi hanya terjadi pada salah satu kaki. Hal ini berguna untuk mencegah rotasi dan memberikan stabilisasi yang lebih baik (Byrne, 2005)
Resiko
Traksi ini dapat mengakibatkan gangguan sirkulasi yang berujung pada kontraktur Volkmann pada telapak kaki dan tungkai bawah (Brooker, 1980). 2.
 
Buck’s Unilateral Leg Tractio
n Traksi ini memberikan immobiliasi parsial dengan gaya traksi yang ringan pada punggung bawah, panggul, femur dan lutut (Brooker, 1980).Traksi ini dapat digunakan untuk trial treatment of nerve root disorder, sciatica, spasme otot, minor fractures pada lower spine, stabilisasi sementara pada fraktur hip atau femoral shaft, degenerative arthritis dan cedera lutut. Pada traksi ini pasien diposisikan dengan punggung datar dan elavasi bagian kaki (Byrne, 2005).
Resiko
Pemasangan traksi ini dapat mengakibatkan edema distal, obstruksi vascular,
 peroneal nerve  palsy 
, nekrosi kulit pada tonjolan tulang dan pada tendon Achilles (Brooker, 1980). . 3.
 
Ninety Degrees Traction Through Distal Femur
Indikasi
Traksi ini digunakan terutama pada manajemen konservatif subtrochanter dan sepertiga proximal femur pada usia 5-15 tahun dan fraktur sepertiga tengah pada anak usia 10 tahun.
 
Traksi ini jarang diindikasikan pada dewasa muda oleh karena pada usia ini penggunaan traksi dapat mengakibatkan kontraktur fleksi hip atau kekakuan lutut (Brooker, 1980).
Resiko
Penggunaan traksi ini dapat mengakibatkan kekakuan sendi, kontratur fleksi pada hip terutama pada pasien dewasa. Penempatan pin yang salah dapat mengakibatkan kontaminasi pada sendi lutut, cedera pada
epiphyseal growth plate
 dan
 
cedera neurovaskular. Infeksi dapat terjadi pada pin skeletal. Traksi yang berlebihan dapat mengakibatkan angulasi, valgus atau distraksi pada tempat fraktur. Angulasi valgus sering terjadi bila traksi terlalu besar sehingga pantat terangkat dari tempat tidur (Brooker, 1980). 4.
 
Unilateral Leg Splint menggunakan Bohler Braun Traksi ini dapat digunakan pada kasus comminuted fractures, unstable fractures dari tibia atau femur. Traksi ini dapat diaplikasikan menggunakan skin ataupun skeletal traction (Byrne, 2005). Pada traksi ini bias diberikan beban seberat 3,2
 –
 4,5 kg. Prinsip dari traksi ini adalah sudut antara femur dengan tempat tidur yang datar adalah 45
o
dan
arah gaya (beban) searah dengan sumbu femur. Komplikasi yang bias timbul dari traksi ini adalah Bowing. 5.
 
Hamilton Russel Traction Prinsip dari traksi ini adalah menggunakan resulatan dua gaya yang bekerja pada sumbu femur. Traksi ini digunakan pada kasus fraktur femoral shaft, hip, dan beberapa kasus cedera lutut (Byrne, 2005)
 
 6.
 
Balanced Suspension Traction dengan Thomas Leg Splint dan Pearson Attachment Traksi ini digunakan untuk mendapatkan atau mempertahankan panjang tungkai pada fraktur femur dua pertiga distal pada anak diatas 12 tahun dan dewasa. Traksi ini sangat baik digunakan pada frakur dengan
severe displacement, instablity
atau
comminution
. Pasien masih dapat menggerakkan tungkainya tanpa mengganggu traksi (Brooker, 1980).
Resiko
Resiko terpenting adalaha terjadinya
 foot drop
 yang merupakan akibat dari penekanan dari nervus peroneus dibelakang caput fibula. Penekanan ini terjadi apabila splint atau Pearson attachment mengalami
displacement
kearah distal. Infeksi dapat terjadi pada lokasi pin (Brooker, 1980). 7.
 
Distal Tibial Skeletal Traction
Indikasi
Traksi ini sangat berguna pada manajemen konservatif untuk fraktur tibial plateau namun bila fragmen fraktur lebih sedikit dan besar maka
open reduction internal fixation
dengan early mobilisasi lebih ideal dan traksi dapat diterapkan paska operasi. Jika fragmen terlalu kecil dan dalam jumlah banyak maka traksi ini sangat membantu sebelum memasang casting. Sistem traksi ini memungkinkan pergerakan pasien sementara gaya traksi tetap dipertahankan (Brooker, 1980).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->