Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Case Report Asma.doc 2

Case Report Asma.doc 2

Ratings: (0)|Views: 6|Likes:
Published by Insan Gahayu

More info:

Published by: Insan Gahayu on Nov 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2014

pdf

text

original

 
 Laporan kasus
ASMA BRONKIAL
OLEHIFTAHILLAH0708120383Pembimbing :dr !"r#i"rd$% S&P
KEPANITRAAN KLINIK SENIOR BA'IAN ILM( PEN)AKIT *ALAM+P(LMONOLO'IFAK(LTAS KE*OKTERAN (NI,ERSITAS RIA(RS(* ARIFIN A-HMA* PEKANBAR(
 
ASMA BRONKIAL
1 *e#ini.i
Asma merupakan penyakit gangguan inflamasi kronis saluran pernapasann yang dihubungkan dengan hiperresponsif, keterbatasan aliran udara yang
reversible
dan gejala pernapasan.
1
 Asma didefinisikan menurut ciri-ciri klinis, fisiologis dan patologis. Ciri-ciri klinis yang dominan adalah riwayat episode sesak, terutama pada malam hari yang sering disertai batuk. Pada pemeriksaan fisik, tanda yang sering ditemukan adalah mengi. Ciri-ciri utama fisiologis adalah episode obstruksi saluran napas, yang ditandai oleh keterbatasan arus udara pada ekspirasi. Sedangkan ciri-ciri patologis yang dominan adalah inflamasi saluran napas yang kadang disertai dengan perubahan struktur saluran napas.
2E&idemi//gi
Asma bronkial merupakan salah satu penyakit alergi dan masih menjadi masalah kesehatan baik di negara maju maupun di negara berkembang. Pre!alensi dan angka rawat inap penyakit asma bronkial di negara maju dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Perbedaan pre!alensi, angka kesakitan dan kematian asma  bronkial berdasarkan letak geografi telah disebutkan dalam berbagai penelitian. Selama sepuluh tahun terakhir banyak penelitian epidemiologi tentang asma  bronkial dan penyakit alergi berdasarkan kuisioner telah dilaksanakan di berbagai  belahan dunia. Semua penelitian ini walaupun memakai berbagai metode dan kuisioner namun mendapatkan hasil yang konsisten untuk pre!alensi asma  bronkial sebesar "-1"# pada populasi umum dengan pre!alensi lebih banyak  pada wanita dibandingkan laki-laki. $i %ndonesia belum ada data epidemiologi yang pasti namun diperkirakan berkisar &-'#.
&
$ua pertiga penderita asma bronkial merupakan asma bronkial alergi (atopi) dan "*# pasien asma bronkial berat merupakan asma bronkial atopi. Asma  bronkial atopi ditandai dengan timbulnya antibodi terhadap satu atau lebih alergen
 
seperti debu, tungau rumah, bulu binatang dan jamur. Atopi ditandai oleh  peningkatan produksi %g+ sebagai respon terhadap alergen. Pre!alensi asma  bronkial non atopi tidak melebihi angka 1*#.
 
Asma bronkial merupakan interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan lingkungan. $ata pada penelitian saudara kembar monoigot dan diigot, didapatkan kemungkinan kejadian asma bronkial diturunkan sebesar *-*#.
&
3P"/gene.i.
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis yang melibatkan beberapa sel. Pada asma terjadi mekanisme hiperresponsif bronkus dan inflamasi, kerusakan sel epitel, kebocoran mikro!askuler, dan mekanisme saraf. /iperresponsif bronkus adalah respon bronkus yang berlebihan akibat berbagai rangsangan dan menyebabkan penyempitan bronkus. Peningkatan respon bronkus biasanya mengikuti paparan alergen, infeksi !irus pada saluran nafas atas, atau paparan  bahan kimia. /iperesponsif bronkus dihubungkan dengan proses inflamasi saluran napas. Pemeriksaan histopatologi pada penderita asma didapatkan infiltrasi sel radang, kerusakan epitel bronkus, dan produksi sekret yang sangat kental. 0eskipun ada beberapa bentuk rangsangan, untuk terjadinya respon inflamasi  pada asma mempunyai ciri khas yaitu infiltrasi sel eosinofil dan limfosit  disertai  pelepasan epitel bronkus.
 2
3erusakan sel epitel saluran napas dapat disebabkan oleh karena
basic  protein
yang dilepaskan oleh eosinofil atau pelepasan radikal bebas oksigen dari  bermacam-macam sel inflamasi dan mengakibatkan edema mukosa. Sel epitel sendiri juga mengeluarkan mediator. 3erusakan pada epitel bronkus merupakan kunci terjadinya hiperresponsif bronkus, ini mungkin dapat menerangkan berbagai mekanisme hiperresponsif bronkus oleh karena paparan oon, infeksi !irus, dan alergen.
 
3erusakan epitel mempunyai peranan terhadap terjadinya hiperresponsif  bronkus melalui cara pelepasan epitel yang menyebabkan hilangnya pertahanan, sehingga bila terinhalasi, bahan iritan akan langsung mengenai submukosa yang seharusnya terlindungi. Pelepasan epitel bronkus meningkatkan kepekaan otot  polos bronkus terhadap bahan spasmogen.
 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->