Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LABORATORIUM _ Perspektif Teknologi Pembelajaran.pdf

LABORATORIUM _ Perspektif Teknologi Pembelajaran.pdf

Ratings: (0)|Views: 92|Likes:
Published by Gus Edi
fteknologi
fteknologi

More info:

Published by: Gus Edi on Nov 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

 
(http://www.tp.ac.id/)
LABORATORIUM : Perspektif Teknologi Pembelajaran ()
Oleh: Mustaji, Teknolog Pembelajaran
Disajikan Dalam Workshop Penyusunan Panduan Penggunaan LaboratoriumDi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri SurabayaRabu, 23 Desember 2009
A. Pengertian
Dalam dunia pendidikan disadari perlunya menghubungkan antara teori dan praktek. Prinsip-prinsip akan dikaji dalam praktek. Apa yangterdapat dalam pengalaman praktek dicari dasar-dasarnya dalam teori, dalam prinsip-prinsip. Hubungan antara teori dan praktekseyoginya bersifat berlapis-lapis yang integratif, di mana teori dan praktek secara bergantian dan bertahap saling isi mengisi, salingmencari dasar, dan saling mengkaji. Sehubungan kaitan antara teori dan praktek inilah laboratorium dan fasilitas lain dalam prosesbelajar-mengajar patut mendapat perhatian. Di laboratorium berlangsung kegiatan kerja laboratorium (
laboratory work 
).Laboratorium ialah tempat untuk melatih mahasiswa dalam hal keterampilan melakukan praktek, demonstrasi, percobaan, penelitian, danpengembangan ilmu pengetahuan. Laboratorium yang dimaksud di sini tidak hanya berarti ruangan atau bangunan yang dipergunakanuntuk percobaan ilmiah, misalnya dalam bidang sains (
science
), biologi, kimia, fisika, teknik, dan sebagainya; melainkan juga termasuk tempat aktivitas ilmiahnyasendiri baik berupa percobaan/eksperimen, penelitian/riset, observasi, demontrasi yang terkait dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan kata lain “laborary work”adalah kegiatan (kerja) ilmiah dalam suatu tempat yang dilakukan oleh mahasiswa atau guru/dosen atau pihak lain, baik berupa praktikum, observasi, penelitian,demonstrasi dan pengembangan model-model pembelajaran yang dilakukan dalam rangka kegiatan belajar-mengajar.Jadi pengertian laboratorium tidak hanya termasuk di dalamnya gedung atau ruang dan peralatannya, seperti misalnya laboratorium kimia, fisika, teknik, dansebagainya. Akan tetapi pengertian laboratorium termasuk juga sekolah/kelas dan bahkan masyarakat sendiri. Lembaga kemasyarakatan, alam sekitar jugamerupakan laboratorium. Ia merupakan sumber belajar dan media dalam proses belajar-mengajar yang tidak akan habis.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang disebut “laborary work” adalah kegiatan kerja ilmiah yang dilakukan dalam sebuah laboratorium. Untukmemberikan pemahaman yang sistemik berikut beberapa pengertian laboratorium yang dapat diartikan dalam bermacam-macam segi :Laboratorium dapat merupakan wadah yaitu tempat, gedung, ruang dan segala macam alat/perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan ilmiah. Dalam hal inilaboratorium dilihat sebagai perangkat keras (
hardware
).1.Laboratorium dapat merupakan sarana media di mana dilakukan kegiatan belajar-mengajar. Dalam pengertian ini laboratorium dilihat sebagai perangkat lunak(
software
) dalam kegiatan ilmiah.2.Laboratorium dapat diartikan sebagai pusat kegiatan ilmiah untuk menemukan kebenaran ilmiah dan penerapannya.3.Laboratorium dapat diartikan sebagai pusat inovasi. Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sebuah laboratorium diadakanlah kegiatan ilmiah;eksperimentasi sehingga dapat diperoleh temuan-temuan baru dalam bidang keilmuan yang membawa pembaharuan baik itu berupa mesin-mesin,bahan-bahan baru, cara-cara kerja, dan sebagainya.4.Dilihat dari segi “clientele” maka laboratorium merupakan tempat di mana mahasiswa atau dosen atau pihak lain melaksanakan kegiatan kerja ilmiah dalamrangka kegiatan belajar-mengajar.5.Dilihat dari segi kerjanya laboratorium merupakan tempat di mana dilakukan kegiatan kerja untuk menghasilkan sesuatu. Dalam hal demikian ini bidang tekniklaboratorium dapat diartikan sebagai bengkel kerja.6.Dilihat dari segi hasil yang diperoleh maka laboratorium dengan segala saran adan prasarana yang dimiliki dapat merupakan dan berfungsi sebagai pusatsumber belajar (PSB).7.
B. Macam Laboratorium
Macam ragam laboratorium dapat dilihat dari beberapa segi. Dilihat dari segi pendekatannya ada beberapa macam, yakni (1) Persobalized Sytem of Instruction(PSI), (2) Audio Tutorial Method (A-T), (3) Computer Assisted Learning (CAL), (4) Learning Aids Laboratory (LAL), (5) Modular Laboratory (M-L), (6) IntegratedLaboratory (IL), (7) Project Work, dan (8) Participation in Research (PIR)
Personalized System of Instruction
“Personalized System of Instruction” (PSI) ditemukan oleh Keller (1968) merupakan pendekatan baru dalam bidang pembelajaran. Oleh karena itu PSI sering disebut“The Keller Plan”. Karakteristik dari PSI adalah sebagai berikut :Kemajuan mahasiswa berdasarkan berdasar pada langkahnya sendiri, didasarkan pada irama kerjanya. Ada yang cepat dan berinisiatif tinggi, ada yangsedang-sedang saja, dan ada pula yang lamban dengan semboyan ”biar lambat asal selamat”.1.
LABORATORIUM : Perspektif Teknologi Pembelajaranhttp://pasca.tp.ac.id/site/laboratorium-perspektif-teknologi-pembelajaran1 of 67/24/2013 3:35 PM
 
Sebelum mempelajari unit berikutnya, mahasiswa harus membuktikan terlebih dahulu penguasaannya terhadap pembelajaran dan unit yang sudahdipelajarinya dengan membuat satu atau beberapa tes.2.Pelaksanaan perkuliahan yang dijalankan lebih dianggap memberikan motivasi serta dapat memberikan informasi atau tambahan pengetahuan.3.Staf pengajar bukan hanya dosen, tetapi juga mahasiswa senior yang berfungsi sebagai tutor.4.Materi pembelajaran dibagi dalam unit-unit yang masing-masing terdiri dari : (1) pengantar, (2) tujuan pembelajaran, (3) kegiatan pembelajaran, dan (4)serangkaian pertanyaan yang berfungsi untuk memperdalam materi yang telah dipelajari Apabila seorang mahasiswa merasa sudah siap mempelajari unit selanjutnya yang dibuktikan dengan kelulusan dari tes unit yang telah lalu, makamahasiswa tersebut dapat terus maju ke unit yang selanjutnya. Sebaliknya dengan kegagalan menempuh tes unit yang lalu, maka terbukti masih adanyakekurangsiapan mahasiswa tersebut untuk mengambil unit yang berikutnya. Akibatnya ialah mahasiswa tersebut diwajibkan mempelajari kembali testersebut dengan bimbingan tutor sebelum menempuh tes sekali lagi.1.Ternyata sistem tersebut di atas memakai “feedback mecanism” dalam arti hasil tes seorang mahasiswa merupakan umpan balik sejauh mana mahasiswasudah atau belum memiliki pengusaan atas materi dari unit yang telah dipelajarinya.2.Dilihat dari segi tujuan pembelajaran dapat tersimpul karakteristiknya bahwa tujuan pembelajarannya bersifat “behavioral”.3.Biasanya “Criterion Referenced Testing” yang dipakai untuk menilik penguasaan mahasiswa atas bahan yang telah dipelajarinya.4.5.
Audio Tutorial Method
Pendekatan Audio Tutorial Method (A-T) ini semula dikembangkan oleh Portlethwart (1969-1972) yang merupakan metode dalam pembelajaran biologi di PurdueUniversity. Materi atau bahan pembelajaran dibagi-bagi ke dalam bagian-bagian untuk satu minggu lamanya yang berisi teori maupun praktek. Bahan tersebutdimasukkan ke dalam kaset, di mana setiap mahasiswa dengan manempati tempat yang tertentu (semacam “booth” dalam laboratorium bahasa) belajar melaluikaset dengan peralatan laboratorium lain yang tersedia.Karakteristik dari pendekatan “Audio Tutorial Method” ini adalah :Pendekatan dengan media “audio tutorial” ini dipakai untuk mengatasi besarnya kelas/jumlah mahasiswa dengan memberikan bimbingan dalam pita kaset.Program belajar adalah didasarkan pada irama kerja atau kecepatan maju mahasiswa sendiri1.Dilihat dari segi tertentu ceramah yang dikasetkan dalam bentuk program bimbingan bersifat memberikan motivasi saja.2.Diperlukan umpan balik kerja mahasiswa untuk dapat mengetahui apakah mahasiswa tersebut dapat melanjutkan belajarnya pada bagian yang berikut denganmenempuh serangkaian tes.3.Tujuan yang diumumkan bersifat “behavioral”.4.Dipakai “Criterion Referenced Testing”.5.Terdapat integrasi antara teori dan praktek.6.Dalam hal ini kaset dapat digolongkan sebagai media.7.
Computer Assisted Learning
Istilah “Computer Assisted Learning (CAL)” sering dipakai di kalangan buruh dalam kerajaan Inggris, sedang istilah lain dengan isi yang sama adalah “Computer  Assisted Learning (CAL)” yang sering dipakai di kalangan guru-guru di Amerika Serikat. Komputer dalam pendekatan ini dipakai sebagai sarana atau media belajar.Seringkali komputer untuk membuat model atau simulasi suatu situasi atau suatu proses yang baik mungkin tersedia untuk dipelajari mungkin karena mahalnya ataukarena kelangkaannya, sehingga tidak mungkin untuk memperoleh pengalaman langsung dari padanya. Perananan dosen digantikan oleh komputer karena dapatmengisi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada guru/dosen tersebut.Karakteristik dari “Computer Assisted Learning” sebagai berikut :Mahasiwa dapat belajar menurut irama kerjanya.1.Diperlukan balikan untuk memungkinkan segera mengetahui apakah seseorang memenuhi penguasaan atas materi atau untuk menentukan dapat atautidaknya belajar bagian yang berikutnya.2.Komputer berfungsi sebagai tutor baik sebagai pemberi informasi, pemberi tugas, pemberi tes, dan menilai hasil tes serta menentukan hasil yang dicapai olehmahasiswa.3.Selain sebagai tutor, komputer juga berfungsi sebagai simulator, sebagai model yang memberikan kepada mahasiswa fasilitas untuk berhitung simulasi,model-model, dan pemecahan masalah.4.
Learning Aids Laborary
“Learning Aids Laborary (LAL)” dapat dirumuskan sebagai pusat di mana mahasiswa terlibat dalam belajar secara individual dengan memakai sarana atau peralatanyang ada dalam laboratorium, misalnya AVA, komputer, pameran, percobaan sendiri atau studi referensi.Keberhasilan belajar dengan pendekatan LAL ini sangat tergantung pada motivasi mahasiswa itu sendiri, karena peralatan dalam laboratorium, baik yang “hardware”maupun “software”nya tergantung pada niat, kemampuan, dan irama kerja dari mahasiswa sendiri. Laboratorium di sini hanya berfungsi sebagai media belajar-mengajar.Karakteristik dari “Learning Aids Laborary” adalah : Amat tergantung dari irama kerja mahasiswa.1.Dapat membangkitkan minat dan perhatian mahasiswa.2.Seperti kerja laboratorium yang lain mahasiswa dapat menghubungkan dan mengintegrasikan antara teori dan praktek.3.Peralatan yang tersedia dalam laboratorium berfungsi sebagai media.4.
LABORATORIUM : Perspektif Teknologi Pembelajaranhttp://pasca.tp.ac.id/site/laboratorium-perspektif-teknologi-pembelajaran2 of 67/24/2013 3:35 PM
 
Modular Laborary
Yang disebut dengan “Modular Laborary (M-L)” adalah laboratorium, di mana mahasiswa, dosen atau orang lain dapat melakukan kegiatan praktek (dalam artibelajar) dengan menggunakan modul-modul yang tersedia. Yang dimaksud dengan modul adalah suatu unit yang berdiri sendiri dari rangkaian suatu perencanaanyang berseri dalam kegiatan pelajaran yang direncanakan untuk membantu mahasiswa dalam melaksanakan sesuatu hal yang tertentu akan lebih obyektif.Sedangkan modul itu sendiri dimaksudkan sebagai suatu paket kurikulum yang disediakan untuk dapat dipakai belajar sendiri.Penggunaan modul sebagi metode belajar-mengajar yang bersifat inovatif antara lain dimaksudkan untuk mengatasi jumlah kelas yang sulit diperhatikan perbedaan-perbedaan individual dari mahasiswa.Karakteristik “Modular Laborary” sebagai suatu belajar-mengajar antara lain adalah :Sistem modul memungkinkan mahasiswa belajar berdasarkaan irama kerja yang dimilikinya.1.Menurut penguasaan (mastery learning) atas apa yang telah dipelajarinya sebelum berpindah ke modul yang lebih lanjut.2.Dibutuhkan balikan yang dapat menentukan apakah mahasiswa tersebut sudah siap mempelajari modul berikutnya, yaitu berdasarkan hasil tes yang telahditempuhnya.3.Tujuan khusus pembelajaran biasanya dirumuskan “behavioral”.4.Terdapat “Criterion Referenced Testing” untuk menentukan kesiapan mahasiswa mengambil modul berikutnya.5.Fungsi modul di sini adalah sebagai media dalam proses belajar-mengajar.6.
Integrated Laborary
“Integrated Laborary (IL)” adalah laboratorium yang terintegrasi berusaha mengintegrasikan, menyatakan disiplin yang terpisah-pisah atau sub-sub disiplin ke dalamsatu paket belajar dengan media laboratorium yang terintegrasikan. Misalnya laboratorium kimia, fisika, dan biologi apalagi disatukan dalam satu paket makamerupakan integrasi dari disiplin ilmu kimia, ilmu fisika, dan ilmu hayat. Yang dipersatukan mungkin pula dalah sub disiplin ilmunya, misalnya kesatuan programlaboratorium untuk kimia organik, kimia anorganik, kimia analitis, dan kimia fisis.Contoh lain, Ilmu Pengetahuan Sosial amat dekat hubungannya dengan Pendidikan Moral Pancasila. Oleh karenaya demi pemakaian laboratorium yang berdayagunadan berhasilguna maka “Integrated Laborary” untuk kedua disiplin atau bidang studi tersebut amat bermanfaat.Karakteristik IL adalah sebagai berikut :Terdapat tumpang tindih antar bidang studi (
interdisciplinary overlap
).1.Terdapat tumpang tindih dalam satu bidang studi (
intradisciplinary overlap
), misalnya laboratorium kimia yang dipakai untuk kimia organik, biokimia, kimiaanalisis, kimia fisis, dan sebagainya.2.Terdapatnya simulasi profesional (profesional simulation).3.Pada karya dalam arti penuh dengan kerja karena didisain untuk dipergunakan bekerja, belajar dalam berbagai bidang studi, disiplin atau sub disiplin ilmu.4.
Project Work (Belajar dengan Bekerja)
Belajar dengan bekerja atau “Project Work” merupakan suatu pengalaman belajar tersendiri, di mana mahasiswa dihadapakan kepada masalah-masalah konkrityang harus dipecahkan. Proyek di sini diartikan sebagai suatu unit praktek dari suatu kegiatan yang memiliki nilai pendidikan untuk menuju kepada satu atau lebihtujuan konkrit dalam hal penyelidikan dan pemecahan masalah yang sering dipakai dalam penggunaan materi fisik, direncanakan untuk disempurnakan olehmahasiswa dan dosen dalam menuju suatu kehidupan nyata yang wajar.Dalam laboratorium “Project Work”, mahasiswa atas nasehat dosen pembimbing memilih satu topik proyek. Atas dasar pilihan itu dipilih kepustakaan untukmendapatkan informasi. Informasi ini merupakan dasar penyusunan rencana kerja untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan terlebih dahulu. Barulah kemudianmenyusul fase kerja lapangan, eksperimen dengan berbagai alat yang tersedia atau bila perlu dibuat terlebih dahulu. Langkah-langkah yang dilaksanakan danmasalah yang timbul serta hasil-hasil yang kerja ilmiah. Selama proses berlangsung, pembimbing proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untukberkonsultasi mengenai masalah-masalah yang dihadapi. Ada tiga tipe dalam “Project Work” , yakni (1) Proyek dipakai sebagai sarana untuk mendapatkan keterampilan dan pengetahuan, (2) Proyek dipakai sebagai alatuntuk secara umum mengembangkan keterampilan dan sikap, dan (3) Orientasi proyek di mana proyeknya sendiri merupakan penentu utama dari isi pembelajaran.Karakteristik daripada “Project Work” ini adalah :Kemajuan mahasiswa ditentukan oleh irama kerjanya.1.Membutuhkan pembimbing.2.Tumpang tindih antar bidang studi (
interdisciplinary overlap
).3.Dapat pula terjadi tumpang tindih dalam satu bidang satu bidang (
intradisciplinary overlap
).4.“profesional simulation”5.Orientasinya pada riset.6.Topik dapat dipilih sendiri oleh mahasiswa.7.Merupakan rencana untuk belajar yang di dalamnya terdapat pengalaman belajar.8.Biasanya dilaksanakan oleh mahasiswa dalam bentuk tim.9.
Participation in Research
LABORATORIUM : Perspektif Teknologi Pembelajaranhttp://pasca.tp.ac.id/site/laboratorium-perspektif-teknologi-pembelajaran3 of 67/24/2013 3:35 PM

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->