_________________________________
www.satudunia.net
Gambar 2 Porong Setelah Muncul Semburan Lumpur Lapindo (sumber http://www.crisp.nus.edu.sg)
“Tenggelamnya alat-alat produksi kami tidak pernah diganti oleh Lapindo,” jelasnya.Derita korban Lapindo itu, menurut Hari, tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah danLapindo. “Saya berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kali ini mendengar suarakami yang sudah dizhalimi selama dua tahun lebih,” katanya.Lain lagi dengan nasib Pak Budiono. Ayah dari seorang balita ini menceritakan kondisikampungnya dan rumahnya setelah muncul semburan lumpur Lapindo. Kampungnyamemang tidak tenggelam oleh lumpur panas, namun dampak mematikan dari lumpur itutelah menghampiri desanya.“Air sumur yang dulunya digunakan untuk mencuci, mandi dan memasak sudah tidak dapat digunakan lagi,” ujarnya “Bukan hanya itu, kini polusi udara akibat semburanlumpur Lapindo juga telah mengancam keselamatan jiwa warga kampung”