Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gerakan Mahasiswa,Terpenjara Dalam Romantisme Sejarah1

Gerakan Mahasiswa,Terpenjara Dalam Romantisme Sejarah1

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 382|Likes:

More info:

Published by: Adi Surya (Ucox Unpad) on Aug 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
GerakanMahasiswa,TerpenjaraRomantisme Sejarah
Oleh : Adi SuryaKetua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumedang
Bernard Shaw pernah berujar “
 progress is impossible without cange,and those who cannot change their minds cannot change anything 
. Setiap zaman mengandung tantangan yang berbeda dikarenakan zaman yang terus berubah.Setiap perubahan tentunyamenyiratkan pesan bahwa kemampuan adaptasi adalah kunci keberhasilan.Dalam catatansejarah,gerakan mahasiswa di Indonesia selalu berada dalam barisan depan dalamperubahan sosial.Namun,ada sebuah kegelisahan yang hinggap dalam tubuh gerakanmahasiswa.Konsep dan metode gerakan yang dilakukan dianggap belum mampumenyesuaikan tantangan zaman.Mahasiswa terjebak romantisme sejarah sehingga kurangkreatif melihat dan meramu strategi. Aksi-aksi jalanan dan tuntutan penggulingan rezimselalu menjadi rumus tunggal dalam merespon sebuah persoalan.Setiap rentetan periode gerakan adalah anak pada zamannya. Tahapan sejarahgerakan mahasiswa selalu menghadirkan sebuah tantangan yang membutuhkan metodebaru.Albert Einstein mengatakan bahwa “
we cannot solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them” 
.Artinya,perlu sebuah gagasan-gagasan kreatif untuk keluar dari penyelesaian dengan cara-cara konvensional yang pada setiap zamanharus dirubah. Gerakan mahasiswa sebelum merubah masyarakat juga dituntut untukmereformasi dirinya. Saat ini adalah era dimana gerakan mahasiswa mengalami titik nadir.Indikasinya adalah semakin jauhnya masyarakat bahkan mahasiswa sendiri sebagaipihak-pihak yang selalu diatasnamakan dalam tiap aksi.Periode gerakan mahasiswa di Indonesia memang menyiratkan tantangan – tantangan yang berbeda tiap zamannya. Angkatan 1908,berhasil merangsang organisasi-organisasi berbantuk modern. Tantanganya adalah bagaimana cara menyamakan frameke-indonesiaan pada organisasi yang pada saat itu kental dengan semangattribalisme.Angkatan 1928 berhasil memberikan identitas nasional dengan persatuanpemuda-pemudi Indonesia. Era ini membuat mahasiswa mulai berpikir dan bergeraksecara bersama-sama untuk merdeka. Era 1945 memberikan kita kemerdekaan yang
 
masih diwarnai friksi antar golongan tua dan muda dalam memandang momentumpencapaian kemerdekaan. Begitu pula tahun 1966 dan 1998,tantangan yang munculadalah rezim yang otoriter dan sekarang di era demokratisasi tentunya tantangan yang adaharus disikapi dengan cara-cara yang sesuai dengan semangat zaman. Tantangan gerakan mahasiswa pada era ini bisa kita kategorikan menjadi eksternaldan internal.Era ini adalah zaman globalisasi dan demokratisasi. Pengaruh globalisasimenyebabkan masalah yang dulu dihadapi dalam lingkup lokal maupun regional,kinimenjadi satu kesatuan masalah global.Belum lagi arus budaya hedonisme begitu merasukke dalam perilaku mahasiswa kita.Ditambah lagi,gerakan mahasiwa harus mampubergerak tidak hanya sebagai gerakan intelektual namun juga harus bisa membasis.Paradigma pemberdayaan masyarakat harus menjadi acuan agar tidak jauh dari rakyat.Aksi-aksi jalanan yang miskin konsep bukannya menjadi kurang relevan,melainkandisesuaikan dengan kebutuhan gerakan.Sehingga ketika semua berjalan baik,maka citradan kepercayaan masyarakat akan kembali diletakkan di tangan mahasiswa.Sedangkan dari internal sendiri kita bisa lihat bagaimana polarisasi yang membuatterpecah-pecahnya mahasiswa, kapitalisasi gerakan yang berorientasi modal dankeuntungan, lemahnya kaderisasi, intervensi senior, inkonsistensi perkataan danperbuatan, minimnya kreatifitas kemandirian dana,tidak mampu menjaga independensidan selalu menggunakan metode-metode yang reaktif. Kedua tantangan baik eksternalmaupun internal jika tidak disikapi bisa menyebabkan krisis kepercayaan pada gerakanmahasiswa dan disorientasi gerakan.Pencarian solusi selalu menyiratkan kritik dan otokritik. Gerakan mahasiswa harusterus menerus mereformasi diri,menambal lubang-lubang kelemahan dan keluar dari jebakan pikiran konvensional untuk mencari solusi kritis. Ada empat model gerakan yangbisa ditawarkan untuk menghadapi tantangan hari ini.
Pertama 
,gerakan intelektual. Aktivismahasiswa adalah aktor intelektual yang bergerak dengan intelek pula. Mengadakankegiatan-kegiatan intelek seperti seminar,diskusi,kelompok-kelompok kajian yangmengupayakan solusi pemecahan buat masalah yang dihadapi. Hasil-hasil kajianinteektual bisa juga dijadikan sumber dana yang legal apakah dijadikan buku atau tulisandi media massa.Jika kemandirian dana bisa terwujud,intervensi dan tarikan kepentingantidak akan mengganggu fokus gerakan mahasiswa.
Kedua 
,gerakan kultural. Mahasiswa harus membumi dan bekerja bersama rakyat.Advokasi dan kegiatan bersama masyarakat harus menjadi pilihan. Dalam jangka panjangmasyarakat akan mau bergerak dengan aksi-aksi mahasiswa.
Ketiga 
,gerakan struktural.Selama ini gerakan mahasiswa selalu
vis a vis 
dengan negara. Namun,sebenarnya bekerjasama dengan insitusi negara untuk mendukung kerja-kerja gerakan sudah saatnyadijadikan opsi. Bagaimanapun sebuah gerakan tidak akan efektif jika tidak bekerja sama

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ali Mashudi liked this
meoalla liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->