Sajak buat Dosenku
Awal ku masuk kuliah, ingin ku tahuAdakah Engkau di situ....Di hamparan ladang Ilmiah, Empiris nan Pragmatis.
Kukira Kau begitu sederhana... (teori segala halStephen Hawking). Tapi kutemui "kesimpulan"berbeda, saat
Ku akhiri kuliahku.Pak Toto bilang, "kamu boleh ngaji, tapi ya hati-hati !"Aku bilang (dalam hati), "bukan hati-hati pak, tapi mati-mati." (lebihaktif)Pak Narto bilang IP kamu sudah berapa?Aku jawab (dalam hati),"tak terhingga pak, kalau aku bisaberkesimpulan "la ilah ha ila Alloh". (pada saat aku mati ! syukursebelumnya).Pak Parman (dalam kuliah Elka Analog) bilang bahwa kestabilan itubisa diukur dengan metode root locus atau diagram Nyquist. Akuberpendapat bahwa kestabilan (sistem) itu diukur dari sejauh manske"sama"an antara hati dan perbuatan, lahir dan batin. "out lookingin, In looking out", kata Damarjati.
Pak Aris pernah berkata "Ujian semester ituterserah saya “
Aku bilang "Ya terserah Allah dongPak !"
Pak Fatchi bertanya,"Sampai di manakesimpulan filsafatmu?" Aku jawab (juga dalamhati),"sampai aku tidak tahu apa-apa ! "
Pak Slamet berkesimpulan "
0o
kamu begitu ya?" Tapi menurutku terlalu berani ia berkesimpulan "kamu"
itu
siapa!Bu Wal heran, "Mahasiswa kok tidak punya sepatu?"Aku jawab (maaf dalam hati), "apa nggak boleh mahasiswa tidak punyasepatu?"Dalam sebuah seminar Pak Pri pernah mengutarakan bahwa Ilmu danteknologfi "diakhiri" oleh pertemuan teknologi Informatika dan Telekomunikasi. Aku sangsi jangan-jangan akan diakhiri (Seharusnya)oleh "telepati" antara lahir dan batin, otak dan hati, bukan oleh olehteknologi (verbal tok !).
Leave a Comment