• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Cinta Segitiga Dan KonspirasiPolitik 
Oleh : Adi SuryaKetua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SumedangMahasiswa FISIP Unpad
Wajah pemberantasan korupsi di indonesia sedang mengalamicobaan berat. Lembaga KPK yang digawangi Antasari Azhar ini haruskehilangan pemimpinnya yang telah di-non aktifkan sebagai ketua KPK.Dugaan keterlibatan dengan penetapan status tersangka pada Antasarimemang membuat kita terkejut.Pasalnya,gebrakan KPK di bawah kawalanAntasari sangat garang menangkap tikus-tikus koruptor dengan berbagaimodus kejahatan. Namun,hal ini kemudian menjadi ironi.Sang pendekaranti korupsi yang biasanya berperan meyidik kasus,sekarang harus disidik.Pangkal persoalan adalah terbunuhnya Nasrudin yang ditengaraimelibatkan orang nomor satu di institusi KPK. Karena masih dalam proseshukum,kasus ini kemudian menjadi topik hangat yang menjadi tandatanya. Apakah ini murni kasus kriminal atau konspirasi politik yangsengaja ingin menyingkirkan Antasari. Ada beberapa prediksi yangkemudian muncul.Pertama,cinta segitiga antara Rani Juliani,Nasrudin danAntasari.Kedua,Antasari ingin disingkirkan karena dianggap menggangukepentingan pihak-pihak yang berkaitan dengan gencarnya KPK dalammengusut kasus korupsi IT di KPU.
 
Aristoteles pernah berkata bahwa manusia adalah makluk politik(
homo politicus 
). Berbeda dengan Karl Marx yang mengatakan bahwamanusia sebagai makluk ekonomi (
homo economy 
) dan kemudian Freudmembantah keduanya dengan menyebut manusia adalah makluk pengejarsex dalam kehidupannya.Pengejaran yang terlalu berlebihan tentunya akanmenjatuhkan manusia dari martabatnya. Tidak terkecuali orang sepertiAntasari Azhar yang bisa saja terlibat dengan urusan cinta dengan Rani Juliani.Namun,yang mengganjal adalah begitu mudahnya seorang Antasarimelakukan pembunuhan hanya karena cinta. Antasari adalah orang yangpaham bahwa pembunuhan akan sangat berisiko dengan jabatan yangsekarang diembannya.Nalar konspirasi pun tidak dapat kita abaikan dalam kasus ini.Biasanya proses hukum yang melibatkan orang penting di negeri iniprosesnya sangat lama. Kita lihat besan presiden SBY ( Aulia Pohan) yangcukup lama proses hukumnya.Namun,pada kasus Antasari,begitu cepatnyaproses hukum menyiratkan sebuah asumsi jangan-jangan kenapa begitucepat dikarenakan skenarionya sudah matang. Antasari memang sedangmengusut kasus korupsi di KPU dan jika terbukti tentunya akanmenggangu kepentingan pihak-pihak yang tidak ingin KPU dijerat proseshukum yang bisa menggangu jalannya pemilu.Aroma konspirasi inisemakin kuat dengan adanya opini dari komisi III DPR RI yang mengatakanbahwa perlunya ketua KPK baru.Namun,kita saat ini agak sulit membayangkan dan meyakini manakebenaran yang bisa kita pegang. Penyerahan kepada proses hukum juga
 
tidak bisa kita lepaskan dari intervensi pihak tertentu pada aparat penegakhukum.Namun,apapun hasilnya yang lebih penting adalah bagaimanapemberantasan korupsi tidak boleh surut hanya karena salah satu personelKPK dinyatakan kepolisian terlibat dalam kasus pembunuhan.Dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KomisiPemberantasan Tindak Pidana Korupsi dijelaskan, salah satu gagasan awalpembentukan KPK tidak lepas dari
 performance 
capaian lembaga penegakhukum yang ada, dalam hal ini adalah kepolisian dan kejaksaan. KPK lahirsebagai akibat gagalnya lembaga-lembaga penegakan hukum tersebutdalam pemberantasan korupsi. UU 30/2002 meletakkan korupsi sebagai
extraordinary crime 
. Dengan kategori itu, penegakan hukum (
law enforcement 
) pemberantasan korupsi juga menghendaki cara-cara yangluar biasa pula.Melihat tugas besar KPK,kehilangan salah satu punggawa bukanberarti bahwa kasus-kasus korupsi akan mandeg.Selama ini kita masihterjebak dengan pola kepempinan berdasarkan figur dan mengabaikan
team work 
.Coba kita lihat dalam proses-proses seleksi anggota lembaga – lembaga negara,hapir semua tersita pada siapa figur ketua danmengabaikan faktor anggota yang lain. Undang-undang mengamanatkanbahwa KPK terdiri dari lima orang dan bukan satu orang.Dari sini,kita bisamelihat bahwa pemberantasan korupsi tidaklah urusan figuritas ketua KPKsemata,melainkan pembagian kerja. Jika benar karena cinta semata,hendaknya ini menjadi pelajaranpenting bagi kita semua.Bahwa nafsu seks yang terlalu berlebihan apalagi
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...