• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Kedaulatan Pemilih LimaTahunan
Oleh : Adi SuryaKetua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SumedangMahasiswa FISIP Unpad
Musim kampanye tiba-tiba membuat semua politisi menjadi pahlawan rakyatyang berlomba-lomba memoles diri dengan
image 
politik pro rakyat. Semuakontestan yang akan bertanding menggunakan “politik ala kecap” dengan mengklaimdiri sebagai nomor satu dalam menyelesaikan segudang persoalan. Namun,perilakubaik hati ini dimaknai hanya sebatas musim,yang artinya hanya dilakukan pada saattertentu. Setelah itu,interaksi politik dengan rakyat usai setelah politisi berhasilmemetik suara dan melupakan janji yang ditebar pada saat kampanye. Fenomena inimemberi arti bahwa kedaulatan rakyat hanya dibutuhkan setiap lima tahunan danmenjadi penonton badut-badut politik.Kampanye menjelang pemilu merupakan bagian dari kampanye politik.Namun,politisi kita masih memahami kampanye politik sebagai kampanye pemilu.Padahal,kampanye politik adalah suatu proses jangka panjang yang menuntutkonsistensi dan kontinuitas dari partai politik (Blumenthal,1982). Sedangkankampanye pemilu merupakan semua aktivitas politik berdasarkan aturan dan dibatasioleh kurun waktu tertentu. Kampanye politik bahkan dianjurkan dilakukan setiap hari(Norris,2000). Pemahaman kampanye musiman ini bisa menyebabkan arti pentingpublik hanya direduksi sebatas objek pemberi suara untuk meramaikan pemilu.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...