BAB IPENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, keadaan gizi yang baik merupakansalah satu unsur penting. Kekurangan gizi, terutama pada anak-anak akanmenghambat proses tumbuh kembang anak. Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap faktor tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan disini merupakan lingkungan bio– psiko–sosial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsisampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalamtumbuh kembang.
(1)
Pertumbuhan terjadi pada seseorang meliputi perubahan fisik, berpikir, berperasaan, bertingkah laku dan lain-lain, sedangkan perkembangan yangdialami seorang anak merupakan rangkaian perubahan secara teratur dari satutahap perkembangan ke tahap perkembangan berikutnya, dan berlaku secaraumum, misal : anak berdiri dengan satu kaki, berjingkat (berjinjit), berjalan,menaiki tangga, berlari dan seterusnya.
(1)
Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizilainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan laindapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan usia sekitar enam bulan. PemberianASI tanpa pemberian makanan lain selama enam bulan tersebut denganmenyusui secara eksklusif.
(2)
Pertumbuhan otak akan menentukan tingkat intelegensi seseorang yangdimulai sejak trimester ketiga umur kehamilan dan akan berakhir dalam periode 5-6 bulan pertama setelah kelahiran.
(3)
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2002 – 2003 padatahun 2003 terdapat sekitar 6,7 juta balita (27,3%) menderita gizi kurang dan1