dalam Basmalah dan dalam surah Al-Fatihah dususul dengan kata Ar-rahim, yaknisebagai penjelas maknanya
.Pada lain kesempatan banyak para ulama yang berpendapat bahwa baik Ar-rahman maupun Ar-rahim keduannya terambil dari akar kata "rahmat", denganalasan bahwa "timbangan" kata tersebut dikenal dalam bahasa Arab. Rahmansetimbang dengan fa'lan dan rahim dengan fa'il. Timbangan "fa'lan" biasanyamenunjukan kepada
kesempurnaan
atau
kesementaraan.
Jika demikian Ar-rahmantidak dapat disandang kecuali oleh Allah SWT. Seperti disebutkan di dalam al-qur'anDia Allah menyebut diriNya dengan nama Ar-Rahaman, "katan; Serulah Allah atauseulah Ar-Rahaman. Dengan nama yang sama saja kamu seru, Dia mempunyai alasmaul husna nana-nama yang terbaik" (Q.s. Al-Isra' 17:110). Dab pada ayat lainayat al-qur'an, "Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah kami utussebelun kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan utnuk disembah selain Ar-Rahman (Allah yang Maha Pemurah)?" (Az-Zukhuruf 43:45). Sedangkan timbangan"fa'il" menunjuk kepada
kesinambungan
dan
kemantapan.
maka sebab dari inilah,sehingga tidak ada bentuk jamak dari kata rahman, karena kesempurnaan-Nya.Konsep rahman (rahmat) memerlukan adanya objek rahmat, seseorang atausesuatu yang membutuhkan. Yang pada akhirnya akan dipuaskan oleh Yang MahaPengasih tanpa adanya niat, pilihan, keinginan, atau permintaan dari yangmembutuhkan. Karena rahmat tersebut bersumber dari yang Maha Pengasih yaitukesempurnaan Rahmat, Dia tidak hanya menghendaki diputuskannya kebutuhanorang yang membutuhkan, tetapi juga benar-benar memutuskannya
.
3
Ibid. hal. 16.
4
. lihat Sulaiman Al-Kumayi Lihat Sulaiman Al-Kumayi, 99Q Kecerdasan:
Cara Meraih Kemenangan Dan Ketenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah.
(Jakarta: Hikmah. Cet. III. 2005). Hal. 13.yang dikutip dari Laleh Bahktiar,
Meneladani Akhlak Allah Melalui Al-Asm' Al-Husna,
penterj
.
Femmy Syahrani. ( Bandung: Mizan, 1996), hal. 275.
3
Leave a Comment