Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
27Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Penelitian Kualitatif

Proposal Penelitian Kualitatif

Ratings: (0)|Views: 7,372|Likes:
Published by Muhammad Tanzil
salam sobat....ketemu lagi...

ini adalah proposal penelitian temen saya yang kebetulan temen deket dan masih satu konsulat...oh iya ini porposal temen saya ini belum sempet dikoreksi sama pembimbingnya...saya sarankan jika anda telah mendownloadnya koreksilah sebelum diprint atau dipersentasikan atau ediitting terlebih dahulu sebelum waktu presentasi anda di kampus atau di ruang kelas....met sukse selalu....bybyby
salam sobat....ketemu lagi...

ini adalah proposal penelitian temen saya yang kebetulan temen deket dan masih satu konsulat...oh iya ini porposal temen saya ini belum sempet dikoreksi sama pembimbingnya...saya sarankan jika anda telah mendownloadnya koreksilah sebelum diprint atau dipersentasikan atau ediitting terlebih dahulu sebelum waktu presentasi anda di kampus atau di ruang kelas....met sukse selalu....bybyby

More info:

Published by: Muhammad Tanzil on Aug 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/28/2013

pdf

text

original

 
PROPOSAL PENULISAN
 Nama : Ismail Setiawan NIM/NIMKO : 2004.4.037.0307.1.00080Fakultas : UshuluddinJurusan : Aqidah filsafatProg. Studi : Strata 1 (S1)Angkatan : 2004Judul :
INTEGRASI SAINS DAN AGAMA
 ( Dalam Pemikiran Mehdi Golshani )
A.Latar Belakang Masalah
Quraish Shihab (2007: 493) mengatakan bahwa, dalam pandangan Islam,keberagamaan adalah fithrah (sesuatu yang melekat pada diri manusia danterbawa sejak kelahirannya): firman Allah:
ل ِساّن َرثْكأ ّَو ُميق د َذ ه ْَخ دبَت ل اَيَع ساّن َرطف  ه ةَرْطف اًينَح ِد ََجَو مف ُَ 
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas)fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS Ar-Rum [30]: 30).Quraish Shihab menfasirkan kata "
 fitrah
" salah satunya adalah sebagai"
agama
". Manusia tidak dapat memisahkan dirinya dari ikatan agama. Karena agama
 
merupakan kebutuhan hidupnya. Jika pemisahan sains dan agama ini terjadi, makamanusia akan buta,pun sebaliknya agama tanpa agama maka manusia akan pincang.Sebagaimana seorang ilmuan terkenal Barat Albert Einsten mengatakan "
Sciencewithout religion is blind and religion without science is lame
". Artinya manusia tidak dapat memisahkan dirinya dari ikatan Agama, karena Agama merupakan kebutuhanhidupnya. Kemudian Said Hawa mengatakan, (2004: 280) bahwa agama memberikan perlindungan kepada manusia dari berbagai aksi pemaksaan karena agama yang benar pasti memberikan kebebasan pada setiap pemeluknya. Dan Tri Prasetyamengartikan ayat di atas, (2004: 48) bahwa agama yang hakiki ialah kebenaranmurni terjaga dari kesalahan dan bersifat tetap karena ia bersumber dari Allah.Islam mengajarkan bahwa pengetahuan dapat mengantarkan manusiakepada keyakinan dan keyakinan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan dapatmelahirkan keyakinan yang hakiki dalam kehidupan manusia.Sementara itu, dalam perjalanan perkembangan sejarah, sains seringdipandang sebagai satu-satunya bentuk pengetahuan yang obyektif, karena dapatdiakses dan dibuktikan kebenarannya oleh banyak orang. Karakternya yang sekuler sering mengakibatkan terjadinya benturan dengan nilai-nilai agama. Seperti yang berkembang pada abad lalu, para saintis Barat menganggap bahwa agama lahir darikeyakinan terhadap unsur-unsur yang menyertainya. Sedangkan sains dianggap pasti berdasarkan akal, sebab fakta-faktanya dapat dibuktikan dan diakui kebenarannya.Mereka berfikir bahwa nalar memiliki fondasi tersendiri tanpa harus merujuk kepadarealitas transenden. Sejak saat itu, dunia sains di Barat terbangun dengan sikapmenyingkirkan agama dari konteks pencarian pengetahuan (BrunoGuiderdoni,2004:43). Paham sekularitas sains inilah yang kerap menimbulkankontroversi dalam hubungannya dengan agama.Pemisahan antara sains dan Agama sangat populer di dunia baratsebagaimana yang diungkapkan oleh Zainal Baqi  bahwa ada sebagian yangmenganut independensi, dengan memisahkan sains dan agama dalam dua wilayahyang berbeda. Masing-masing mengakui keabsahan eksistensi atas yang lain antara
 
sains dan agama. Baik agama maupun sains dianggap mempunyai kebenaran sendiri-sendiri yang terpisah satu sama lain, sehingga bisa hidup berdampingan dengandamai (Armahedi Mahzar, 2004:212). Pemisahan wilayah ini dapat berdasarkanmasalah yang dikaji, domain yang dirujuk, dan metode yang digunakan. Mereka berpandangan bahwa sains berhubungan dengan fakta, dan agama mencakup nilai-nilai. Dua domain yang terpisah ini kemudian ditinjau dengan perbedaan bahasa danfungsi masing-masing.
)
Agar tidak terjadi kesenjangan antara keduanya, maka keduanya harusdiintegrasikan. Dan menjadikan keduanya saling berdiri satu sama lainnya. Namununtuk menyatukan sains dan agama tidaklah semudah membalik kedua telapak tangan. Sebagaimana dikatakan oleh Husni Thoyyar, dalam makalahnya, bahwamenyusun dan merumuskan konsep integrasi sains dan agama tidaklah mudah,karena ilmu dalam prakteknya memiliki corak dan jenis yang beragam.Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis kemudian membatasifokus penelitian ini pada pendapat Mehdi Golshani terhadap integrasi Sains danagama, yang selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, sebagai berikut:1.Bagaimana pendapat Mehdi Golshani terhadap integrasi Sains danagama?2.Apakah peran antara Sains dan agama menurut pandangan MehdiGolshani?3.Bagaimana model pengintegrasian antara Sains dan agamamenurut Mehdi Golshani?
B.Tujuan Kajian
Tujuan sebuah kajian atau penulisan adalah rumusan singkat dalammenjawab masalah penulisan sebagaimana yang di jelaskan oleh Kaelan,(2005:234). Oleh karena itu, tujuan kajian ini adalah diharapkan dapat

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ulin Nidhom liked this
Ucha Putra liked this
Anivah Nawawi liked this
Sholla Fanco liked this
El Faisal liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->