perusahaan internasional dalam percaturan politik global.Keempat, organisasi internasional atau trans-nasional yang non pemerintah (INGO, InternationalNon-Governmental Organizations) seperti Palang Merah Internasional didirikan tahun 1867,Workingmen's Association (Socialist International) tahun 1860an, International Women's League forPeace and Freedom. Yang konvensional seperti: Vatikan, Dewan Gereja-gereja Sedunia, RabiyatulIslamiyah. Yang moderen seperti Amnesty International, Green-peace International, WorldConference on Religion and Peace, World Federation of United Nations Associations, Trans-parencyInternational, Worldwatch, Human Rights Watch dan Refugee International. Organisasi global inilebih tepat disebut aktivis profesional. Pendapat umum dan kebijakan dunia ternyata banyak sekalidipengaruhi oleh organisasi aktivis ini. Gagasan-gagasan mereka banyak disalurkan melalui mediamassa elit dunia, seperti International Herald Tribune, The Guardian, Time dan The Economist.Kelima, organisasi-organisasi non-formal, rahasia, dan setengah rahasia. Umpamanya: mafia,teroris, pembajak, penyelundup, preman global, tentara bayaran, hacker komputer dan mungkinjuga organisasi semacam Al-Qaeda.
Peta Kepentingan dalam politik global
Dalam percaturan politik global pengaruh negara-negara maju sangat kuat. Ini kerena merekamempunyai kepentingan dalam dunia global yang sangat besar, baik itu ideologis sepertikepentingan dunia Barat untuk mengekspor demokrasi seperti yang dikatakan oleh Francis Fukuyamabahwa liberal demokrasi akan menjadi kulminasi percaturan ideologi dunia, ekonomis sepertikepentingan untuk mendapatkan sumber mineral dan bahkan pasar untuk menjual produk dan bahanbaku. Kepentingan keamanan untuk menciptakan tatanan global yang melindungi keamanannyadengan melakukan pengawasan senjata juga merupakan salah satu kepentingan Barat yang amatvital. Sebagaimana mengutip thesis clash of civilization-nya Samuel Huntington bahwa konflik yangakan datang pada akhirnya akan menjadi konflik antara the west vs the rest, yang ini menunjukkankepentingan kultur new nation yang kerapkali dibanggakan oleh America Serikat sebagai kebanggaanbudaya (cultural dignity) masyarakat Barat yang menjadi simbol peradaban dunia juga menjadi salahsatu kepentingan yang mereka perjuangkan. Infrastruktur yang mereka miliki seperti mediakomunikasi, transportasi dan modal yang besar semakin memperbesar peran mereka dalampercaturan politik global.Hegemoni Barat dalam percaturan politik global yang sedemikian kuat ini, sehingga menjadikanmereka sebagai aktor utamanya telah menimbulkan persepsi kuat bahwa sebenarnya yang terjadiadalah munculnya kolonialisme dan imperialsme baru. Seperti halnya kebijakan-kebijakan luarnegeri AS, khususnya paska 11/9 sangat jelas terlihat bahwa ia ingin menjadikan sistem dunia yangmendukung dan menguntungkan bagi kepentingan negaranya. Isu nuklir dan senjata pemusnahmassal (WMD) ataupun terorisme telah menjadi argumentasi global untuk menekan sebuah negaraatau kelompok tertentu.Di lain pihak, negara-negara berkembang dibuat tergantung dengan sistem hutang internasionalseperti IMF dan Bank Dunia, masyarakat berkembang dijadikan kecanduan dengan produk teknologimaju melalui konsumerisme yang disiarkan oleh media-media massa. Belum lagi perusahaan-perusahaan internasional milik negara-negara maju yang menguasai hampir semua lini utamaperekonomian dunia. Bahkan dalam skup nasional saja, banyak perusahaan-perusahaan lokal dalamsebuah negara yang terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing dengan perusahaan internasionalyang bermodal besar dan menguasai teknologi yang mutakhir. Di bidang eksplorasi dan penambangansumber mineral di negara-negara berkembang, terjadi monopoli oleh perusahaan-perusahaan asingsehingga terkesan bahwa hasil mineral mereka dirampas oleh perusahan-perusahaan asing dan parapenguasa setempat.Di sektor sosial kebijakan negara-negara maju juga tidak kalah penting. Gagasan-gagasan yangmendukung kemajuan dan reformasi sektor sosial dikembangkan sedemikian rupa oleh LSM-LSM yangdidukung oleh nagara-negara donor yang notabene dari negara mau atau Barat. Kebanyakangagasan-gagasan yang diusung adalah untuk mendukung terwujudnya nilai-nilai demokrasi sepertiliberalisme, feminisme, internasionalisme, institutionalisme, global civil society, neo idelisme dandemokratisasi ke level grass root. Gagasan itu yang diterminologikan oleh Steven Lamy sebagai neo-liberalisme dan neo-idealisme.
Leave a Comment