Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
11001-5-595288975212

11001-5-595288975212

Ratings: (0)|Views: 2|Likes:
Published by Bewa Mulyatama

More info:

Published by: Bewa Mulyatama on Nov 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2013

pdf

text

original

 
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
IR. ALIZAR, M.T FISIKA DASAR
FF
12
lengan momen F1lengan momen F2
OAB
garis kerja F1garis kerja F2
F1F2
MODUL PERTEMUAN KE – 5
MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)
MATERI KULIAH:
Momen gaya, syarat kedua kesetimbangan, resultan gaya sejajar, pusat berat, kopel.
POKOK BAHASAN:
KESETIMBANGAN MOMEN GAYA
5.1
 
PENGERTIAN MOMEN GAYA
Besar dan arah efek gaya yang bekerja pda suatu benda
 tergantung
 pada
letak garis kerja gaya
 yang dapat diperinci dengan menentukan jarak tegak lurus antara sebuah titik patokan dengan garis kerja tersebut. Karena ruang lingkup bahsan adalah benda yang berputar bebas terhadap sumbu dan gaya – gaya sebidang yang bekerja tegak lurus sumbu, maka yang paling penting adalah menetukan titik tersebut yang dinamakan
 titik pusat  koordinat
, yaitu titik dimana sumbu memotong bidang gaya yang bekerja. Jarak tegak lurus antara titik koordinat ke garis kerja gaya dinamakan lengan gaya atau lengan momen dari gaya itu terhadap sumbu. Dari kedua pengertian diatas, kita dapat peroleh bahwa
momen gaya
 terhadap suatu sumbu adalah hasil kali antara besarnya gaya dengan lengan momen atau disebut juga gaya putar (Torque). Gambaran tentang pengertian tersebut dapat dijelaskan dengan ilustrasi sebagai berikut:
 
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
IR. ALIZAR, M.T FISIKA DASAR
F1OIAF2
Dari gambar 6.1 b diatas dapat dibedakan bahwa: Efek gaya F1: rotasi yang berlawanan dengan putaran jarum jam terhadap sumbu dan dianggap positif (+). Sehingga
momen
Γ ΓΓ Γ 
 (gamma)
 dari gaya F1 terhadap sumbu lewat O:
Γ ΓΓ Γ 
1
 = +F
1
.
 
l
1
 
Efek gaya F2: rotasi yang searah putaran jarum jam terhadap sumbu dan dianggap negatif (-).Sehingga
momen
Γ ΓΓ Γ 
 (gamma)
 dari gaya F2 terhadap sumbu lewat O:
Γ ΓΓ Γ 
2
 = -F
2
.
 
l
2
 
Momen ini dapat dinyatakan dalam
pound feet atau Kgm.
 
5-2 SYARAT KEDUA UNTUK KESETIMBANGAN
Bendayang dalam kondisi setimbang, maka sejumlah gaya yang bekerja padanya harus memenuhi 2 syarat: 1.
 
Sama besar dan berlawanan arahnya. 2.
 
Harus mempunyai garis kerja yang sama. Syarat pertama dapat dipenuhi oleh syarat kesetimbangan I, yaitu:
ΣΣΣΣ
 
 Fx
 = 0,
ΣΣΣΣ
 
 Fy
 = 0
 Syarat kedua dapat dipenuhi oleh syarat kesetimbangan II, yang dinyatakan berdasarkan momen gaya, yaitu:
ΣΣΣΣ
 
Γ ΓΓ Γ 
 = 0 (
 terhadap sembarang sumbu)
 
Syarat kedua ini dapat di ilustrasikan seperti gambar berikut:
 
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
IR. ALIZAR, M.T FISIKA DASAR
5.3
 
RESULTAN GAYA SEJAJAR
Resultan gaya sejajar adalah sebuah gaya yang bisa mewakili sekumpulan gaya sejajar serta mempunyai:
 
Arah yang sama dengan semua gaya tersebut
 
Besar sama dengan penjumlahan besar semua gaya
 
Garis kerja yang dapat dicari berdasar syarat bahwa momen resultan harus sama dengan penjumlahan momen setiap gaya. Gambar 7.3 dapat dipakai untuk menjelaskan hal tersebut. Dari gambar tersebut dengan gaya – gaya sejajar F1 dan F2 dapat dibuat sumbu x yang tegak lurus terhadap gaya – gaya dan titik O adlah titik sembarang yang dijadikan acuan. Karena kedua gaya tidak berkomponen x maka besarnya resultan gaya:
 R =
Σ  
 F 
 y
 = F 
1
 + F 
2
 
Sedangkan resultan momennya terhadap titik O adalah:
Σ  
 
Γ  
 
0
 = x
1
 F 
1
 + x
2
 F 
2
 
Dan jika
 x
 adalah jarak dari O ke garis kerja resultan, maka momen dari resultan terhadap O adalah:
 R x = (F 
1
 + F 
2
) x
 Biasanya
 x
 dapat ditentukan dengan:
Σ  
 
Γ  
 
0
 = R x  x
1
 F 
1
 + x
2
 F 
2
 = (F 
1
 + F 
2
) x
212211
 x x  x
++=
 
Resultan dari sembarang gaya sejajar dapat ditentukan dengan cara yang sama degan besar resultannya:
 R =
Σ  
 F

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->