Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nama Allah SWT Adalah Hasil Akal-Akalan Muhammad

Nama Allah SWT Adalah Hasil Akal-Akalan Muhammad

Ratings: (0)|Views: 19|Likes:
Published by Gilbert Hanz
NAMA-DIRI Tuhan hanya bisa dikenalkan oleh Tuhan sendiri kepada mahluk-Nya. Nama- Nya tidak bisa datang dari karya atau tradisi manusia, itu hanyalah nama Ilah, hasil sebuah perolehan dari manusia yang terlanjur percaya bahwa itulah nama pribadi Tuhan-Nya.
NAMA-DIRI Tuhan hanya bisa dikenalkan oleh Tuhan sendiri kepada mahluk-Nya. Nama- Nya tidak bisa datang dari karya atau tradisi manusia, itu hanyalah nama Ilah, hasil sebuah perolehan dari manusia yang terlanjur percaya bahwa itulah nama pribadi Tuhan-Nya.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Nov 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2014

pdf

text

original

 
 
Nama Allah SWT adalah Hasil Akal-akalan Muhammad
Definisi Tuhan yang paling sederhana agaknya adalah Dia yang mencipta segala apa yang ada; Dia yang ikut mengatur keberadaan dan perjalanan dari segala yang diciptakan-Nya; Dan Dia yang umumnya mengetahui segala sesuatu tentang mahluk ciptaan-Nya. Sebaliknya mahluk ciptaan-Nya samasekali tidak dapat mencipta, tidak mengatur dan tidak mengetahui Dia secuilpun. Kekecualian hanya satu, yaitu kita sebagai mahluk-Nya hanya  bisa mengetahui secuil tentang Dia,
apabila dan hanya apabila
 Dia sendiri berkenan memberitahukan yang secuil itu kepada kita. Dan ternyata memang begitu, Dia lewat Nabi-nabi-Nya telah mengungkapkan secuil siapa Dia, apa nama PribadiNya, kehendak-Nya, rencana-Nya, dan janji-janji-Nya kepada manusia. Dengan demikian maka kita diharapkan oleh Tuhan agar bisa dengan mudah memilah mana Tuhan Pencipta Sejati, dan mana Ilah Berhala jadi-jadian yang diciptakan oleh manusia dengan akal-akalan! Rumusan sederhananya adalah sbb:
 NAMA-DIRI Tuhan hanya bisa dikenalkan oleh Tuhan sendiri kepada mahluk-Nya. Nama- Nya tidak bisa datang dari karya atau tradisi manusia, itu hanyalah nama Ilah, hasil sebuah  perolehan dari manusia yang terlanjur percaya bahwa itulah nama pribadi Tuhan-Nya.
Tuhan Pencipta sendirilah yang memperkenalkan diri-Nya kepada ciptaan-Nya. Tanpa itu tak ada satupun yang tahu nama-Nya yang melekat dan kekal dengan diri-Nya. Lalu Tuhan manakah yang pernah memperkenalkan nama dan jati diri-Nya? Dan jikalau Tuhan itu dipercaya Esa, maka Tuhan yang pernah mengumumkan nama-Nya sendiri itulah satu-satunya Tuhan Semesta Alam, bukan?. Diakui, Allah SWT islamik tidak pernah memperkenalkan dirinya dan nama-Nya kepada siapapun termasuk Muhammad. Hanya seorang ruh asing (yang belakangan hari dianggap
sama dan dinamakan dengan “Jibril”) yang DIKLAIM menyampaikan nama “Allah”, padahal
Jibril inipun juga tidak memperkenalkan namanya sendiri kepada Muhammad pada keseluruhan wahyu-Nya di Mekah! (Nama Jibril baru muncul belasan tahun kemudian dan
 
hanya tercantum dalam 3 ayat surat Madaniyah saja, 66:4, 2:97, 98, dan itupun bukan ayat untuk memperkenalkan nama-diri!). Jadi, baik Jibril maupun terlebih-lebih Allah, tak pernah ada wahyu-Nya yang memperkenalkan jati-dirinya, melainkan tiba-tiba dan diam-diam dimunculkan Quran dalam konteks yang tak berkaitan dengan pemberitaan tentang nama- Nya kepada Nabi atau umat-Nya! Suatu kesengajaan? Ayat berikut menjawabnya. Kita bacakan pewahyuan-Nya yang paling awal kepada Muhammad, yaitu ditahun 610, di gua Hira (Surat 96), tatkala mana Tuhan Pewahyu berjanji kepada Muhammad untuk mengajarkan apa-apa yang tidak diketahuinya:
“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan
 perantaran kalam.
 Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
 Karena barusan berjanji, maka absennya ajaran Tuhan yang paling pokok (yaitu memperkenalkan siapa Dia agar tidak disangka Setan) pasti bukan karena kealpaan Tuhan, dan betapapun, mustahil Tuhan bisa alpa. Karena tidak diperkenalkan Tuhan maka Muhammad
 pasti tidak tahu siapa nama Tuhannya dikala itu
ditengah-tengah begitu banyak tuhan-tuhan selainnya dari Arab pagan dikala itu. Itu sebabnya Muhammad dalam
kebingungannya (Surat 93:7) lalu menyebut secara umum istilah “Rabb” bagi
 
Tuhannya! Harap diperhatikan bahwa
 Rasul Allah
 tidak/belum bisa menyebut nama ALLAH pada hampir 30 Surat diantara 50 surat-surat yang paling awal diturunkan kepadanya (!) Lihat a.l. Surat 54, 55, 56, 68, 75, 78, 83, 89, 92, 93, 94, 99, 100, 105, 106, 108, 113, 114 dst. semuanya absen dari nama Allah! Surat 96 Al-Alaq dimana ruh (yang mencekik Muhammad di gua Hira) hanya menurunkan 1 unit wahyu berupa 5 ayat pertamanya juga tanpa nama Allah. Kemudian ruh pewahyu itu  pergi tanpa pamit. Ruh akhirnya datang kembali, tetapi BUKAN untuk melanjutkan dan menyelesaikan pewahyuan Surat Al-Alaq yang tertunda, melainkan justru menurunkan 5 ayat lain kedalam Sura Al-Muddatstsir! Yang juga tanpa nama ALLAH, melainkan lagi-lagi Rabb (bahkan hingga ayat ke-30). Pantaskah cara pewahyuan begini diberi respek sebagai wahyu sempurna surgawi? Dalam absennya
nama Allah, Muhammad sempat “meminjam”
sesaat nama
“Ar
-
Rahman”
sebagai nama pribadi Tuhannya, yaitu menirukan nama Tuhan-nya orang-orang Yemen dikala itu.
“…mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah ( Ar 
-
Rahman). Katakanlah: “Dia
-lah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-
 Nya aku bertaubat.” (13;30)
 
“Dan apahila orang
-orang yang kafir itu melihat engkau, mereka hanya menjadikan engkau
sebagai ejekan (dengan berkata): “Apakah ini
 yang menyebut-nyebut tuhan-tu
han kamu?”
Sedang mereka untuk
menyebut Yang Maha Pengasih
 (Ar-
Rahman) mereka ingkar”. (21;36)
 
Katakanlah: “Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari
dari Yang Maha Pemurah
 (Ar-
Rahman)?” Sebenarnya mereka adalah orang
-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka. (21;42).
YAHWEH MENJADI ALLAH?
Sebaliknya
 – 
 2300-an tahun sebelum goncang gancing isu tentang nama Tuhannya Muhammad ini
 – 
 Tuhan sesungguhnya telah memberitakan langsung kepada Nabi Musa dengan sejelas-jelasnya siapa jati-diri-
 Nya, yaitu “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman
-Nya:
 
“Beginilah
 
kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku
kepadamu … Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YAHWEH, Allah nenek
moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-
temurun.” (Keluaran 3:14
-15, terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia memakai TUHAN
 
untuk nama Yahweh).
 Jadi Yahweh telah menyingkapkan diriNya dan sekaligus nama-diri-Nya! Siapa jatidiri-Nya? Tak ada kata yang mampu mencakup kebesaran-Nya, kecuali diistilahkan oleh Dia sendiri sebagai AKULAH AKU, dan Dialah
 Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub
 (bukan Ismael)! Siapakah nama-diriNya? YAHWEH! Dan itulah nama-Nya yang melekat kekal selama-lamanya dan itulah sebutan-Nya yang turun-temurun. Selama ribuan tahun berjalan, nama ini yang telah diabsahkan oleh Tuhan sendiri, maka darimana datangnya otoritas Muhammad (dan Jibril) yang KINI tiba-tiba merasa perlu menggantikan nama-Nya secara DIAM-
DIAM menjadi “ALLAH”? Lihat, nama baru yang
tidak pernah diperkenalkan-Nya kepada Muhammad ini ternyata digulirkan diam-diam masuk ke dalam Al-
Qur’an dan tidak pula diterangkan oleh Muhammad, juga tidak
dipertanyakan apapun oleh orang Arab pagan. Ini tentu berarti bahwa nama tersebut sesungguhnya bukan nama baru, melainkan sudah sangat dipahami. Dan betul, mereka memang sudah punya ilah-ilahnya sendiri sebelum ada Muhammad. Salah satunya yang spesial adalah dewa Bulan
al-Ilah (The God),
disingkat dan dipanggil sebagai “Allah”.
Bapanya Muhammad sendiri adalah
 Abdullah
, yaitu penyembah al-Ilah ini. Akan tetapi Allah Dewa Bulan yang satu ini hanya DISEBUT, DIKENAL, dan DISEMBAH bersama dengan anak-anak-Nya
 – 
 dewi dewi Bintang
 – 
yang juga sangat terkenal dengan nama al-Lat, al-Uzza and Manat! Jadi Allahnya Abdullah dan orang-orang Arab pra-Islam adalah Tuhan yang  beranak-pinak yang dinamai ALLAH dengan lambang Bulan-Bintang! Dan kini datang Tuhan-nya Muhammad yang tidak beranak-pinak itu (Allah SWT) menggantikan dua Tuhan yang lain dengan cara sulapan yang berbeda: 1.
 
Muhammad mengganti baru nama YAHWEH menjadi ALLAH, tetapi tidak ada Tuhan Pencipta yang memperkenalkan nama ini. Allah baru ini tetap dipertahankan keesaan-Nya dengan mengadopsi konsep tauhid. 2.
 
Muhammad tidak mengganti
nama “Allah” pra
-Islam, tetapi mempertahankan nama ALLAH yang bukan diperkenalkan oleh Tuhan Pencipta, melainkan hanya menggantikannya menjadi satu Allah yang tidak menyertakan anak-anak-Nya. Muhammad bukan sembarangan saja mengakali keluar, tetapi Allah juga dibuat untuk menegaskan kepada Musa bahwa Ia justru sebal
iknya telah memperkenalkan nama “Allah”,
dan bukan Yahweh, demi mendukung nama Allah yang telah diadopsinya dari dewa Bulan.
(kepada Musa): “Sesungguhnya
Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat
untuk mengingat Aku” (20:14)
 
“Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa,
sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semest
a alam” (28:30).
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->