Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modulator

Modulator

Ratings: (0)|Views: 9 |Likes:
Published by Fajar Mubarok

More info:

Published by: Fajar Mubarok on Nov 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2013

pdf

text

original

 
Modul 10 Modulator 10.1 Pendahuluan
Sistem komunikasi memerlukan rangkaian untuk mengkonversi frekuensi, modulasi dan pendeteksian sinyal informasi. Sinyal informasi yang akan diangkut dari pemancar ke penerima dalam berbagai bentuk dari medium transmisi. Bagaimanapun sinyal informasi yang asli sangat jarang bentuk yang sesuai dengan media transmisinya. Oleh karena itu sinyal tersebut harus diubah dari bentuk asalnya menjadi suatu bentuk yg lebih cocok dengan media transmisi. Proses menumpangkan sinyal informasi yang berfrekuensi rendah menuju ke frekuensi carrier yang berfrekuensi tinggi disebut dengan modulasi. Sinyal carrier umumnya merupakan Radio Frequency dan berbentuk sinusoidal. Informasi dimodulasi ke frekuensi carrier yang tinggi karena propagasi gelombang radio lebih efesien pada frekuensi tinggi. Dan juga bandwidth yang lebar dapat diperoleh pada frekuensi tinggi,memungkinkan sinyal yang terdiri atas informasi dapat dimultiplexing kedalam satu carrier dan dikirim secara simultan. Pada modul ini akan dibahas mengenai modulasi AM (Amplitudo Modulation) dan FM(Frequency Modulation). Prosesnya sendiri terjadi pada modulator. Sesuai dengan jenis parameter gelombang pembawa yang dipengaruhi, maka jenis modulasinya sesuai dengan parameter tersebut. Bila amplitudonya yang dipengaruhi, maka jenis modulasinya adalah AM (
amplitude modulation
). Apabila sekarang yang dipengaruhi adalah frekuensi gelombang pembawa, maka jenis modulasinya adalah FM (
frequency modulation
). Dan bila itu terjadi pada fasa gelombang pembawa, maka modulasinya adalah PM (
 phase modulation
). Ketiga parameter tersebut dalam persa-maan gelombang ditunjukkan pada persamaan berikut,
 
 
e
 = E
c
 
cos ( ωt + θ )
 
amplitudo frekuensi fasa
 Modulasi AM maupun FM banyak digunakan di bidang penyiaran dan komunikasi
 point-to-point 
, navigasi laut maupun udara. Sementara modulasi PM banyak digunakan di bidang digitalisasi sinyal, yaitu sinyal informasinya berbentuk digital (
bit stream
). Dalam penerapan pada sistem telekomunikasi, jenis modulasi tersebut di atas dikem-bangkan dari bentuk dasarnya, misalnya, SSB (
single side band 
), VSB (
vestigial side band 
), ISB (
independent side band 
) yang diturunkan dari sistem AM standard. Terdapat dua cara modulasi yang dilakukan, yaitu, modulasi daya rendah (
low level modulation
) dan modulasi daya tinggi (
high level modulation
). Modulasi daya rendah diterapkan bila proses modulasi dilakukan pada gelombang pembawa yang masih rendah level dayanya, misalnya pada level sekitar beberapa
miliwatt 
. Sementara modu-lasi daya tinggi dilakukan pada tahapan dimana level daya
carrier 
 sudah mencapai beberapa
 puluh watt 
. Kedua jenis cara modulasi tersebut ditunjukkan diagram bloknya pada Gbr-1.
 
 
Gambar 10.1
 Jenis level modulasi : (a) modulasi daya tinggi, (b) modulasi daya rendah. Penggunaan penguat kelas-C pada modulasi daya tinggi dimaksudkan, untuk mendapat-kan efisiensi daya yang besar pada sistem tersebut. Sementara level daya sinyal pemo-dulasi juga pada tahap level yang cukup setara dengan daya sinyal
carrier 
, sehingga mempunyai ratio yang sesuai dengan derajat modulasi yang dikehendaki. Modulasi jenis ini banyak diterapkan pada sistem
broadcasting 
 seperti sistem pemancar radio AM-SW (
short wave
) yang saat ini mulai mengalami penggantian di banyak negara. Sementara pada sistem modulasi daya rendah, biasanya titik modulasi diberikan pada tahap frekuensi IF seperti pada sistem pemancar televisi, yang dalam hal ini sebesar 33,4 MHz untuk
sound 
, dan 38,5 MHz untuk
vision
. Selanjutnya, untuk penguatan sinyal sampai ke level pemancaran digunakan penguat kelas-A. Tahap-
osilator carrier penguatkelas-Apenguatkelas-C
penguatkelas-Ctahap akhir sinyalpemodulasi
osilator carrier penguatkelas-Apenguatkelas-A
penguat kelas-Bpush-pull tahapakhir 
sinyalpemodulasi
(a)(b)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->