Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
artikel media pteridophyta.pdf

artikel media pteridophyta.pdf

Ratings: (0)|Views: 30 |Likes:
Published by annisafau
pteriodophyta
pteriodophyta

More info:

Published by: annisafau on Nov 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2014

pdf

text

original

 
ARTIKEL ILMIAHPENGEMBANGAN HERBARIUM TUMBUHAN PAKU (
 Pteridophyta)
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI DISMA
OLEHYUNITA NURPRIYA SARIA1C408026FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS JAMBIJANUARI, 2013
 
YUNITA NURPRIYA SARI: A1C408026 BIOLOGI PMIPA UNJAPage 2
Pengembangan Herbarium Tumbuhan Paku (
 Pteridophyta)
sebagai Media Pembelajaran Biologi di SMA
Yunita Nurpriya SariProgram Studi Pendidikan BiologiFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas JambiKampus Pinang Masak Mendalo Darat, Jambiyunita_speciosa@yahoo.com
ABSTRAK 
Pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan  penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran di SMA penggunaan herbarium untuk dijadikan media pembelajaran belum digunakan pada materi tumbuhan paku
(Pteridophyta)
. Penelitian pengembangan media perlu dilakukan karena pada materi tumbuhan paku
(Pteridophyta)
sulit untuk dipahami siswa apabila hanya dijelaskan tanpa menggunakan media. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian yang berjudul  pengembangan herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
sebagai media pembelajaran  biologi di SMA .Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan sebuah produk berupa sebuah media  pembelajaran herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
dalam bentuk awetan kering. Menguji kelayakan media yang telah dibuat melalui uji coba pada uji ahli media, uji ahli materi dan uji responden.Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan prosedural ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analisis permasalahan pembelajaran dan  pertimbangan herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
sebagai media solusinya; Desain herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
yang akan dikembangkan; Development (pengembangan) herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
, Implementasi herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
di SMA, Evaluasi dan revisi produk  berdasarkan uji ahli dan uji responden di lapangan.Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Teknik analisis data dilakukan dengan kualitatif untuk uji ahli dan kuantitatif untuk uji responden siswa kelas XI IPA.Hasil penelitian dari validasi ahli media didapat skor 69%dan produk dikategorikan biasa. Hasil dari validasi ahli materi didapat skor 85%dan produk dikategorikan sangat menarik. Sedangkan hasil dari validasi responden didapat skor 74.13%dan produk dikategorikan sangat menarik. Dari hasil keseluruhan produk dinyatakan menarik/layak untuk dijadikan media pembelajaran pada materi tumbuhan  paku
(Pteridophyta)
dengan persentase 76.04%. Kajian dari penelitian ini yaitu media herbarium yang dibuat layak digunakan sebagai media pembelajaran Biologi pada materi tumbuhan paku
(Pteridophyta)
. Peneliti menyarankan agar guru mata pelajaran Biologi mengembangkan media herbarium dan menggunakannya pada saat mengajar materi tumbuhan paku
(Pteridophyta)
.
Kata kunci
: media,herbarium, tumbuhan paku
 
YUNITA NURPRIYA SARI: A1C408026 BIOLOGI PMIPA UNJAPage 3
I.PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan proses yang kompleks, namun kompleksitasnya selalu seiring dengan perkembangan manusia. Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Berbagai masalah dalam proses  belajar perlu diselaraskan dan distabilkan, agar kondisi belajar tercipta sesuai dengan tujuan yangingin dicapai serta dapat diperoleh seoptimal mungkin guru harus memanfaatkan media yang mampu merangsang pembelajaran secara efektif dan efisien.Pembelajaran merupakan pendukung dalam proses belajar, maka dibutuhkan media belajar sebagai sarana pendukung, selain tranformasi belajar secara konvensional atau tatap muka (ceramah) di dalam kelas. Media pembelajaran merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dan sudah merupakan suatu integrasi terhadap pembelajaran yang dipakai. Media memiliki peranan yang penting karena dapat membantu proses belajar siswa. Media belajar yang abstrak bisa dikongkritkan dan membuat suasana belajar yang tidak menarik menjadi menarik. Bahan belajar yang abstrak bisa dikongkritkan dan membuat suasana belajar yang tidak menarik menjadi menarik. Banyak media  belajar diciptakan untuk belajar mandiri saat ini, namun untuk mencari suatu solusi yang benar-benar baik agar proses belajar menjadi efektif, dan menarik serta menyenangkan merupakan suatu permasalahan yang perlu dicari solusinya. Guru sudah sering menggunakan metode diskusi dan menggunakan berbagai media pembelajaran, tetapi untuk media herbarium di SMA pada umumnya belum digunakan pada materi tumbuhan paku
(Pteridophyta)
. Keadaan tersebut membuat guru  biologi mengandalkan sepenuhnya pada buku yang bersumber dari Dinas Pendidikan  Nasional atau Departemen Pendidikan, atau buku pegangan siswa dari penerbit lain,  pada pembelajaran materi tumbuhan paku
(Pteridophyta)
siswa diharapkan mengetahui tentang jenis-jenis tumbuhan. Menurut observasi langsung di SMA, tanpa adanya media untuk materi tumbuhan paku
(Pteridophyta),
siswa kesulitan untuk memahami materinya. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar biologi siswa adalah dengan mengembangkan media pembelajaran yang relevan, memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut berperan secara aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Media pembelajaran yang dimaksud adalah media herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
untuk siswa kelas X. Herbarium juga merupakan salah satu sumber  pembelajaran yang penting dalam ilmu biologi tumbuhan. Herbarium merupakan koleksi kering yang dibuat berdasarkan prosedur-prosedur tertentu dan memiliki kriteria-kriteria tersendiri (Anonim, 2011a:5).Media herbarium cocok digunakan di dalam kelas, karena dengan adanya media herbarium siswa bisa langsung melihat  bentuk asli dari tumbuhan paku
(Pteridophyta)
 beserta nama dari spesies tumbuhan tersebut. Pembelajaran menggunakan media dapat membuat siswa lebih mampu mengingat jenis-jenis tumbuhan paku
(Pteridophyta)
 dari yang mereka lihat pada media tersebut. Media herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta)
 bisa dijangkau siswa apabila ingin membuat herbarium ini, disamping itusampel tumbuhan paku
(Pteridophyta)
di Jambi banyak, sehingga penelitimelakukan penelitian pengembangan media herbarium tumbuhan paku
(Pteridophyta).
Berdasarkan uraian di atas di SMA Jambiperlu kiranya dilakukan perbaikan dan inovasi untuk memperbaiki mutu pembelajaran biologi di SMA. Penulistertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Herbarium Tumbuhan Paku
(Pteridophyta)
sebagai Media Pembelajaran Biologi di SMA. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->