Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Air

Laporan Air

Ratings: (0)|Views: 40 |Likes:
Published by ikekeike

More info:

Published by: ikekeike on Nov 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

 
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Air tersusun oleh sebuah atom oksigen yang berikatan secara kovalen dengan 2 atom hidrogen. Atom O mempunyai muatan negatif dan atom H mempunyai muatan positif menjadikan air bersifat seperti magnet yang mempunyai dua kutub. Kondisi ini menyebabkan air dapat ditarik oleh senyawa lain baik yang bermuatan positif atau bermuatan negatif. Molekul air yang satu dengan yang lain dapat bergabung melalui ikatan hidrogen yang dapat terbentuk melalui tarik menarik antara kutub positif (atom H) molekul air yang satu dengan kutub negatif (atom O) molekul air lain. Air merupakan suatu unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan. Air dibutuhkan dalam kelangsungan proses biokimiawi organisme hidup. Selain itu digunakan untuk keperluan proses biokimiawi, air terdapat pada setiap bahan, atau yang disebut dengan kadar atau kandungan air. Pengukuran kadar air dalam suatu bahan sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Kadar air merupakan perbedaan antara berat bahan sebelum dan sesudah dilakukan pemanasan. Setiap bahan apabila diletakan dalam udara terbuka kadar airnya akan mencapai keseimbangan dengan kelembapan udara di sekitarnya. Kadar air bahan ini disebut dengan kadar air seimbang. Penentuan kadar air dalam bahan dapat ditentukan dengan beberapa cara,yaitu: Metode pengeringan (Thermogravimetri), metode destilasi (Thermovolumetri), metode khemis, metodefisis, dan metode khususmisalnya dengan kromatografi, Nuclear Magnetic Resonance (Sudarmadji
et al
1989). Oleh karena itu dilakukan analisis kadar air dengan menggunakan metode oven atau gravimetri.
1.2 Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum analisis kadar air ini antara lain yaitu : 1. Untuk mengetahui kadar air didalam suatu bahan pangan 2. Mengetahui cara penentuan kadar air pada bahan pangan dan hasil pertanian dengan metode pengeringan (ove
 
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1
 
Macam-macam Metode Analisa Kadar Air
Analisis kadar air metode langsung dilakukan dengan cara mengeluarkan air dalam bahan pangan dengan bantuan pengeringan oven, desikasi, distilasi, ekstraksi, dan teknik fisikokimia lainnya. Jumlah air dapat diketahui dengan cara  penimbangan, pengukuran volume atau cara langsung lainnya. Ada beberapa
 metode untuk analisis kadar air, antara lain yaitu metode gravimetri (pengeringan dengan oven), metode destilasi azeotropik, metode karl fischer, metode desikasi kimia dan metode termogravimetri.
 
1.
 
Metode gravimetri Metode pengeringan ini dilakukan menggunakan oven dengan  prinsip perhitungan selisih antara bobot bahan sebelum dan sesudah  pengeringan. Selisih bonot tersebut merupakan air yang teruapkan dan dihitung sebagai kadar air (Legowo , 2004). Metode ini dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan air dari suatu bahan dengan menggunakan  proses pengeringan dalam oven (oven udara atau oven vakum)  berdasarkan dengan tekanan yang digunakan. a.
 
Metode oven udara Metode ini dapat digunakan pada semua produk pangan, kecuali  produk yang mengandung senyawa volatil , atau produk yang mudah terdekomposisi pada pemanasan 100
o
C. Prinsip dari metode ini yaitu mengeringkan sampel dalam oven 100
o
C-105
o
C sampai bobot konstan, dan selisih bobot awal dengan bobot akhir dihitung sebagai kadar air.  b.
 
Metode oven vakum Metode ini dilakukan pada produk yang mengandung komponen yang terdekomposisi pada 100
o
C atau relatif banyak mengandung volatil. Prinsip metode ini yaitu mengeringkan produk yang terdekomposisi pada 100
o
C didalam suatu tempat yang dapat dikurangi tekanan udaranya, atau divakum, dengan demikian pengeringan dapat  berlangsung pada suhu dan tekanan rendah (Legowo, 2004).
 
2.
 
Metode destilasi azeotropik Terdapat 2 jenis metode distilasi yang dapat diterapkan yaitu distilasi langsung dan distilasi azeotropik. a.
 
Distilasi langsung Distilasi metode ini dilakukan dengan air diuapkan dari pelarut (menarl) yang imisibel atau tidak dapat bercampur dengan air yang mempunyai titik didih tinggi. Alat yang digunakan adalah alat distilasi. Selama pemanasan, air yang menguap dikondensasi, lalu ditampung dalam gelas ukur dan ditentukan volume airnya untuk mengukur kadar air.  b.
 
Distilasi azeotropik Destilasi metode ini dilakukan dengan cara air diuapkan bersama-sama dengan pelarut yang sifatnya imisibel pada perbandingan yang tetap. Tiga  jenis pelarut yang sering digunakan adalah toluena, xilena (dimetil  benzena), dan tetrakloroetilena. Toluena paling banyak digunakan. Toluena dan xilena memiliki berat jenis lebih rendah dari air, berat jenis toluena 0,866 g/ml, xilena 0,866-0,87 g/ml. Tetrakloroetilena mempunyai  berat jenis lebih tinggi dari air 1,62 g/ml. Penggunaaan pelarut yang memiliki berat jenis lebih ringan dari air  bertujuan agar air berada di bagian bawah gelas penampung sehingga  pengukuran volume lebih mudah. Apabila pelarut yang digunakan memiliki berat jenis lebih tinggi maka akan menyulitkan pengukuran volume air (akan terbentuk dua meniskus sehingga ketelitian data kurang). Analisis kadar air metode distilasi azeotropik (SNI 01-3181-1992 yang dimodifikasi) memiliki prinsip bahwa penguapan air dari bahan bersama-sama dengan pelarut yang sifatnya imisibel pada suatu perbandingan yang tetap. Uap air dari bahan beserta pelarut dikondensasi kemudian ditampung dalam gelas penampung. Air yang mempunyai berat jenis lebih  besar dibandingkan pelarutnya (jika digunakan pelarut dengan berat jenis lebih rendah) akan berada di baian bawah pelarut sehingga volumenya dapat dengan mudah ditentukan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->