Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PKMI (ISI)

PKMI (ISI)

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 716|Likes:
Published by anchye_0625

More info:

Published by: anchye_0625 on Aug 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
 
1
OPTIMALISASI POTENSI KELAPA DALAM MENINGKATKAN TARAFEKONOMI MASYARAKATDESA PUDONGGALA, SULAWESI TENGGARA
 
Farhan Ramdhani Istianandar, Fitri Lapau, Agu
ng Julianto, Novi Iradamayanti
 
 Ringkasan
 
 Indonesia adalah salah
satu
 pusat 
penghasil kelapa
.
 Desa Pudonggala diSulawesi Tenggara merupakan sub
 pusat 
produksi kelapa Indonesia dengan jumlah produksi kopra 16 ton setiap bulan atau kisaran produksi 900 1.200 kg/ha setiap 3
bulan.
Kelapa merupakan golongan buah sejati berdaging dengan intensitas panen
empa
t kali dalam satu tahun. Beragam produk dapat diproduksi berbahan bakukelapa, seperti: VCO (Virgin Coconut Oil), arang aktif, asap cair, nata de coco, dan
lain sebagainya.
 Potensi kelapa yang dimiliki Desa Pudonggala belum dapat teroptimalkan
dalam
 
 pengol
ahan
 produksi lanjutan. Diversifikasi produk dilakukan sebatas
 pe
mbuatan kopra dan minyak kelapa, pemasaran dan proses produksinya pun masihsangat terbatas. Hal ini disebabkan terkendala teknologi, permodalan, daya serap pasar yang belum merata, serta kurangnya sosialisasi produk olahan lanjutan
berbahan baku kelapa.
  Beberapa poin yang kami sarankan sebagai upaya meningkatkan nilaiekonomi komoditi kelapa
 ,
 yaitu:
 D
iversifikasi
P
roduk 
Komoditi Kelapa
 ,
O
 ptimalisasi
Produksi dan P
roses
P
engolahan
 L
anjutan,
P
erintisan Asosiasi
Cabang, dan
 Bantuan Permodalan.
 
Kata kunci: kelapa, produksi kelapa, diversifikasi produk 
 
 Abstract
 
 Indonesia
is either production coconut center. Pudonggala Village at S
outheast 
Sulawesi is constitute subcentre with rate of production 16 ton/month or 
900
-1.200 kg/ha every 3 months. Coconut is real fruit with intencity crop 4 sess
ion
sin one year. Some diversification products are made from coconut material, for 
example:
VCO (Virgin Coconut Oil), active slag, liquid smoke
 , nata de coco,
and etc
.Coconut of capability at Pudonggala Village doesnt optimum inmanufacturing to product the others product. Diversification product has made
only
 copra and coconut oil
its
marketing and manufacturing was limited. This situ
ation
was caused by technology constraint, marketing wasnt smooth, and minimum
socialization about manufacturing product with coconut material.
 
Some point 
s we suggest as step to increase economy value of coconut commodity, namely: Diversification Product of Coconut Comodity, Production and 
 Manufacturing Optimalization, Association Pioneering
Branch
 , and 
Financial Loan
.Key words: coconut, coconut production, diversification product 
 
 
2
PENDAHULUAN
 
Potensi Kelapa
 
Dalam tahun 2005 lahan perkebunan kelapa diseluruh dunia mencapai 12,5
 ju
ta hektar, dengan tingkat produksi 11,72 juta ton. Jumlah tersebut mengalami
peningkatan 2,47% dibandingkan tahun 2004. Dari jumlah areal perkebunan 12,5 juta
hektar, sebanyak 87,9% atau sebanyak 10,78 juta hektar dikuasai negara-negara yangtergabung dalam APCC (
 Asian and Pacific Coconut Community
). Salah satu negara
yang menjadi anggota APCC adalah Indonesia.
 Saat ini Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki luas perkebunankelapa terbesar di dunia, yakni 3,712 juta hektar. Sebagian besar perkebunan yangada merupakan perkebunan rakyat (96,6%), sedangkan sisanya dimiliki oleh negara(0,7%) dan swasta (2,7%). Dari potensi produksi sebesar 15 milyar butir pertahun,yang dimanfaatkan hanya sebesar 7,5 milyar butir pertahun atau sekitar 50% dari
potensiproduksi.
(
www.kapanlagi.com
 
)24.634 ton produksi kelapa
Indonesia
atau (1,64%) disumbang oleh SulawesiTenggara, dengan luas lahan 65.085 hektar atau (1,7%) dari luas lahan keseluruhan
(Tabel 1.1).
(
www.bkpm.go.id
)
 
No.
 
Nama Daerah
Luas Lahan Ha)
 
Produksi (Ton)
 
1 Kabupaten Bombana
 
14.086
8.
753
 2
Kabupaten Kolaka
 
4.777
2.
126
 3
Kabupaten
Kolaka Utara
 
33.423
4.
465
 4
Kabupaten Muna
 
8.486
6.
304
 5
Kabupaten Wakatobi
 
3.429
2.
428
 6
Kota Bau
-
Bau
 
267
 
83
 7
Kota Kendari
 
617
 
475
 
Jumlah
 
65.085
 
24.634
 
Tabel 1.
1
Persebaran lahan kelapa serta jumlah produksi yang dihasilkan
 
Selain tujuh daerah diatas, daerah lain yang ikut berkontribusi terhadap jumlah produksi kelapa Sulawesi Tenggara diantaranya, Kabupaten Konawe Utara.Sebagai salah satu sentra kelapa, dengan luas areal sebesar 1.814 h
ektar
, yangtersebar di 7 kecamatan wilayah dan jumlah produksi kelapa dalam dengan cerminanproduksi kopra yakni sebesar 1.340,6 ton pada tahun 2007. Dari 7 kecamatan,Kecamatan Lasolo dan Kecamatan Sawa memiliki luas areal dan produksi kelapaterbesar dengan luas areal di Kecamatan Lasolo 627 hektar dengan jumlah produksikopra sebesar 348 ton pada tahun 2007 dan luas areal di Kecamatan Sawa sebesar475 h
ekt
ar dengan produksi kopra sebesar 365 ton pada tahun 2007. (
Data Dinas
P
ertanian Kabupaten Konawe Utara).
Pada kesempatan saat ini, kami membatasi pembahasan pada
Desa Pudonggala,Kecamatan Sawa.
 
 
 
3
 
Klasifikasi Biologis
 
Kelapa merupakan buah yang muncul atau tumbuh dari bakal buah itu sendiri,karena itu kelapa dimasukan ke
dalam golongan buah sejati yang berdaging. Di dalam
penggolongan buah sejati ini, kelapa (
Cocos nucifera
) memiliki beberapa lapisan inti
yakni:
 
1.
 
Kulit luar (
exocarpium
), berciri tipis, menjagat, licin, dan berupa sisik 
 
2.
 
Kulit tengah (
mesocarpium
), yakni lapisan tebal berambut (sabut kelapa)
 
3.
 
Kulit dalam (
end 
ocarpium
), inilah yang disebut dengan tempurung kelapa.
 Selain lapisan tersebut, terdapat pula bagian yang disebut embrio, dimanaembrio ini merupakan calon individu baru dari tumbuhan induk. Adanya sisik 
pada
exocarpium
ini memungkinkan embrio terlindungi saat terbawa arus. Hal inidikarenakan air tidak dapat masuk ke dalam lapisan berikutnya. K
elapa
diklasifikasikan sebagai berikut:
 
1.
 
 Regnum
(dunia)
 
:
 plantae
(tumbuhan)
 
2.
 
 Divisio
(bagian)
 
:
spermatophyta
(tum
buhan berbiji)
 
3.
 
Clasis
(kelas)
 
:
monocotyledon
(berdau
n lembaga Satu
 
4.
 
Ordo
(bangsa)
 
:
 palmales
 
(bangsa palem)
 
5.
 
Family
(suku)
 
:
araceae
 
6.
 
Genus
(marga)
 
:
cocos
 
7.
 
Species
(jenis)
 
:
ocos nucifera
 
BAHAN dan METODE
 
Penulisan ini kami lakukan berdasar kegiatan survey lapangan yang kamilakukan di Desa Pudonggala, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi
Sulawesi Tenggara. Survey lapangan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi objektif 
yang lebih akurat tentang potensi komoditi kelapa. Selain hasil penelitian dilapangan, bahan tulisan di dapat dari referensi, data yang relevan dari pihak terkait
yang sifatnya sekunder. Kegiatan ini kurang lebih dilakukan selama 3 bulan.
 
HASIL PENELITIAN
 
Letak Strategis
 
Desa
Pudonggala terletak di
Kec
amatan Sawa, dengan luas 722 hektar
,
dengan pend
uduk berjumlah 92 kk (372 Jiwa). Mata pencaharian utama masyarakat

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
miftahol liked this
Niklah liked this
Dewi Lestari liked this
Dewi Lestari liked this
angga_aster liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->