http://www.bagaskarakawuryan.wordpress.com
cakra bagaskara manjer kawuryan
The past is never dead, it is not even past. This past, moreover, reaching all the way back into the origin, does not pull back but presses forward, and it is, contrary to what onewould expect, the future which drives us back into the past.Seen from the viewpoint of man, who always lives in the interval between past and future,time is not a continuum, a flow of uninterrupted succession; it is broken in the middle, atthe point where "he" stands; and "his" standpoint is not the present as we usuallyunderstand it but rather a gap in time which "his" constant fighting, "his" making a standagainst past and future, keeps in existence.The first thing to be noticed is that not only the future "the wave of the future" but also thepast is seen as a force, and not, as in nearly all our metaphors. Action being things to bedo. Action that has a meaning for the living has value only for the dead, completion onlyin the minds that inherit and question it.If action
is emphasized exclusively to the detriment of reflection, the word is converted intoactivism. Action can not living in the jail wich called “area between past and future”.
Malam hangat bercampur asap rokok bergerak maju. Suara batuk tertahan akibat sisa bautembakau rokok menyadarkan saya. Tim fasilitator semenjak tadi memberi tanda kepadasaya untuk berbicara. Cukup lama rupanya saya tertegun.Pak Daryono memberi ruang agar saya duduk bersamanya. Relawan warga memperbaikiposisi duduknya. Kelompok ibu-ibu membuka lembaran baru buku catatan, bersiapmenulis pernyataan. Kelompok muda malu segan membersihkan ceceran abu rokok yangmeleset tertampung asbak papan kayu berukuran 20 sentimeter.Saya duduk disebelah kanan Pak Daryono. Kali keenam saya berada di tengah-tengahmanusia-manusia yang memiliki kebesaran jiwa, kemurnian hidup. Kembali saya tertegun,sampai usapan halus Pak Daryono dipunggung memberi rasa nyaman untuk berbicara.Namun, saya tetap tidak dapat berbicara. Segala jiwa saya luruh, segala keberanian sayamembeku di ujung hela nafas. Terasa sesak dada, lalu detik selanjutnya air mata menetes.Terisak saya sampaikan betapa saya merasa terhormat dapat bersama mereka, belajarbanyak untuk menyikapi masa lalu, berbuat adil kepada masa depan.Ada ruang “antara” masa lalu dan masa depan yang masih diberikan kesempatanmendiami kehidupan. Ruangan “antara” tidak menenggelamkan hidup pada area masalalu, namun sulit mengawali penjelajahan masa depan. Ruangan “antara” bukanlah masakini. Setiap perbuatan dalam ruang “antara” tidak berfungsi memperbaiki kondisi, hanyamenegaskan eksistensi.Aksi;perbuatan berdasar nurani dengan kesadaran akan memberi arti lebih bagi kehidupandalam ruang “antara”. Ia akan bergerak satu arah bersama masa lalu dan masa depan,bahkan masa lalu dan masa depan senyatanya bergerak satu arah. Dan itu bukan masa kini.Yang perlu dilakukan selanjutnya ialah mendengarkan kembali nurani dalam gerak satuarah masa lalu dan masa depan. Nurani akan menunjukan arah lebih baik, meskipun akanada jalur satu arah lainnya.
Leave a Comment