http://www.bagaskarakawuryan.wordpress.com
cakra bagaskara manjer kawuryan
Ingatan pada mulanya bukan merupakan sebuah tindakan, tetapi sejenis pengetahuansemisal persepsi, imanjinasi dan pemahaman. Ingatan memunculkan pengetahuan tentangperistiwa-peristiwa masa lalu, atau kelaluan dari peristiwa-peristiwa masa lalu. BerdasarPaul Ricoeur (1999), ingatan memiliki dua jenis hubungan dengan masa lalu. Pertama,adalah relasi pengetahuan, sementara yang kedua adalah relasi tindakan. Kedua relasi inimuncul karena mengingat merupakan jalan untuk melakukan segala hal, bukan hanyadengan kata-kata tetapi juga dengan fikiran.Selanjutnya Ricoeur mengusulkan tiga macam pendekatan terhadap ingatan sosial untuk meretas jalan sampai pada persoalan etika ingatan. Patologis-terapetik adalah usulanpertama Ricoeur. Pendekatan pertama ini menuntut adanya perhatian yang serius, karenadisinilah penyalahgunaan- penyalahgunaan ingatan yang sering terjadi diakarkan padasesuatu yang disebut luka-luka dan goresan-goresan masa lalu.Itulah mengapa Ricoeur memisahkan antara
work of memory
(kerja ingatan) dan
work of mourning
(kerja dukacita)
.
Mengingat kerja ingatan menurutnya sejenis dukacita, dandukacita merupakan ujian yang menyakitkan dalam memori. Dukacita merupakanrekonsiliasi dengan hilangnya sebagian obyek-obyek cinta yang mungkin berupa pribadi,tetapi juga dapat berupa abstraksi-abstraksi semisal kebebasan, komitmen, kesetiaan,kebahagiaan, dusta dan penghianatan.Masih berbicara mengenai apa yang diusulkan oleh Freud, pendekatan kedua disebutsebagai pendekatan pragmatik. Pendekatan ini bernilai praksis ingatan, sebab ingatansangat rentan tunduk kepada penyalahgunaan, karena ingatan memiliki banyak hubungandengan persoalan identitas. Menjadi sebuah identitas, bagi manusia, memerlukan kerjakeras ingatan untuk mengingat terus menerus siapa dan apa dirinya sepanjang masa.Proses inilah yang sangat rapuh, dan rawan terhadap penyalahgunaan ingatan.Kenapa seperti itu?.
One self as another (1992)
yang ditulis Ricoeur membedah persoalanidentitas ini, hingga menemukan dua permodelan;
Idem identity
dan
Ipse identity.
Mengenai
Idem identity,
identitas dikonotasikan berupa kesamaan, kesamaan merupakanpendakuan diri dengan mengabaikan variabel-variabel perjalanan waktu dengan pelbagaiperistiwa-peristiwa yang menyertainya. Identitas ialah perihal yang independen tanpakebergantungan dengan faktor lainnya berdasar model ini. Karakter pribadi contohnya.Namun pada perjalanan kehidupan sosial, identitas ternyata memerlukan upaya untuk lebih fleksibel saat berhadapan dengan
Idem identity- Idem identity
lainnya; sebuah upayauntuk menjaga keberadaannya di tengah- tengah “yang lainnya”
(the other)
dan “yangberlainan”
(otherness)
dengan dirinya.Penjelasan terhadap kerapuhan dan kerawanan penyalahgunaan ingatan, akibat terusmenerus meneguhkan identitas diri sepanjang masa dan mempertahankan kedirian pribadi,semakin jelas dengan menambahkan satu komponen permanen dalam kehidupan manusia;kekerasan
(violence).
Kekerasan sangat mungkin terjadi untuk menjaga keberlangsunganidentitas agar terus terhubung dengan kehidupan sosialnya. Adalah benar bahwa manusiapada umumnya merasa terancam dengan fakta bahwa ada orang lain yang hidup menurutstandar-standar kehidupannya, pun standar-standar kehidupan dimaksud bertentangan
Leave a Comment