• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Sejarah Ringkas dan Konsep Iman dan Kufur
Sejarah Ringkas Iman dan Kufur Perbincangan tentang iman dan kufur ini timbulnya pada masa pemerintahan AliIbn Abi Talib. Pada waktu itu terjadi pertempuran antara Saidina Ali dengan Mu’awiyyahIbn Abi Sufyan. Mu’awiyyah adalah gabenur Damaskus yang tidak setuju pemerintahanSaidina Ali. Pertempuran ini terkenal dengan peperangan Siffin (659 M.). Ketika pasukanSaidina Ali hampir memenangi pertempuran tersebut, pembantu kanan Mu’awiyyah,‘Amr Ibn Al-‘As yang terkenal sebagai orang licik, meminta berdamai denganmengangkat al-Quran ke atas. Qurra yang ada di pihak Saidina Ali mendesak Saidina Alisupaya menerima tawaran itu, dan dengan demikian dicarilah perdamaian denganmengadakan pengantara (arbitrasi). Sebagai pengantara dilantik dua orang, iaitu: ‘Amr Ibn Al-‘As di pihak Mu’awiyyah dan Abu Musa al-Asy’ari dari pihak Ali. Kesimpulandari arbitrasi tersebut merugikan pihak Ali dan menguntungkan pihak Mu’awiyyah, laluMu’awiyyah dengan sendirinya dianggap menjadi khalifah tidak rasmi. Sebagian dari pengikut Ali tidak setuju dengan pengantara (arbitrasi) tersebut, dan karena itu merekameninggalkan barisan Saidina Ali. Golongan mereka inilah dalam sejarah Islam terkenaldengan nama Khawarij. Dengan demikian, gambaran dari persoalan-persoalan politik inilah akhirnya membawa kepada timbulnya persoalan teologi.Golongan Khawarij ini memandang bahawa Saidina Ali, Mu’awiyyah, ‘Amr Ibnal-‘As, Abu Musa al-Asy’ari dan lain-lain yang menerima arbitrasi itu adalah kafir,karena mereka semuanya tidak kembali menetapkan hukum kepada al-Quran seperti yangdimaksudkan oleh firman Allah dalam surah al-Maidah, 5: 44:Artinya: “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, makamereka itu adalah orang-orang yang kafir.”Dari ayat inilah mereka mengambil semboyan la hukma illa lillah karena keempattempat pemuka Islam di atas telah dipandang kafir dalam arti bahwa mereka telah keluar dari Islam, yaitu murtad. Mereka mesti dibunuh. Yang dipandang kafir bukan lagi hanyaorang yang melakukan dosa besar, yaitu murtakib al-kabair. Persoalannya ialah, masihkahdia mukmin ataukah dia menjadi kafir, kerana melakukan dosa besar? Dengan demikian,dari persoalan inilah menimbulkan akhirnya lahir aliran-aliran baru ilmu al-kalam disamping Khawarij. Aliran-alirannya adalah Murjiah, Mu’tazilah, Asy’ariyyah danMaturidiyyah.
Konsep Iman
Para Mutakallimin secara umum merumuskan unsur-unsur iman terdiri dari al-tasdiq bi al-qalb; al-iqrar bi al-lisan; dan al-‘amal bi al-jawarih. Ada yang berpendapat
 
unsur ketiga dengan istilah yang lain: al-‘amal bi al-arkan yang membawa maksudmelaksanakan rukun-rukun Islam. Perbedaan dan persamaan pendapat para mutakallimindalam konsep iman nampaknya berkisar di sekitar unsur tersebut.Jika dilihat dari asal bahasa kata iman berasal dari bahasa arab yang berartimembenarkan, dan dalam bahasa Indonesia kata iman berarti percaya yaitu sebuahkepercayaan dalam hati dan membenarkan bahwa adanya Allah SWT itu benar-benar adaserta membenarkan dan mengamalkan semua yang di ajarkan oleh Nabi MuhammadSAW dan mempercayai Rasul-Rasul sebelumnya. Iman merupakan inti dasar dari sebuah peribadatan, tanpa adanya keimanan sangat mustahil seseorang dapat membenarkanadanya Tuhan.Dalam pembahasan ilmu kalam konsep iman terbagi menjadi tiga golongan yaitu :1. Iman adalah Tasdiq dalam hati atas wujud Allah dan keberadaan Nabi atau RasulAllah. Menurut konsep ini iman dan kufur semata-mata adalah urusan hati, bukan Nampak dari luar. Jika seseorang membenarkan atau meyakini adanya Allah maka iadapat disebut teklah beriman kepada Allah meskipun perbuatannya tidak sesuai denganajaran agama islam. Konsep iman ini banyak dianut oleh mazhab murjiah yang sebagian besar penganutnya adalah Jahamiyah dan sebagian kecil Asy’ariyah.Menurut paham diatas bahwa keimanan seseorang tidak ada sangkut pautnyadengan perbuatan atau amaliyah-amaliyah zahir, dikarenakan hati adalah sesuatu yangtersembunyi sehingga tidak dapat disangkut pautkan dengan keadaan yang zhahir.2. Iman adalah Tasdiq di dalam hati dan diikrarkan dengan lidah. Dengan demikianseseorang dapat digolongkan beriman apabila mempercayai dalam hati keberadaan Allahdan mengikrarkan (mengucapkan) dengan lidah. Disini antara keimanan dan perbuatanmanusia tidak ada hubungannya. Yang terpenting dalam iman adalah Tasdiq dalam hatidan diikrarkan dengan lisan konsep ini dianut oleh sebagian pengikutMahmudiyah3. Iman adalah Tasdiq dalam hati dan diikrarkan dengan lisan serta dibuktikan dengan perbuatan. Disini diterangkan bahwa antara iman dan perbuatan Terdapat keterkaitankarena keimanan seseorang ditentukan pula oleh amal perbuatannya konsep iman inidianut oleh Mu’tazilah dan Khawarij.Bagi Khawarij antaranya mengatakan pengertian iman itu ialah, beriktikad dalamhati dan berikrar dengan lidah serta menjauhkan diri dari segala dosa. Pengertian yangdiberikan oleh Khawarij di atas, sama dengan Mu’tazilah pada unsur yang pertama danyang kedua, tetapi berbeda pada unsur yang ketiga di dalam hal menjauhkan diri darisegala dosa, bagi Khawarij termasuk dosa kecil. Sedangkan bagi Mu’tazilah hanyamenjauhkan diri dari dosa besar saja.Bagi Murjiah pula, menurut al-Bazdawi mayoritas mereka berpendapat bahawaiman itu hanyalah ma’rifah kepada Allah semata-mata. Sedangkan bagi Asy’ariyyah,iman ialah membenarkan dengan hati, dan itulah iktikad . Di sini terdapat persaman
 
antara konsep Murjiah dan Asy’ariyyah yang menekankan tugas hati bagi iman atas pengakuan. Cuma Murjiah menggunakan perkataan ma’rifah, sementara Asy’ariyyahmenggunakan al-tasdiq.Selanjutnya konsep Maturidiyyah secara umumnya sama dengan konsepAsy’ariyyah dari ahli al-sunnah wa al-jama’ah, cuma sedikit perbedaan, yaitu bagiMaturidiyyah tasdiq dengan hati mesti satu kesatuan beriqrar dengan lidah. Sedangkan bagi Asy’ariyyah hanya memadai dengan pengakuan hati untuk membuktikan keimanan,taqrir dengan lisan tidak diperlukan, kerana taqrir dengan lisan dan mengerjakan rukun-rukun Islam adalah merupakan cabang dari iman.8 Pendapat Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah golongan Asy’ariyyah yang agak lebih lengkap tentang iman seperti yangdiberikan oleh al-Baghdadi yang dikutip oleh Harun Nasution, ia menerangkan bahawaada tiga bagian:a. Iman yang membuat orang keluar dari golongan kafir dan tidak kekal dalam neraka,yaitu: Mengakui Tuhan, kitab, para Rasul, qadar baik dan jahat, sifat-sifat Tuhan dansegala keyakinan lain yang diakui dalam syari’at. b. Iman yang mewajibkan adanya keadilan dan melenyapkan nama fasiq dari seseorangserta yang melepaskan dari neraka, iaitu mengerjakan segala yang wajib dan menjauhisegala dosa besar.c. Iman yang menjadikan seseorang itu memperolehi prioriti untuk langsung masuk kesyurga tanpa perhitungan, iaitu mengerjakan segala yang wajib serta yang sunat danmenjauhi segala dosa.Dari uraian di atas, dapat dibuat kesimpulan bahwa konsep iman dari aliran yanglima ini, secara umum dapat dibagi dua:a. Konsep yang menerima unsur-unsur iman itu secara mantap ketiga-tiganya, yaitu, al-tasdiq bi al-qalb; al-iqrar bi al-lisan, al-‘amal bi al-jawarih atau al-‘amal bi al-arkan. b. Konsep yang menekankan kepada unsur pertama saja dari ketiga-tiga unsur tersebut.Unsur-unsur kedua dan ketiga bagi golongan ini hanya merupakan cabang-cabang sajadari iman. Pendapat yang kedua ini terdapat pada golongan yang berpendapat arti imansebagai ma’rifah dan tasdiq. Golongan ini termasuk Murjiah, Asy’ariyyah danMaturidiyyah.
Konsep Kufur
Kufur secara lughat (bahasa) kata kufur berasal dari bahasa Arab yang bermaknaingkar. Kufur dalam banyak pengertian sering diantagoniskan sebagai kedaan yang bertolak belakang dengan iman. Adapun yang dimaksud kufur dalam pembahasan iniadalah keadaan tidak percaya/tidak beriman kapada Allah SWT. Maka orang yang
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...