Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
25Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Program

Evaluasi Program

Ratings: (0)|Views: 5,405|Likes:
Published by cepbrahma
education reform
education reform

More info:

Published by: cepbrahma on Aug 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/20/2012

pdf

text

original

 
Sabtu, 2008 Maret 29
a. Pengertian evaluasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2004 : 1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkaninformasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakanuntuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Fungsi utamaevaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasiyang telah dilakukan.Menurut Worthen dan Sanders (1979 : 1) evaluasi adalah mencari sesuatu yang berharga(worth). Sesuatu yang berharga tersebut dapat berupa informasi tentang suatu program, produksi serta alternatif prosedur tertentu. Karenanya evaluasi bukan merupakan hal barudalam kehidupan manusia sebab hal tersebut senantiasa mengiringi kehidupan seseorang.Seorang manusia yang telah mengerjakan suatu hal, pasti akan menilai apakah yangdilakukannya tersebut telah sesuai dengan keinginannya semula.Menurut stufflebeam dalam worthen dan sanders (1979 : 129) evaluasi adalah : process of delineating, obtaining and providing useful information for judging decision alternatives.Dalam evaluasi ada beberapa unsur yang terdapat dalam evaluasi yaitu : adanya sebuah proses (process) perolehan (obtaining), penggambaran (delineating), penyediaan(providing) informasi yang berguna (useful information) dan alternatif keputusan(decision alternatives).Dari pengertian-pengertian tentang evaluasi yang telah dikemukakan beberapa orangdiatas, kita dapat menarik benang merah tentang evaluasi yakni evaluasi merupakansebuah proses yang dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh mana keberhasilansebuah program. Keberhasilan program itu sendiri dapat dilihat dari dampak atau hasilyang dicapai oleh program tersebut.Karenanya, dalam keberhasilan ada dua konsep yang terdapat didalamnya yaituefektifitas dan efisiensi. Efektifitas merupakan perbandingan antara output dan inoutnyasedangkan efisiensi adalah taraf pendayagunaan input untuk menghasilkan output lewatsuatu proses (Sudharsono 1994 : 2)Dalam evaluasi terdapat perbedaan yang mendasar dengan penelitian meskipun secara prinsip, antara kedua kegiatan ini memiliki metode yang sama. Perbedaan tersebutterletak pada tujuan pelaksanaannya. Jika penelitian bertujuan untuk membuktikansesuatu (prove) maka evaluasi bertujuan untuk mengembangkan (improve).Terkadang, penelitian dan evaluasi juga digabung menjadi satu frase, penelitian evaluasi.Sebagaimana disampaikan oleh Sudharsono (1994 : 3) penelitian evaluasi mengandungmakna pengumpulan informasi tentang hasil yang telah dicapai oleh sebuah programyang dilaksanakan secara sistematik dengan menggunakan metodologi ilmiah sehinggadarinya dapat dihasilkan data yang akurat dan obyektif.
 
b. Tujuan evaluasi program
Setiap kegiatan yang dilaksanakan mempunyai tujuan tertentu. demikian juga denganevaluasi. Menurut Suharsimi Arikunto (2004 : 13) ada dua tujuan evaluasi yaitu tujuanumum dan tujuan khusus. Tujuan umum diarahkan kepada program secara keseluruhansedangkan tujuan khusus lebih difokuskan pada masing-masing komponen.Implementasi program harus senantiasa di evaluasi untuk melihat sejauh mana programtersebut telah berhasil mencapai maksud pelaksanaan program yang telah ditetapkansebelumnya. Tanpa adanya evaluasi, program-program yang berjalan tidak akan dapatdilihat efektifitasnya. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan baru sehubungan dengan program itu tidak akan didukung oleh data. Karenanya, evaluasi program bertujuan untuk menyediakan data dan informasi serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan (decisionmaker) untuk memutuskan apakah akan melanjutkan, memperbaiki atau menghentikansebuah program.
c. Hakekat Evaluasi Program
Menurut John L Herman dalam Tayibnapis (1989 : 6) program adalah segala sesuatuyang anda lakukan dengan harapan akan mendatangkan hasil atau manfaat. Dari pengertian ini dapat ditarik benang merah bahwa semua perbuatan manusia yang darinyadiharapkan akan memperoleh hasil dan manfaat dapat disebut program.Menurut Suharsimi Arikunto (2004 : 2) program dapat dipahami dalam dua pengertianyaitu secara umum dan khusus. Secara umum, program dapat diartikan dengan rencanaatau rancangan kegiatan yang akan dilakukan oleh seseorang di kemudian hari.Sedangkan pengertian khusus dari program biasanya jika dikaitkan dengan evaluasi yang bermakna suatu unit atau kesatuan kegiatan yang merupakan ralisasi atau implementasidari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses berkesinambungan dan terjadi dalam satuorganisasi yang melibatkan sekelompok orang.Menilik pengertian secara khusus ini, maka sebuah program adalah rangkaian kegiatanyang dilaksanakan secara berkesinambungan secara waktu pelaksanaannya biasanya panjang. Selain itu, sebuah program juga tidak hanya terdiri dari satu kegiatan melainkanrangkaian kegiatan yang membentuk satu sistem yang saling terkait satu dengan lainnyadengan melibatkan lebih dari satu orang untuk melaksanakannya.Menurut Isaac dan Michael (1984 : 6) sebuah program harus diakhiri dengan evaluasi.Hal ini dikarenakan kita akan melihat apakah program tersebut berhasil menjalankanfungsi sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut mereka, ada tiga tahaprangkaian evaluasi program yaitu : (1) menyatakan pertanyaan serta menspesifikasikaninformasi yang hendak diperoleh, (2) mencari data yang relevan dengan penelitian dan(3) menyediakan informasi yang dibutuhkan pihak pengambil keputusan untuk melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan program tersebut.Berdasarkan pengertian diatas, maka evaluasi program sebagaimana dimaknai oleh
 
Kirkpatrick dapat dimaknai sebagai sebuah proses untuk mengetahui apakah sebuah program dapat direalisasikan atau tidak dengan cara mengetahui efektifitas masing-masing komponennya melalui rangkain informasi yang diperoleh evaluator (Kirkpatrick 1996 : 3). Tetapi, pengambil keputusan itu sendiri bukanlah evaluator melainkan pihak lain yang lebih berwenang. Evaluator hanya menyediakan informasi-informasi yangdibutuhkan oleh pengambil kebijakan (decision maker)
d. Model-model evaluasi
Ada banyak model yang bisa digunakan dalam melakukan evaluasi program khususnya program pendidikan. Meskipun terdapat beberapa perbedaan antara model-modeltersebut, tetapi secara umum model-model tersebut memiliki persamaan yaitumengumpulkan data atau informasi obyek yang dievaluasi sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan. (Suharsimi Arikunto dan Cecep Safruddin Abdul Jabbar :2004). Menurut Stephen Isaac dan Willian B. Michael ( 1984 : 7) model-model evaluasidapat dikelompokan menjadi enam yaitu :
1. Goal Oriented Evaluation
Dalam model ini, seorang evaluator secara terus menerus melakukan pantauan terhadaptujuan yang telah ditetapkan. Penilaian yang terus-menerus ini menilai kemajuan-kemajuan yang dicapai peserta program serta efektifitas temuan-temuan yang dicapaioleh sebuah program. Salah satu model yang bisa mewakili model ini adalah discrepancymodel yang dikembangkan oleh Provus. Model ini melihat lebih jauh tentang adanyakesenjangan (Discrepancy) yang ada dalam setiap komponen yakni apa yang seharusnyadan apa yang secara riil telah dicapai.
2. Decision Oriented Evaluation
Dalam model ini, evaluasi harus dapat memberikan landasan berupa informasi-informasiyang akurat dan obyektif bagi pengambil kebijakan untuk memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan program. Evaluasi CIPP yang dikembangkan oleh stufflebeammerupakan salah satu contoh model evaluasi ini. Model CIPP merupakan salah satumodel yang paling sering dipakai oleh evaluator. Model ini terdiri dari 4 komponenevaluasi sesuai dengan nama model itu sendiri yang merupakan singkatan dari Context,Input, Process dan Product.Evaluasi konteks (context evaluation) merupakan dasar dari evaluasi yang bertujuanmenyediakan alasan-alasan (rationale) dalam penentuan tujuan (Baline R. Worthern &James R Sanders : 1979) Karenanya upaya yang dilakukan evaluator dalam evaluasikonteks ini adalah memberikan gambaran dan rincian terhadap lingkungan, kebutuhanserta tujuan (goal).Evaluasi input (input evaluation) merupakan evaluasi yang bertujuan menyediakaninformasi untuk menentukan bagaimana menggunakan sumberdaya yang tersedia dalammencapai tujuan program. Evaluasi proses (process evaluation) diarahkan pada sejauhmana kegiatan yang direncanakan tersebut sudah dilaksanakan. Ketika sebuah programtelah disetujui dan dimulai, maka dibutuhkanlah evaluasi proses dalam menyediakan

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
simsame liked this
Nana Beginsmile liked this
Muhammad Imam liked this
Mhe Squarpaents liked this
Nisa Taurz liked this
wbtb liked this
Hendra Surya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->