Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Case Tht Rhinosinositis

Case Tht Rhinosinositis

Ratings: (0)|Views: 7 |Likes:
Published by Sukh Vinder
rhinosinusitis case
rhinosinusitis case

More info:

Categories:Presentations
Published by: Sukh Vinder on Nov 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

 
BAB I
PENDAHULUAN
Rinosinusitis didefinisikan sebagai peradangan pada membran mukosa di sinus paranasal.Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi kronis pada hidung dan sinus paranasal yang sering terjadi, terutama pada usia antara 30-69 tahun. Prevalensi penyakit ini ditemukan lebih tinggi pada  jenis kelamin anita dibandingkan laki-laki. !tiologi rinosinusitis kronis bersifat multifaktorial meliputi faktor penjamu "
host 
# baik sistemik maupun lokal dan faktor lingkungan. $amun pada rinosinusitis kronis yang persisten meskipun telah diberikan terapi yang adekuat biasanya berhubungan dengan adanya obstruksi mekanik, riayat alergi dan asma, inflamasi dari superantigen bakteri dan jamur serta adanya polutan seperti rokok.%iagnosis rinosinusitis kronis didapatkan melalui anamnesis, pemeriksaan &'& dengan rinoskopi anterior dan posterior, nasoendoskopi kaku atau fleksibel, pemeriksaan radiologi "R(ntgen ataupun tomografi komputer sinus paranasal# dan pemeriksaan mikrobiologi. )riteria rinosinusitis kronis dapat ditegakkan berdasarkan kriteria menurut
The European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps
"!P*+# 00.Penatalaksanaan rinosinusitis kronis adalah terapi medikamentosa dan tindakan bedah sinus endoskopi fungsional. +ekitar -/ pasien yang telah menjalani bedah sinus endoskopi fungsional membutuhkan tindakan operasi sinus revisi. 1ndikasi operasi sinus ini adalah ketidaklengkapan operasi sinus sebelumnya, adanya komplikasi operasi sinus sebelumnya, infeksi sinus yang rekuren atau persisten dan terdapat bukti histologis suatu keganasan pada sinus. 2ngka kesembuhan dengan bedah sinus endoskopi revisi berkisar 0-0.
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI DAN FISIOLOGI SINUS PARANASAL
+inus paranasal dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok anterior yang terdiri dari sinus frontal, sinus maksila dan sinus etmoid anterior yang bermuara pada meatus media, dan kelompok posterior yang terdiri dari sinus ethmoid posterior bermuara pada meatus superior dan sinus sfenoid yang bermuara pada resesus sfenoethmoidalis.
Sinus Maksila
+inus maksila merupakan sinus paranasal terbesar berbentuk piramid yang berada di dalam tulang maksila. &ulang ini terdiri dari satu korpus berbentuk piramid kuadrilateral dan empat prosesus yaitu prosesus frontalis, igomatikus, alveolaris dan palatina. +inus maksila dengan apeks berhubungan langsung dengan prosesus igomatikus os maksila dibatasi oleh lima dinding, yaitu dinding medial, anterior, posterolateral, superior dan inferior. %inding medial sinus maksila berbatasan dengan dinding lateral kavitas nasi setinggi meatus media dan inferior yang se4ara vertikal dibagi menjadi tiga bagian "gambar /#./5
Gambar 1
. +inus maksila dengan tiga bagian se4ara vertikal, potongan koronal%inding anterior sinus merupakan dinding anterior os maksila. %inding posterolateral sinus dibentuk oleh os igomatikus dan alar mayor os sfenoid. %inding superior sinus berbatasan dengan lantai orbita dan
 
dinding inferior dibentuk oleh prosesus alveolaris os maksila. *stium sinus maksila kebanyakan terletak pada sepertiga posterior infundibulum ethmoid, dengan ukuran rata-rata -3 mm./5 *stium sinus asesorius juga ditemukan pada /-50 kasus, yang kebanyakan terletak di superior dan posterior prosesus unsinatus. olume rata-rata sinus maksila deasa adalah /5, ml dengan panjang 37-5 mm, tinggi 36-5 mm dan lebar -33mm.
Km!l"ks Os#im"a#al $KOM%
)ompleks ostiomeatal ")*8# terdiri dari sel-sel udara dari etmoid anterior dan ostiumnya, infundibulum etmoid, ostium sinus maksila, ostium sinus frontal dan meatus media, seperti terlihat pada gambar . +truktur lain yang juga merupakan )*8 adalahsel agger nasi, prosesus unsinatus, bula etmoid, hiatus semilunaris inferior dan konka media. +e4ara fungsional, )*8 berperan sebagai jalur drainase dan ventilasi untuksinus frontal, maksila dan etmoid anterior.
Gambar &
. )ompleks ostiomeata

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->