Redha Herdianto
disampaikan pada Kajian Online KSC 26 Juni 2009
Hadist yang lain, yang mengatakan bahwa setiap pemimpin akan ditanya tentangkepemimpinannya, harus diterjemahkan pula sebagai sebuah ancaman serius dari Allahdan Rasul terhadap pemimpin yang tidak berlaku adil. Sampai pada titik ini dapatdimengerti mengapa kedudukan pemimpin lalu menjadi istimewa. Dia dijanjikan akanmasuk surga pertama kali, sekaligus diancam akan menjadi penghuni neraka juga dalamrombongan awal.Adil sebagai pemimpin tak harus dipahami hanya dalam soal memutus sebuah perkara. Namun adil yang diminta kepada pemimpin adalah juga mencakup aspek kesanggupanuntuk selalu menjaga amanah (jujur), tidak khianat, mampu melindungi yang dipimpin(tidak otoriter) dan perilakunya bisa menjadi contoh (memberi inspirasi). Termasuk adil, jika seorang pemimpin mengakui dirinya tak bisa memimpin lagi dan memberikesempatan kepada yang ahli untuk menggantikkannya. Bukankah imam shalat yangkentut harus membatalkan shalatnya dengan mundur selangkah agar diganti makmunyang berdiri di belakangnya?Syarat-syarat itu niscaya tak akan bisa dipenuhi oleh pemimpin manapun melainkanmereka yang berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasulnya. Bercermin padaakhlaq Nabi, seorang pemimpin akan bisa berbuat adil jika paling tidak, mewarisi empatsifat Nabi. Empat sifat Nabi itu adalah
Amanah
(tidak korup),
Fathanah
(cerdas),
Tabligh (
mampu berdiplomasi), dan
Siddiq
(bnar, dipercaya atau jujur).Dalam literatur lain malah ditambahkan beberapa syarat sebagai berikut :1.
Beriman dan beramal saleh.
Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah danrasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupanyang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harusyang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh.2.
Berilmu
, Para pemimpin harus mempunyai ilmu baik ilmu dunia maupun ilmuakherat. Karena dengan ilmu ini maka akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun spiritual, baik pembangunaninfrastruktur maupun pembangunan manusianya itu sendiri.3.
Jujur
. Ya, seorang pemimpin tentunya harus jujur. Apa yang disampaikan kepadamasyarakat tentunya harus dilaksanakan, dan apa yang dikatakannya hendaknyaharus sesuai hendakyan dengan perbuatannya.4.
Tegas
. Merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan olehrakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yangsesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.5.
Amanah
, bertanggung jawab. Maksudnya adalah melaksanakan aturan-turan yangada dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab terhadap peraturan yang telahdibuat. Dan tentunya peraturan yang dibuat itu yang berpihak kepada rakyat.