Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Dan Mitigasi Bencana

Manajemen Dan Mitigasi Bencana

Ratings: (0)|Views: 1,804 |Likes:
Published by Bizintan

More info:

Published by: Bizintan on Aug 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

 
 
MANAJEMEN DAN MITIGASI BENCANA 
Dr. Ir. Agus Rachmat 
 
Bencana alam seakan tidak henti-hentinya menimpa Indonesia, sehingga sudah tidak asinglagi bagi kita jika mendengar terjadinya peristiwa gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi,banjir, kekeringan, longsor, dan lain-lain. Wilayah Indonesia, termasuk daerah rawan terjadinyabencana, terutama bencana alam geologi, yang disebabkan karena posisi Indonesia yang terletak pada pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik di dunia yaitu: Lempeng Australia di selatan, LempengEuro-Asia di bagian barat dan Lempeng Samudra Pasifik di bagian timur, yang dapat menunjangterjadinya sejumlah bencana, seperti tampak dalam Gambar 1. Wilayah Gempa Indonesia,Gambar 2. Pola Struktur Seismogenik Busur Sunda Barat dan Gambar 3. Zona Sumber GempaBumi Jawa dan sekitarnya.Berdasarkan posisinya tersebut, maka hampir di seluruh Indonesia kecuali daerahKalimantan yang relatif stabil, kejadian bencana akan sangat mungkin terjadi setiap saat dansangat sukar diperkirakan kapan dan dimana persisnya bencana tersebut akan terjadi. Jawa Barattermasuk termasuk daerah rawan terjadinya bencana seperti hal nya daerah lain di Indonesia,karena di wilayah ini selain kondisi geologinya menunjang terjadinya sejumlah bencana, jugabanyak terdapat gunung berapi yang masih aktif.
Sumber: SNI-1726, 2002
Gambar 1. Wilayah Gempa Indonesia(dengan percepatan puncak batuan dasar dengan periode ulang 500 tahun)
1
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat
 
 
Gambar 2. Pola Struktur Seismogenik Busur Sunda BaratGambar 2. Zona Sumber Gempa Bumi Jawa dan sekitarnya
 
 
Bencana yang seringkali terjadi Jawa Barat tidak hanya menimbulkan kerugian harta benda,tetapi juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit. Bencana gempa bumi yangbaru saja terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 pukul 15:19:24 WIB di sepanjang kawasan pantai yangtermasuk ke dalam wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Gempa dengan magnitudo gempa 6,8 SR menurut BMG, dan 7,7 Mw menurut USGS (AmerikaSerikat), telah menimbulkan kerugian yang sangat besar, dimana sedikitnya 437 orang menjadikorban, lebih dari 24314 orang mengungsi dan menyebabkan kerugian harta benda lebih dari Rp.500 milyar, untuk wilayah Jawa Barat saja (data hingga 22 Juli 2006).Peristiwa bencana tersebut tidak mungkin dihindari, tetapi yang dapat kita dilakukanadalah memperkecil terjadinya korban jiwa, harta maupun lingkungan. Banyaknya korban jiwamaupun harta benda dalam peristiwa bencana yang selama ini terjadi, lebih sering disebabkankurangnya kesadaran dan pemahaman pemerintah maupun masyarakat terhadap potensikerentanan bencana serta upaya mitigasinya.Mengamati fenomena-fenomena di atas, pertanyaan mendasar yang muncul adalahapakah kita yang hidup di wilayah rawan bencana alam harus selalu mendapatkan kerugian yangbesar, dalam hal korban jiwa maupun harta benda, dalam setiap kejadian bencana? Apakahpembangunan yang ada justru makin memperparah dampak bencana akibat tidak diperhatikannyakaidah-kaidah kebencanaan dalam pelaksanaan pembangunan? Pembangunan semestinyabukanlah proses modernisasi saja tetapi harus juga memperhatikan peningkatan kualitas hidupdari berbagai aspek seperti ekonomi, sosial dan lingkungan yang harus dijalankan dalampelaksanaan pembangunan secara seimbang, diantaranya dengan memperhatikan kaidah-kaidahkebencanaan dalam pelaksanaan pembangunan. Agar dapat maju dan bersaing dengan bangsalain, bagi kita yang hidup di daerah rawan bencana, sudah seharusnya memiliki kebijakan, strategi,perencanaan atau program-program yang dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaanmenghadapi bencana.
Manajemen Bencana
Banyaknya peristiwa bencana yang terjadi dan menimbulkan korban jiwa serta kerugianharta benda yang besar baik di Jawa Barat maupun di Indonesia, telah membuka mata kitabersama bahwa manajemen bencana di negara kita masih sangat jauh dari yang kita harapkan.Selama ini, manajemen bencana dianggap bukan prioritas dan hanya datang sewaktu-waktu saja,padahal kita hidup di wilayah yang rawan terhadap ancaman bencana. Oleh karena itupemahaman tentang manajemen bencana perlu dimengerti dan dikuasai oleh seluruh kalangan,baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta.Manajemen bencana merupakan seluruh kegiatan yang meliputi aspek perencanaan danpenanggulangan bencana, pada sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang dikenal sebagaiSiklus Manajemen Bencana (seperti terlihat dalam Gambar Siklus Manajemen Bencana), yangbertujuan untuk (1) mencegah kehilangan jiwa; (2) mengurangi penderitaan manusia; (3)memberi informasi masyarakat dan pihak berwenang mengenai risiko, serta (4) mengurangikerusakan infrastruktur utama, harta benda dan kehilangan sumber ekonomis.

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Aziz liked this
Eka Norsari liked this
Eka Norsari liked this
Eka Norsari liked this
stephaniedian liked this
Zela Lophable liked this
Chytra Puspita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->