Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tentang Capres Dan Cawapres Indonesia

Tentang Capres Dan Cawapres Indonesia

Ratings: (0)|Views: 506 |Likes:
Published by ari nabawi

More info:

Published by: ari nabawi on Aug 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2009

pdf

text

original

 
TENTANG CAPRES DAN CAWAPRES
1. CAPRES SBY
Koalisi besar yang digagas Golkar, PDIP, Hanura dan Gerindratelah memberi sinyal akan melahirkan dua pasang calon padaPilpres 2009. Namun ternyata, strategi memecah suara itu tidak cukup efektif melawan SBY yang memiliki elektabilitastertinggi."Sebagai sebuah strategi itu relevan. Tapi apa itu mampumenandingi elektabilitas SBY atau tidak, yang jelas merekatetap harus kerja keras," ujar Kepala Divisi Penelitian LP3ESFajar Nursahid.Fajar menjelaskan, dalam survei terbaru LP3ES menunjukkan, bila pada Pilpres terdapat 3 capres yang bertarung maka elektabilitas SBY malah semakinmeningkat. Survei terbaru LP3ES pada April 2009 itu dilakukan melalui telepon kepada1.118 responden di 5 kota besar yakni Jakarta, Surabya, Medanm, Makassar dan Bandung."Dari survei itu kalau ada 3 pasangan, maka di mata masyarakat tingkat menengah keatas yang semakin leading malah SBY. Yang tertinggi itu pasangan SBY-Hidayat 35%,Mega-Sultan 4,7%, Mega-Prabowo 3,8%, dan JK-Wiranto hanya 2%," paparnya. Namun, menurut Fajar, hasil itu bukan dalam konteks ketiga pasang calon head tohead secara langsung. Hasil itu baru sebatas selera calon yang diinginkan masyarakat."Yang pasti, strategi yang dijalankan koalisi besar Teuku Umar itu bisa membuatPilpres 2009 berlangsung dua putaran. Pilpres itu hanya bisa satu putaran kalau SBY denganJK lagi atau kalau hanya ada dua pasang calon," katanya.Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana untuk maju lagisebagai capres, dinilai Ketua DPR Agung Laksono bukan sebagai deklarasi resmi.Langkah SBY tersebut, menurut Agung, merupakan contoh keterbukaan seorang pemimpinnegara."Kalau saya lihat bukan sebuah deklarasi resmi, karena beliau juga mengatakanseperti itu kepada saya," kata Agung usai menghadiri open house di kediaman MegawatiAgung menyebutkan pernyataan SBY itu lebih mengarah pada langkah keterbukaandan transparansi ke publik."Saya kira keterbukaan itu lebih baik daripada ada kesan ditutup-tutupi. Memangtidak bisa dipungkiri sekarang banyak calon yang melakuakan soft campaign dan semuacalon presiden melakukan hal yang sama," ujarnya.
 
Untuk diketahui, SBY menjelaskan alasan untuk mencalonkan kembali sebagai presiden adalah untuk menyelesaikan berbagai kebijakan yang telah dilakukannya selama 5tahun ini.Pada waktu itu SBY juga menegaskan jika secara resmi pencalonannya kembalisebagai presiden akan diumumkannya setelah pemilihan anggota legislatif atau setelah April2009Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak terlalu terkejut dengan keinginanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono maju lagi dalam Pemilu 2009.Sekjen DPP PDIP Pramono Anung menilai bahwa sebagai presiden incumbent, SBYtentu akan lebih mudah maju kembali dalam pemilu mendatang."Namun mengenai penyampaian pencalonan yang di Istana, seharusnya sebagai presiden beliau juga mengetahui bahwa beliau mencalonkan diri bukan karenakepresidenannya tapi karena pribadinya," ujar Pramono usai Salat Id di kantor DPP PDIP,Lenteng Agung, Jaksel,Menurut Pram, panggilan akrab Pramono, pengumuman itu harusnya bisa dilakukandi Cikeas (kediaman pribadi SBY) atau di mana saja, tetapi bukan di Istana."Namun baik saya maupun Bu Mega menganggap hal ini tidak terlalu luar biasasehingga dengan pencalonan ini bisa menambah sistem demokrasi dengan lebih baik danseharusnya seseorang yang mencalonkan itu juga menhormati hal-hal yang diatur dalamUU," katanya.Karena bagaimana pun, tutur Pram, ketika seseorang sudah bersedia mencalonkan, banyak tindakan yang harus dipisahkan apakah ini dalam rangka sosialitas pribadi atau tugaskenegaraan."Untuk ke depannya saya harap UU yang mengatur Pilpres harus lebih jelas dan lebihdetil mengatur itu. Memang kelemahannya saat ini tidak adanya UU itu," tandasnya.Pramono memberikan gambaran bahwa Istana itu adalah pusat pemerintahan negara, bukan pusat seseorang untuk mencalonkan diri."Tapi kalau sudah dilakukan ya monggo monggo (silakan) saja, ini kan demokrasi," jelasnya.Partai Demokrat (PD) mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yangmenyatakan akan mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada Pemilu 2009.Pernyataan PD itu bertentangan dengan penilaian pengamat bahwa pencalonan SBYitu sebagai tindakan yang berorientasi kekuasaan. Penilaian itu didasarkan pada masih banyaknya pekerjaan rumah yang belum selesai."Sebenarnya itu malah lebih bagus. Karena itu biar rakyat tahu bahwa beliau betulmemang bekerja untuk rakyat dan biar rakyat tahu sejak awal. Jadi sah-sah saja," ungkapKetua Fraksi Partai Demokrat Syarif Hasan yang sedang berada di kampung halamannya diCianjur.
 
Kalau pun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, lanjut Syarif, SBY sudah berkomitmen akan menuntaskannya hingga akhir pemerintahannya."Semua program sudah dan akan berjalan sampai 2009," tegas Syarif.Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya benturan kepentingan ketika SBYmensosialisasikan serangkaian program, rakyat tidak bisa melihat posisi SBY apakah sebagai presiden atau calon presiden. Bagi Syarif, pada posisi itu tidak menjadi soal."Di situ justru letak keterbukaannya. Di mana rakyat dapat melihat bahwa presidentidak merahasiakan sesuatu," ujar syarif tanpa menjelaskan maksud dari perkataannya itu.Lebih lanjut Syarif meminta membandingkan SBY dengan tokoh lain yang sudahmendeklarasikan diri sebagai capres, tapi tidak pernah ada prestasinya pada rakyat dan tidak  pernah berbuat sesuatu bagi rakyat."Jadi, wajar jika sekarang Pak SBY merasa berprestasi dan karena itu mencalonkandiri," pungkas Syarif.Isyarat keinginan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tetapmenggandeng Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres pada Pilpres 2009 didasarkan pada beberapa aspek.Anggota DPR FPD Sutan Bathoegana melihat aspek dari keinginan SBY itu adalahsuksesnya pemerintahan saat ini.Keinginan berduet kembali itu kemungkinan juga akan diapresasi oleh JK, karenaSBY tidak pernah menganggap wapres sebagai ban serep, ujar Sutan."Ya Kalau misalnya masih dipercaya masyarakat, jelas kami sangat bersyukur,sedangkan keinginan Pak SBY untuk tetap ingin dengan Pak JK itu tidak lain karena prestasi pemerintahan saat ini yang berhasil," kata Sutan kepada INILAH.COM di Jakarta.Selain itu, Sutan juga mengungkapkan bahwa SBY juga telah mengetahui rekam jejak dari JK yang selama ini dinilainya sangat bagus. Terutama dalam hal koordinasi program kerja pemerintahan."Beliau pasti menginginkan pendampingnya dari orang terdekat dulu, karena track record-nya sudah tahu. Memang semua ada plus minusnya, tapi menurut saya ini dwi tunggalyang dahsyat, bukan dwi tanggal," ujarnya.Lebih lanjut Sutan mengharapkan JK untuk menerima wacana tersebut. Alasannyadengan citra pemerintahan sekarang sudah tidak ada lagi pandangan jika wapres merupakan ban serep seorang presiden. Tidak seperti pemerintahan-pemerintahan sebelumnya."Kalau dulu banyak pasangan yang retak tengah jalan. Kalau zamannya Soehartowapres sebagai pemanis saja. Tapi kita tahu dengan 4 tahun pemerintahan, mereka salingmengisi dan berkoordinasi. Sekarang hasilnya sudah kelihatan, semoga bisa sampai akhir nanti," terang pria berbadan gempal ini.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->