adalah hanya perbedaan unsur saja, jika pada pasal 245 mengancam pelaku yangdengan sengaja mengedarkan atau menyimpan uang palsu. Sedangkan pada pasal244 dijelaskan terhadap ancaman pidana terhadap orang yang dengan sengajameniru atau membuat uang palsu.Penelitian ini akan difokuskan pada No perkara 1425/PID.B/2005/PN.TNGdengan nama terdakwa Muktar als. Tar bin Muhamad Latif yang telah tertangkapoleh pihak kepolisian yang dengan sengaja mengedarkan uang palsu pecahan Rp.100.000,- (Seratus ribu rupiah) pada tanggal 17 Agustus 2005 di Pasar CikokolTangerang.Oleh karena penelitian didalam buku ini difokuskan pada perkara di atasmaka pembahasan hal yang bersifat Yuridis terhadap perkara yang kemudian akanmenghasilkan suatu bahan analisa yang dapat dipergunakan untuk memperkayailmu pengetahuan khususnya dalam Ilmu Hukum Pidana.Pada umumnya ada 6 macam unsur obyektif
yang terdapat dalam rumusantindak pidana yaitu:1.Tingkah laku seseorang (handeling)2.Akibat yang menjadi syarat mutlak delik 3.Unsur sifat melawan hukum yang dirumuskan secara formil4.Unsur yang menentukan sifat perbuatan (voorwaarden die de straf barheid bepalen)5.Unsur melawan hukum yang memberatkan pidana
1
Suharto,
Hukum Pidana Materiil
. Jakarta. Penerbit Sinar Grafika.2002
3