Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknologi Bersih untuk Pembangkit Listrik

Teknologi Bersih untuk Pembangkit Listrik

Ratings: (0)|Views: 1,383 |Likes:
Published by Agus Sugiyono
Batubara diperkirakan paling dominan digunakan sebagai bahan bakar untuk
pembangkit listrik di masa datang. Penggunaan batubara dalam jumlah yang besar akan
meningkatkan emisi gas buang di udara. Salah satu cara untuk mengurangi emisi adalah
dengan menggunakan teknologi bersih.
Batubara diperkirakan paling dominan digunakan sebagai bahan bakar untuk
pembangkit listrik di masa datang. Penggunaan batubara dalam jumlah yang besar akan
meningkatkan emisi gas buang di udara. Salah satu cara untuk mengurangi emisi adalah
dengan menggunakan teknologi bersih.

More info:

Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
90 Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.1, No.1, Januari 2000 : 90-95, ISSN 1411-318X
Prospek Penggunaan Teknologi Bersih untuk Pembangkit Listrikdengan Bahan Bakar Batubara di Indonesia
Agus Sugiyono
*)
Abstrak
 Hubungan yang erat antara penggunaan teknologi dan kerusakan lingkungan telahmenyadarkan masyarakat untuk melakukan modifikasi dan inovasi dari teknologi yang adasaat ini. Penggunaan bahan bakar fosil, seperti batubara untuk pembangkit listrik akandapat meningkatkan emisi partikel, SO
2
 , NO
 x
 , dan CO
2
. Adanya peraturan pemerintahtentang standar emisi untuk pembangkit listrik di Indonesia, mendorong upaya untuk selalumengurangi emisi tersebut. Batubara diperkirakan paling dominan digunakan sebagai bahan bakar untuk  pembangkit listrik di masa datang. Penggunaan batubara dalam jumlah yang besar akanmeningkatkan emisi gas buang di udara. Salah satu cara untuk mengurangi emisi adalahdengan menggunakan teknologi bersih. Ada dua cara dalam menerapkan teknologitersebut, yaitu pertama diterapkan pada tahapan setelah pembakaran dan keduaditerapkan sebelum pembakaran batubara. Pada tahap pertama dapat digunakan teknologidenitrifikasi, desulfurisasi dan penggunaan electrostatic precipitator. Pada tahap keduamenggunakan teknologi fluidized bed combustion, gasifikasi batubara, dan magnetohydrodynamic.
Kata kunci:
pembangkit listrik, batubara, teknologi bersih 
*)
Peneliti pada Direktorat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi, BPPT 
1. PENDAHULUAN
Ketersediaan sumber energi dan adanyateknologi yang dapat mengubah sumber energimenjadi bentuk yang bermanfaat bagi masyarakat,merupakan salah satu faktor pemacu pertumbuhanperekonomian dunia. Hal ini telah tercatat dalamsejarah revolusi industri yang dimulai daripenemuan mesin uap. Mesin uap merupakan salahsatu bentuk teknologi konversi energi. Setelah itupenemuan dan pemanfaatan teknologi baru yangdapat meningkatkan produktivitas terus meningkat jumlahnya. Tetapi pertumbuhan perekonomian ini juga membawa dampak yang negatif bagi sumberlingkungan hidup seperti air, udara, dan tanah.Dampak negatif tersebut dapat berupa pencemaransebagai akibat dari emisi polutan dan produk sampingan yang berupa limbah dari aktivitaspenggunaan teknologi tersebut. Semakinmeningkatnya jumlah penduduk dunia akanmengakibatkan semakin meningkatkan jumlahemisi dan limbah. Oleh karena itu masyarakatinternasional menaruh perhatian terhadap jumlahemisi dan limbah yang dapat ditoleransi olehsumber lingkungan hidup. Apabila toleransitersebut tidak dilampaui, maka sumber lingkunganhidup masih akan mampu untuk memperbarui diri.Hubungan yang erat antara penggunaanteknologi dan kerusakan lingkungan telahmenyadarkan masyarakat untuk melakukanmodifikasi dan inovasi dari teknologi yang adasaat ini. Dalam hubungannya dengan penggunaanenergi, terus dilakukan inovasi pada teknologiyang memproduksi, mengkonversi, menyalurkan,dan menggunakan energi sehingga diperolehteknologi yang lebih efisien dan ramahlingkungan. Teknologi inovasi tersebut diantaranya adalah : reaktor fusi nuklir, gasifikasibatubara, superkonduktivitas, dan lampu hematenergi. Teknologi ini sebagian masih dalam tahapriset dan sebagian sudah sampai pada tahapkomersial.Salah satu teknologi konversi energiadalah pembangkit tenaga listrik. Di Indonesiadampak lingkungan dari teknologi pembangkitlistrik mendapat perhatian yang serius. Hal initertuang dalam Keputusan Menteri NegaraLingkungan Hidup No. KEP-13/MENLH/3/1995tentang standar emisi untuk pembangkit listrik (Tabel 1).Tabel 1. Standar Emisi untuk Pembangkit Listrik Parameter
Batas Maksimum (mg/m
3
)Berlaku 1995Berlaku 2000otal Partikel300150Sulfur Dioxida (SO
2
)1500750Nitrogen Oksida (NO
2
)1700850pasitas40%20%
Parameter dalam standar emisi tersebut,seperti : partikel, SO
2
, dan NO
x
adalah bahan
 
91 Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.1, No.1, Januari 2000 : 90-95, ISSN 1411-318Xpolutan yang berhubungan langsung dengankesehatan manusia. Disamping itu, masyarakatinternasional juga menaruh perhatian terhadap isulingkungan global seperti terjadinya pemanasanglobal. Emisi CO
2
merupakan parameter terbesaryang bertanggung jawab terhadap terjadinyapemanasan global. Emisi CO
2
tidak berhubunganlangsung dengan kesehatan. Meskipun Indonesiabelum mempunyai kewajiban untuk mengurangiemisi ini, namun sebagai anggota masyarakatglobal, Indonesia turut serta berinisiatif melakukanstudi dan membuat strategi untuk mengurangiemisi CO
2
.Penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik akan dapat meningkatkan emisidari partikel, SO
2
, NO
x
, dan CO
2
. Saat ini bahanbakar pembangkit listrik di Indonesia masihdidominasi oleh penggunaan bahan bakar fosil,salah satunya adalah batubara. Penggunan batubarauntuk bahan bakar pembangkit listrik diperkirakanakan terus meningkat. Meskipun kandungan sulfurbatubara Indonesia relatif kecil tetapi penggunaandalam jumlah besar akan dapat meningkatkanemisi SO
2
sehingga dapat berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan hidup. Pengaruhpartikel emisi terhadap kesehatan dan lingkunganseperti pada Tabel 2. Oleh karena ini perlu adanyakajian tentang penggunaan teknologi bersih untuk pembangkit listrik batubara yang mempunyaiprospek untuk diterapkan di Indonesia di masamendatang.Tabel 2. Pengaruh Partikel Emisi TerhadapKesehatan dan Lingkungan [3]
EmisiPengaruh terhadapKesehatanPengaruh TerhadapLingkunganSO
2
-
 
Problem saluranpernapasan- radang paru-paru me-nahun-
 
hujan asam yangdapat merusakkanlingkungan danau,sungai dan hutan- mengganggu jarak pandangNO
x
-
 
sakit pada saluran per-napasan- hujan asam- ozon menipis yangmengakibatkankerusakan hutanPartikel/ Debu-
 
iritasi pada mata dantenggorokan-
 
bronkitis dan kerusak-an saluran pernapasan- mengganggu jarak-pandangCO
2
Tidak berpengaruhsecara langsung-
 
pemanasan global-
 
merusak ekosistem
2. PEMBANGKIT LISTRIK DI INDONESIA2.1. Cadangan dan Penggunaan Energi
Indonesia mempunyai banyak sumberenergi seperti : batubara, gas alam, minyak bumi,energi air, dan geothermal. Batubara merupakansumber energi dengan cadangan terbesar, yaitu36,34 x 10
9
ton. Sedangkan cadangan gas alamsebesar 137,79 TSCF (
Tera Standard Cubic Feet 
)dan minyak bumi sebesar 9,09 x 10
9
SBM (SetaraBarel Minyak). Secara ringkas cadangan danproduksi untuk masing-masing sumber energiditunjukkan pada Gambar 1. Di dalam produksi,termasuk penggunaan dalam negeri dan untuk diekspor.Dari Gambar 1 terlihat bahwa batubaramempunyai cadangan yang melimpah tetapipenggunaannya masih sangat sedikit. Bila dilihatdari rasio cadangan dibagi produksi (
 R/P Ratio
)maka batubara masih mampu untuk digunakanselama lebih dari 500 tahun. Sedangkan gas alamdan minyak bumi mempunyai
 R/P Ratio
masing-masing sebesar 43 tahun dan 16 tahun. Setelahmelihat cadangan batubara ini, diperkirakan bahwadi masa depan batubara mempunyai peran yangbesar sebagai penyedia energi nasional.
ProduksiCadangan
 
Batubara137,2
GasAlam
23.9
Minyak Bumi
9,1
Energi FosilEnergiTerbarukan
TenagaAirGeo-thermalBatubaraGasAlamMinyak Bumi
0.580.550.2410
9
SBM
TenagaAirthermalGeo-
 
10
9
SBM
10
9
SBM10
9
SBM10
9
SBM10
9
SBM
Gambar 1. Cadangan dan Produksi Energi [2][6]Penggunaan energi primer dalam negeripada tahun 1997 mencapai 575 juta SBM (tidak termasuk penggunaan biomasa di rumah tangga).Penggunaan terbesar adalah minyak bumi denganpangsa 58 % dan diikuti oleh gas alam 26 %,batubara 11 % dan sisanya sekitar 5 % dipenuhioleh tenaga air dan geothermal. Sekitar 10 % daripenggunaan energi primer ini dipergunakan untuk pembangkit listrik.
2.2. Pembangkit Listrik
Secara garis besar perusahaan pembangkitlistrik di Indonesia dikelompokkan menjadi dua,yaitu pembangkit untuk kepentingan umum danpembangkit untuk kepentingan sendiri.Pembangkit untuk kepentingan umum sebagianbesar dipasok oleh PT. PLN (Persero) dansebagian kecil dipasok oleh perusahaan listrik swasta, yang sering disebut IPP (
 Independent Power Producer 
), dan koperasi. Sedangkanpembangkit untuk kepentingan sendiri seringdisebut
captive power 
, yang diusahakan olehswasta untuk kepentingan operasi perusahaannya.
 
92 Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.1, No.1, Januari 2000 : 90-95, ISSN 1411-318XPada tahun 1997 kapasitas terpasang dariPT PLN mencapai 18,9 GW dengan total produksilistrik mencapai 76,6 TWh. Dari total produksitersebut hanya 2,3 % dibeli dari perusahaan listrik swasta maupun koperasi. Pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara mempunyai pangsayang paling besar yaitu sebesar 42,0 % dari totalpembangkitan. Pangsa yang kedua adalahpembangkit listrik yang menggunakan gas alamyaitu sebesar 38,8 %. Sisanya adalah pembangkitlistrik tenaga diesel (8,7 %), pembangkit listrik tenaga air (6,9 %) dan Pembangki listrik tenagapanas bumi (3,6 %).Pada tahun yang sama kapasitas terpasang
captive power 
mencapai 12,4 GW dengan totalproduksi listrik mencapai 39,1 TWh.
Captive power 
sebagian besar menggunakan bahan bakardiesel (42,0 %) diikuti oleh batubara (29,2 %), gasalam (17,6 %), dan tenaga air (11,2 %). Bilapembangkit dari PT PLN dan
captive power 
dijumlahkan maka batubara merupakan bahanbakar yang paling banyak digunakan untuk pembangkit listrik.Batubara diperkirakan masih menjadibahan bakar yang paling dominan untuk pembangkit listrik di masa datang. Proyeksiproduksi listrik untuk setiap bahan bakarditunjukkan pada Gambar 2. Energi listrik selamaperiode proyeksi diperkirakan tumbuh rata-ratasebesar 4,9 % per tahun. Batubara mempunyaipertumbuhan yang paling tinggi yaitu sebesar 7,6% per tahun.
0501001502002503003504001997200020052010201520202025
    T    W    h
BiomasaGeothermalTenaga AirGas AlamMinyakBatubara
Gambar 2. Proyeksi Produksi Listrik di Indonesia [4]Pada saat ini pangsa penggunaan batubarahanya sekitar 28,7 % dan akan meningkat pesatmenjadi 74,1 % pada tahun 2025. Disampingbatubara, gas alam dan energi air cukup berperandengan rata-rata pertumbuhan sekitar 2,7 %.Pangsa gas alam menurun dari 21,3 % pada saat inimenjadi sekitar 11,7 % pada tahun 2025. Tenagaair pangsanya juga mengalami sedikit penurunandari 15,3 % pada saat ini menjadi 13 % pada akhirperiode proyeksi. Bahan bakar minyak diperkirakan tidak akan berperan untuk masadepan.Berdasarkan proyeksi produksi listrik dapat dihitung emisi gas buang seperti partikel,SO
2
, NO
x
, serta CO
2
dan diperlihatkan padaGambar 3. Emisi untuk masing-masing gasmeningkat sekitar antara 6-7 % per tahun.Penggunaan batubara yang meningkat pesatmerupakan penyebab utama dari makinmeningkatnya emisi gas buang.
02004006008001000120014001997200020052010201520202025
   R   i   b  u   T  o  n   (   S   O   2 ,   N   O   2 ,   P  a  r   t   i   k  e   l   )
020406080100120140160180200
   J  u   t  a   T  o  n   (   C   O   2   )
SO2NO2CO2Partikel
*) Dihitung dari [4] dengan memperhitungkan koefisien emisi
Gambar 3. Emisi dari Pembangkit Listrik diIndonesia
3. TEKNOLOGI BERSIH LINGKUNGAN
Berdasarkan pembahasan sebelumnyaterlihat bahwa batubara sangat potensial digunakansebagai bahan bakar pembangkit listrik di masadepan. Akan tetapi banyak kendala yang dihadapiuntuk memanfaatkan batubara secara besar-besaran. Kendala tersebut antara lain :-
 
batubara berbentuk padat sehingga sulit dalampenanganannya.-
 
batubara banyak mengandung unsur lain,misalnya sulfur dan nitrogen yang bisamenimbulkan emisi polutan.-
 
Batubara mengandung banyak unsur karbonyang secara alamiah bila dibakar akanmenghasilkan gas CO
2
.Untuk mengatasi kendala tersebut, teknologibersih merupakan alternatif yang dapat diterapkan.Teknologi ini dapat dikelompokkan menjadi duamacam kategori. Yang pertama diterapkan padatahapan setelah pembakaran dan yang keduaditerapkan sebelum pembakaran.
3.1. Penerapan Teknologi Bersih Setelah ProsesPembakaran
Batubara yang dibakar di boiler akanmenghasilkan tenaga listrik serta menghasilkanemisi seperti partikel, SO
2
, NO
x
, dan CO
2
. Emisitersebut dapat dikurangi dengan menggunakanteknologi seperti denitrifikasi, desulfurisasi,
electrostratic precipitator 
(penyaring debu), danseparator CO
2
. Kecuali teknologi separator CO
2
yang masih dalam tahap penelitian, teknologilainnya merupakan teknologi konvensional yang

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arie Susanto liked this
Pak Tas liked this
Budi Khoironi liked this
Nusye Parasmita liked this
achmadnashir liked this
nunukwirya liked this
uniezamie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->