Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
63Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Model Pertumbuhan Neoklasik

Model Pertumbuhan Neoklasik

Ratings: (0)|Views: 4,843 |Likes:
Published by Agus Sugiyono
Beberapa ekonom mengikuti aliran Neoklasik, dengan menekankan pada penyediaan tenaga
kerja, stok modal, dan perubahan teknologi dalam proses pertumbuhan ekonomi.
Beberapa ekonom mengikuti aliran Neoklasik, dengan menekankan pada penyediaan tenaga
kerja, stok modal, dan perubahan teknologi dalam proses pertumbuhan ekonomi.

More info:

Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
Model Pertumbuhan Neoklasik : Penerapannya untukpertumbuhan regional di Indonesia
Makalah Ekonomi Regional
Dosen :
Dr. Prasetyo Supono, MA., MBA.
Disusun Oleh :
Agus Sugiyono
No. Mahasiswa : 01/961/PS
Program Pascasarjana : Magister Sains dan DoktorFakultas Ekonomi Universitas Gadjah MadaYogyakarta2001
 
 Agus Sugiyono
1
Model Pertumbuhan Neoklasik : Penerapannya untuk pertumbuhanregional di Indonesia
1. Pendahuluan
Pada akhir tahun tujuh puluhan pertumbuhan ekonomi telah banyak diteliti oleh paraekonom, tetapi belum ada kesepakatan tentang penyebab terjadinya pertumbuhan tersebut.Beberapa ekonom mengikuti aliran Neoklasik, dengan menekankan pada penyediaan tenagakerja, stok modal, dan perubahan teknologi dalam proses pertumbuhan ekonomi. Pendekatanini berdasarkan asumsi bahwa pasar dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien danadanya perbedaan pertumbuhan regional sebagai akibat dari alokasi sumber daya yangmemenuhi kriteria Pareto optimal. Ekonom lainnya mengikuti aliran Keynesian danmenekankan pada faktor permintaan. Pendekatan aliran Keynesian ini menempatkan isusentral pada eksport regional sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Bagian yang palingmenarik dari teori pertumbuhan regional adalah adanya prinsip penyebab yang menetap(
 persistence
) sebagai faktor pertumbuhan untuk menjelaskan perbedaan pertumbuhan regional(Armstrong and Taylor, 1993).Saat ini banyak ekonom yang tertarik kembali untuk melakukan studi di bidangpertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh adanya teori baru yang memprediksipentingnya memasukkan faktor eksternalitas berupa inovasi teknologi dan sumber dayamanusia (SDM) sebagai faktor penggerak pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan teori ini telahdilakukan studi di berbagai negara dan memperlihatkan bahwa karakteristik awal dari sistemperekonomian suatu negara dapat menyebabkan perbedaan pertumbuhan pendapatan perkapita. Beberapa studi empiris lebih jauh menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinyaperbedaan pertumbuhan lainnya baik untuk tingkat regional maupun kota (Bradley and Gans,1998). Pertumbuhan regional merupakan merupakan topik studi yang menarik karenamerupakan unit terkecil yang sudah mempunyai bentuk perekonomian terbuka dan sering adafaktor non ekonomi yang berperan dalam memperngaruhi pertumbuhan ekonomi, misalnya :keragaman suku, budaya, dan sistem politik.Banyak studi empiris telah dilakukan baik di Amerika Serikat, dataran Eropa, Australia,maupun di Indonesia (Armstrong and Taylor, 1993; Barro and Sala-i-Martin, 1995; Bradleyand Gans, 1998; Sjoholm, 1999). Beberapa studi mengemukakan pentingnya faktoreksternalitas dan SDM untuk memacu pertumbuhan regional. Studi yang lain menemukanbahwa faktor produktivitas merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya perbedaan
 
 Agus Sugiyono
2
pertumbuhan regional. Lebih jauh dikemukakan bahwa faktor eksternalitas tersebutdinamakan pelimpahan pengetahuan atau disebut
knowledge spillover 
.Makalah ini akan membahas lebih lanjut pertumbuhan ekonomi regional berdasarkanmodel Neoklasik. Pembahasan dimulai dengan model yang sederhana sampai dengan modelyang saat ini banyak digunakan dalam studi empiris. Berdasarkan beberapa studi empiris, jugaakan dibahas secara khusus pertumbuhan ekonomi regional untuk Indonesia.
2. Teori Pertumbuhan Neoklasik
Agregat fungsi produksi merupakan kunci bagi model pertumbuhan Neoklasik. Dalamperekonomian yang tidak ada pertumbuhan teknologi, pendapatan dapat ditentukan daribesarnya modal dan tenaga kerja. Berdasarkan variabel dalam fungsi produksi ini ada duamodel pertumbuhan yaitu model pertumbuhan tanpa perkembangan teknologi dan modelpertumbuhan dengan perkembangan teknologi.
2.1. Model Pertumbuhan Tanpa Perkembangan Teknologi
Dalam model ini, fungsi produksi secara umum dapat dituliskan sebagai :),(
 L f 
=
(1)dengan :
= pendapatan riil
= stok modal
 L
= tenaga kerja
= subskrip untuk waktuBentuk spesifik dari hubungan ini dikenal sebagai fungsi produksi Cobb-Douglas. Denganmengambil á dan â masing-masing adalah elastisitas pendapatan terhadap modal dan tenagakerja maka fungsi produksi dapat dituliskan sebagai:
βα
 L A
 
=
(2)Pendapatan akan meningkat bila setiap tenaga kerja mendapat modal peralatan yang lebihbanyak dan proses ini disebut ‘
capital deepening
’. Tetapi tidak dapat terus-menerusmeningkat tanpa adanya pertumbuhan teknologi karena modal (seperti juga tenaga kerja)akhirnya akan meningkat dengan pertumbuhan yang semakin berkurang (
diminishing return
).

Activity (63)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
wawasann liked this
Yasmine Adzkia liked this
Mimi Momo liked this
snursyahidah liked this
Mulia Sari liked this
Anis Suryani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->