Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
21Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perubahan Paradigma Kebijakan Energi

Perubahan Paradigma Kebijakan Energi

Ratings: (0)|Views: 2,838|Likes:
Published by Agus Sugiyono
Dalam makalah ini akan dibahas kebijakan energi yang diperlukan serta
proses pembuatannya supaya dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk mendukung
pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam makalah ini akan dibahas kebijakan energi yang diperlukan serta
proses pembuatannya supaya dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk mendukung
pembangunan yang berkelanjutan.

More info:

Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/19/2012

pdf

text

original

 
 
1
Perubahan Paradigma Kebijakan Energi Menuju Pembangunan yangBerkelanjutan
*)
 
Agus SugiyonoBPPT, agussugiyono@yahoo.comAbstrak 
Energi sangat penting peranannya dalam perekonomian Indonesia, baik sebagaibahan bakar untuk proses industrialisasi, sebagai bahan baku untuk proses produksi, dansebagai komoditas ekspor. Sumber energi yang digunakan untuk keperluan domesticmeliputi energi fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) serta energi terbarukan (tenagaair dan tenaga panas bumi). Cadangan energi fosil akan terus berkurang seiring denganpenggunaannya. Saat ini cadangan batubara masih cukup melimpah sedangkan gas bumidan minyak bumi masing-masing masih tersedia untuk jangka waktu sekitar 30 tahun dan10 tahun dengan tingkat produksi seperti saat ini dan bila tidak ditemukan cadangan baru.Pada tahun tujuh puluhan sumber daya energi dianggap masih sangat melimpahsehingga ekspor komoditas ini menjadi menyokong utama penerimaan negara. Mulai tahundelapan puluh limaan kebijakan energi sudah mulai diterapkan dengan penekanan padaintensifikasi, diversifikasi, dan konservasi. Ekspor komoditas energi mulai berkurangperanannya digantikan dengan komoditas industri berbasis manufaktur. Ekspor lebihdiarahkan pada komoditas yang mempunyai nilai tambah yang tinggi dari pada eksporsumber daya alam yang nilai tambahnya rendah. Seiring dengan proses industrialisasi inibanyak terjadi kerusakan lingkungan. Aspek lingkungan mulai mendapat perhatian dankebijakan energi mulai diarahkan untuk menggunakan energi terbarukan yang lebih ramahlingkungan. Pada tahun sembilan puluh limaan mulai dirasakan keterbatasan sumber dayaenergi, terutama minyak bumi. Dengan kondisi ini maka perlu kebijakan yang berlandaskanparadigma baru. Dalam makalah ini akan dibahas kebijakan energi yang diperlukan sertaproses pembuatannya supaya dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk mendukungpembangunan yang berkelanjutan.Kata kunci: kebijakan energi, pembangunan yang berkelanjutan
 
1. Pendahuluan
Energi sangat penting peranannya dalam perekonomian Indonesia, baik sebagaibahan bakar untuk proses industrialisasi, sebagai bahan baku untuk proses produksi, dansebagai komoditas ekspor yang merupakan sumber devisa negara. Sebagai sumber dayaalam, energi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat danpengelolaannya harus mengacu pada asas pembangunan berkelanjutan.Kondisi sumber daya energi yang sebagian besar tidak dapat diperbaharui, terutamaminyak bumi, saat ini sudah cukup kritis (Pangestu 1996, Sari 2002). Laju penemuancadangan energi lebih rendah dari laju konsumsi energi. Bila tidak diketemukan cadanganbaru, Indonesia berpotensi menjadi negara pengimpor minyak. Sedangkan kalanganprodusen minyak sendiri menganggap bahwa isu ini masih kontroversi karena setiap
*)
Dipresentasikan pada
Seminar Akademik Tahunan Ekonomi I 
, Pascasarjana FEUI & ISEI, 8-9Desember 2004, Hotel Nikko, Jakarta.
 
 
2
tahun masih selalu diketemukan cadangan minyak bumi yang baru. Cadangan yang adaselalu berubah seiring dengan adanya pencarian cadangan baru. Dengan teknologi yangterus berkembang banyak lapangan-lapangan minyak bumi yang sebelumnya sudahdinyatakan habis dapat diproduksi kembali, baik dengan dengan metode sekunder ataudengan metode tersier
(Enhance Oil Recovery).
Sehingga pemerintah sampai saat inihanya mengantisipasi dengan merangsang masuknya investor baru supaya pencariancadangan baru dapat digalakkan.Kebijakan diversifikasi untuk melakukan substitusi secara besar-besaran daripenggunaan minyak dan gas bumi (migas) ke penggunaan batubara untuk sektor tertentuseperti ketenagalistrikan dan industri telah dapat dilaksanakan. Tetapi untuk sektortransportasi masih sangat tergantung dari penggunaan minyak bumi dan substitusi kepenggunaan batubara tidak memungkinkan. Penggunaan tenaga listrik dan gas untuk sektor transportasi masih relatif mahal apalagi dengan menggunakan energi terbarukan.Sehingga ketergantungan akan minyak bumi untuk sektor transportasi tidak dapatdihindari. Kebijakan energi yang ada saat ini belum tanggap terhadap rentannya pasokanminyak bila Indonesia menjadi negara pengimpor minyak. Untuk mengatasinya perluparadigma baru dalam membuat kebijakan.Disamping permasalahan di atas, kebijakan energi yang ada saat ini masih bersifatkualitatif. Dampak dari kebijakan energi masih sangat sedikit yang dievaluasi meskipunkebijakan tersebut sudah berjalan dalam kurun waktu tertentu bahkan ada kebijakan yangbersifat kontradiktif. Kebijakan subsidi harga bahan bakan minyak (BBM) merupakansalah satu kebijakan yang dalam jangka waktu sangat lama tidak dievaluasi. Baru setelahterjadi krisis ekonomi kebijakan tersebut dievaluasi karena pemerintah merasa perluuntuk mengurangi subsidi tersebut. Hasil kajian dari Said dan kawan-kawan (2001)menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM rata-rata tertimbang sebesar 30 % akanmeningkatkan inflasi sekitar 0,8 - 1,3 % masing-masing untuk upah nominal tetap danupah dikompensasi. Angka ini dapat digolongkan tidak signifikan dalam mempengaruhiperekonomian secara keseluruhan.Kajian lain dari Resosudarmo (2002) merupakan evaluasi dari kebijakanpemerintah dalam menanggulangi pencemaran udara melalui Program Langit Biru. Hasilkajian menunjukkan bahwa kebijakan untuk mengurangi polusi udara akan meningkatkanpendapatan nasional untuk jangka panjang. Baik kajian Said dan kawan-kawan (2001)maupun Resosudarmo (2002) menggunakan model yang disebut Keseimbangan UmumTerapan (CGE -
Computable General Equilibrium
). Model CGE ini merupakan modelkuantitatif dengan multisektoral sehingga dapat diadopsi untuk menganalisis kebijakanenergi yang akan diterapkan.
2. Energi dan Pembangunan Berkelanjutan2.1 Sumber Daya Energi
Indonesia mempunyai sumber energi yang cukup beragam. Sumber energi yangpenting dan banyak digunakan saat ini diantaranya adalah energi fosil yang tidak terbarukan (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) serta energi terbarukan (tenaga air,panas bumi, energi surya, energi angin dan biomasa). Lokasi cadangan energi fosil
 
 
3
sebagian besar terdapat di luar pulau Jawa, sedangkan konsentrasi pemakai energi ada dipulau Jawa.Data tahun 2002 menunjukkan bahwa cadangan minyak bumi sebesar 5 x 10
9
BOE(
 Barrel Oil Equivalent 
). Cadangan gas bumi sebesar 90 TSCF (
Tera Standard CubicFeet 
). Sedangkan batubara mempunyai cadangan sebesar 5 x 10
9
TCE (
Ton Coal Equivalent 
). Secara ringkas cadangan dan produksi untuk sumber energi fosilditunjukkan pada Tabel 1. Bila dilihat dari rasio cadangan dibagi produksi (
 R/P Ratio
)maka batubara masih mampu untuk digunakan selama 50 tahun. Sedangkan gas bumi danminyak bumi mempunyai
 R/P Ratio
masing-masing sebesar 30 tahun dan 10 tahun.Tabel 1. Cadangan dan Produksi Sumber Energi FosilCadangan (R) Produksi per tahun (P) R/PMinyak Bumi 5 x 10
9
BOE 0,5 x 10
9
BOE 10Gas Bumi 90 TSCF 3 TSCF 30Batubara 5 x 10
9
TCE 0,1 x 10
9
TCE 50Sumber: DESDM (2004)Saat ini jenis sumber daya energi fosil yang banyak dimanfaatkan adalah minyak bumi dan batubara. Penggunaan gas bumi di dalam negeri masih terkendala denganterbatasnya jaringan pipa. Laju penemuan minyak dan gas bumi mengalami penurunansedangkan batubara walaupun cadangan cukup melimpah akan tetapi tidak semuanyadapat ditambang.Potensi energi terbarukan seperti: tenaga air, panas bumi, energi surya, dan energiangin sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan. Hal itu terutama karena harga energiterbarukan ini belum kompetitif dibandingkan dengan harga energi fosil karena belumdikuasainya teknologi pengembangan energi terbarukan dan belum dilaksanakannyakebijakan harga energi yang mendorong pengembangannya. Sedangkan biomasa hanyaterbatas pada penggunaan secara tradisional sebagai kayu bakar di rumah tanggapedesaan.Potensi tenaga air di seluruh Indonesia secara teoretis diperkirakan sekitar 75.000MW yang tersebar pada 1.315 lokasi. Pemanfaatan tenaga air skala besar untuk pembangkit tenaga listrik sampai dengan tahun 2000 mencapai 4.208 MW atau hanyasekitar 5,6 % dari potensi yang ada. Di Pulau Jawa potensi tersebut telah dikembangkansekitar 2.389 MW atau 53 % dari total potensi yang ada. Sedangkan mini dan mikrohidropotensinya sekitar 460 MW dan sudah dimanfaatkan sekitar 64 MW yang pada umumnyauntuk listrik perdesaan.Potensi panas bumi yang mempunyai prospek untuk dikembangan adalah sebesar19.658 MW dengan perincian 5.331 MW di Pulau Jawa, 9.562 MW di Pulau Sumateradan sisanya sebesar 4.765 MW tersebar di Sulawesi dan pulau lainnya. Dari potensitersebut, energi panas bumi yang sudah dimanfaatkan masih kecil, yaitu sekitar 802 MWatau baru 4 % dari total potensinya. Pengembangannya banyak mengalami hambatankarena jarak sumber panas bumi jauh dari pusat pengguna dan kebanyakan terdapat dikawasan hutan lindung.Potensi energi angin secara umum rendah yaitu antara 3 - 5 m/detik. Di beberapadaerah tertentu khususnya di Kawasan Timur Indonesia, kecepatan anginnya lebih dari 5

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fitdan Ancora liked this
Budi Khoironi liked this
langit biru liked this
amargiwiyatno liked this
Sri Nur Hari liked this
febyirmaputri liked this
hendra radjudin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->