Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
71Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENANGGULANGAN PEMANASAN GLOBAL

PENANGGULANGAN PEMANASAN GLOBAL

Ratings: (0)|Views: 9,962 |Likes:
Published by Agus Sugiyono
Untuk penanggulangan pemanasan global ini setiap tahun diadakan Conference
of the Party (COP), dan pada COP 3 di Kyoto pada tahun 1997 menghasilkan Kyoto
Protocol. Dalam protokol ini ada tiga mekanisme pendanaan yang dapat digunakan yaitu:
Joint Implementation, Clean Development Mechanism dan Emission Trading.
Untuk penanggulangan pemanasan global ini setiap tahun diadakan Conference
of the Party (COP), dan pada COP 3 di Kyoto pada tahun 1997 menghasilkan Kyoto
Protocol. Dalam protokol ini ada tiga mekanisme pendanaan yang dapat digunakan yaitu:
Joint Implementation, Clean Development Mechanism dan Emission Trading.

More info:

Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
Penanggulangan Pemanasan Global di Sektor …. (Sugiyono)
 ____________________________________________________ 
Bidang Perencanaan Energi, PTPSE-BPPT
15
PENANGGULANGAN PEMANASAN GLOBALDI SEKTOR PENGGUNA ENERGI
Agus Sugiyono
Intisari
Perubahan iklim dunia merupakan tantangan yang paling serius yang dihadapi  pada abad 21. Perubahan iklim merupakan salah satu dampak dari pemanasan global yang diakibatkan adanya efek rumah kaca karena meningkatnya konsentrasi gas rumahkaca. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca ini sebagaian besar diakibatkan olehkarena produksi dan pemanfaatan energi fosil. CO
merupakan gas rumah kaca yang kontribusinya terhadap pemanasan global mencapai lebih dari 60% dari total gas rumahkaca yang ada.Untuk penanggulangan pemanasan global ini setiap tahun diadakan Conferenceof the Party (COP), dan pada COP 3 di Kyoto pada tahun 1997 menghasilkan KyotoProtocol. Dalam protokol ini ada tiga mekanisme pendanaan yang dapat digunakan yaitu:Joint Implementation, Clean Development Mechanism dan Emission Trading. Di sektor  pengguna energi, penggunaan energi terbarukan dan melakukan konservasi merupakanmitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
 
Kata Kunci:
global warming, energy sector 
1. PENDAHULUAN
Perubahan iklim dunia merupakantantangan yang paling serius yang dihadapipada abad 21. Sebagian besar pakar lingkungan sepakat bahwa terjadinyaperubahan iklim merupakan salah satu dampakdari pemanasan global. Meskipun masih belumsepenuhnya dimengerti dengan pasti,peningkatan konsentrasi gas rumah kacaterutama karbon dioksida (CO
2
),
methane
(CH
4
),dinitro-oksida (N
2
O),
 perfluorocarbon
(PFC),
hydrofluorocarbon
(HFC) dan
sulphur hexafluoride
(SF
6
)
 
di atmosfir bumi diyakinimenjadi penyebab timbulnya pemanasan global.Pemanasan global dapat terjadi karenaadanya efek rumah kaca. Gas rumah kacayang berada di atmosfer bumi dapat disamakandengan tabir kaca pada pertanian yangmenggunakan rumah kaca. Panas matahariyang berupa radiasi gelombang pendek masukke bumi dengan menembus tabir gas rumahkaca tersebut. Sebagian panas diserap olehbumi dan sisanya dipantulkan kembali ke luar angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.Namun, panas yang seharusnya dipantulkankembali ke luar angkasa menyentuhpermukaan tabir dan terperangkap di dalambumi. Seperti proses dalam pertanian rumahkaca, sebagian panas akan ditahan dipermukaan bumi dan menghangatkan bumi.Tanpa efek rumah kaca ini maka suhu dipermukaan bumi akan lebih rendah dari yangada sekarang sehingga tidak memungkinkanadanya kehidupan.Permasalahan muncul ketika konsentrasigas rumah kaca di atmosfer bertambah.Dengan meningkatnya konsentrasi gas rumahkaca, maka akan semakin banyak panas yangditahan di permukaan bumi dan akanmengakibatkan suhu permukaan bumi menjadimeningkat. Kondisi ini sering disebutpemanasan global. Pemanasan global ini bilatidak ditanggulangi diprakirakan pada tahun2100 akan dapat meningkatkan suhu udarasebesar 1,4 - 5,8
o
C relatif terhadap suhu udarapada tahun 1990. Meningkatnya suhu udara iniakan dapat mengakibatkan adanya perubahaniklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal iniditandai dengan terganggunya ekosistem danmencairnya gunung-gunung es di daerah kutubyang dapat menimbulkan naiknya permukaanair laut sebesar 9 - 88 cm pada tahun 2100(Houghton et.al., 2001).Untuk mencegah terjadinya pemanasanglobal perlu upaya global dalam mengurangitingkat emisi gas rumah kaca sesegeramungkin. Hal ini dapat dicapai denganmengurangi penggunaan bahan bakar fosil danmencegah penggundulan hutan sertamelakukan reboisasi. Mengingat sangatperlunya dukungan secara global maka padatahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazilditandatangani Kerangka Konvensi untukPerubahan Iklim (
United Nation Framework Convention on Climate Change
) oleh 167
 
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, Vol. 7, No. 2, 2006 : 15-19
 16
negara. Kerangka konvensi ini mengikat secaramoral semua negara-negara industri untukmenstabilkan emisi CO
2
. Indonesia telahmeratifikasi konvensi ini melalui UndangUndang No. 6 Tahun 1994 tentangPengesahan Konvensi Kerangka KerjaPerserikatan Bangsa-Bangsa MengenaiPerubahan Iklim dan Undang Undang No. 17Tahun 2004 tentang Pengesahan Kyoto
Protocol 
. Sebagai negara yang sedangberkembang, Indonesia perlu untuk melaporkanbesarnya emisi CO
2
yang dihasilkan namumbelum berkewajiban untuk mengurangi emisiCO
2
.Ada dua hal yang dapat dilakukan untukmenurunkan besarnya emisi gas rumah kaca disektor pengguna energi, yaitu: melakukankonservasi energi dan menggunakan teknologienergi bersih yang tidak menimbulkan emisigas rumah kaca. Namum dalamimplementasinya perlu suatu mekanismekarena upaya tersebut biasanya memerlukantambahan biaya. Dalam makalah ini akandibahas lebih lanjut upaya-upaya dalammengurangi emisi gas rumah kaca di sektor pengguna energi.
2. PEMANASAN GLOBAL
Perhatian akan masalah pemanasanglobal sudah ada sejak tahun 1896. Padawaktu itu Arrhenius melakukan perhitungandengan cermat dan menyimpulkan bahwakenaikan emisi CO
2
di atmosfer sebanyak duakali lipat akan meningkatkan suhu permukaanbumi sebesar 4 - 6
o
C (Nordhaus, 1991). Namunperhitungan tersebut tidak mendapat perhatianyang serius hingga pada awal tahun 1980setelah adanya bukti-bukti peningkatankonsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.Houghton et.al. (2001) mengemukan bahwasejak awal revolusi industri sampai tahun 1998,konsentrasi CO
2
di atmosfer bertambahsebesar 31%. Disamping itu suhu permukaanbumi sudah meningkat sebesar 0,044
o
C/dekade selama periode tahun 1861 - 2000atau sebesar 0,61
o
C selama periode tahun1901 - 2000. Pengamatan ini sudahmempertimbangkan adanya efek ketidakpastiantahunan. Pembakaran bahan bakar fosil danpenggundulan hutan merupakan penyebabutama dari bertambahnya konsentrasi gasrumah kaca ini.
2.1
. Efek Rumah Kaca
Cuaca di bumi sangat dipengaruhi olehradiasi matahari. Radiasi matahari yangmencapai bumi mencapai 342 Wm
-2
. Sekitar 30% dari radiasi tersebut direfeleksikan kembalike angkasa luar karena adanya awan danpermukaan bumi. Permukaan bumi akanmenyerap radiasi matahari sebesar 168 Wm
-2
,sedangkan atmosfer menyerap 67 Wm
-2
.Atmosfer mempunyai beberapa lapis gas,termasuk gas rumah kaca dan awan, yangakan mengemisikan kembali sebagian radiasiinfra merah yang diterima ke permukaan bumi.Dengan adanya lapisan ini maka panas yangada di permukaan bumi akan bertahan danproses ini dinamakan efek rumah kaca.Untuk jangka panjang akan terjadikeseimbangan antara radiasi yang masuk danyang keluar sehingga suhu di bumi mencapainilai tertentu. Neraca energi rata-rata di bumiakibat radiasi matahari ditunjukkan padaGambar 1. Meskipun demikian untukmemahami keseluruhan efek rumah kaca dandampaknya terhadap cuaca di bumi, tidaksesederhana seperti pada gambar tetapi perludipertimbangkan adanya umpak balik yangdinamis dan proses transfer energi.
Sumber: Houghton et.al., 2001 (dimodifikasi)
Gambar 1. Neraca Energi Rata-Rata di Bumi
2.2.
Emisi Gas Rumah Kaca
Kontribusi gas rumah kaca terhadappemanasan global tergantung dari jenis gasnya.Gas rumah kaca yang penting kontribusinyaterhadap pemanasan global adalah karbondioksida (CO
2
),
methane
(CH
4
), dinitro-oksida(N
2
O),
 perfluorocarbon
(PFC),
hydrofluoro-carbon
(HFC) dan
sulphur hexafluoride
(SF
6
).Setiap gas rumah kaca mempunyai potensipemanasan global (
Global Warming Potential 
-GWP) yang diukur secara relatif berdasarkanemisi CO
2
dengan nilai 1. Makin besar nilaiGWP makin bersifat merusak. Berdasarkanperhitungan untuk beberapa tahun belakanganini dapat disimpulkan bahwa kontribusi CO
2
 terhadap pemanasan global mencapai lebihdari 60% (Mimuroto and Koizumi, 2003). PadaGambar 2 ditunjukkan kontribusi setiap jenisgas rumah kaca terhadap pemanasan global.
 
Penanggulangan Pemanasan Global di Sektor …. (Sugiyono)
17
2.3
. Kontribusi Sektoral terhadapPemanasan Global 
Emisi CO
2
di dunia meningkat darisebesar 18,3 milyar ton CO
2
pada tahun 1980menjadi sebesar 27,0 milyar ton CO
2
atau rata-rata meningkat sebesar 1,6% per tahun.Amerika Serikat sebagai penyumbang emisiCO
2
yang terbesar, yaitu mencapai 21,9% daritotal emisi CO
2
dunia pada tahun 2004, diikutioleh China (17,4%) dan India (4,1%).Sedangkan Indonesia hanya menyumbangemisi sebesar 1,2% dari total emisi CO
2
dunia.Meskipun Indonesia tidak mempunyaikewajiban untuk mengurangi emisi, namun turutserta berinisiatif melakukan strategi untukmenguranginya. Pada Tabel 1 ditampilkanemisi CO
2
dari beberapa negara yang dipilih.Emisi CO
2
dapat berasal daripenggunaan bahan bakar fosil, seperti:batubara, minyak bumi dan gas bumi, serta dariindustri semen dan konversi lahan.Penggunaan bahan bakar fosil merupakansumber utama emisi CO
2
di dunia danmencapai 74% dari total emisi. Konversi lahanmempunyai kontribusi sebesar 24% danindustri semen sebesar 3%. Pada Gambar 3ditunjukkan kontribusi setiap sektor terhadapemisi CO
2
. Oleh karena itu, dalam makalah iniselanjutnya hanya CO
2
yang berasal dariproduksi dan penggunaan energi yang akandibahas.
2.4.
Pembentukan Institusi 
Pemanasan global mulai mendapatperhatian yang serius pada pertengahan tahun1980 sejak
World Meteorological Organization
 (WMO) melakukan penelitian danmengeluarkan
scientific background 
tentangperubahan iklim global. WMO bersama-samadengan
United Nation Environment Programme
 (UNEP) membentuk
Intergovernmental Panel on Climate Change
(IPCC) pada tahun 1988dan mengusulkan Perserikatan Bangsa Bangsa(PBB) untuk melakukan tindakan untukmenanggulangi pemanasan global.PBB kemudian mengeluarkan resolusitentang penanggulangan pemansan globaluntuk saat ini dan generasi mendatang.Resolusi ini ditindak lanjuti denganmengadakan
World Summit 
di Rio de Janeirotahun 1992. Hasil pertemuan
World Summit 
 adalah konvensi di bidang: biodiversitas,perubahan iklim dan agenda 21. Untukselanjutnya konvensi untuk perubahan iklimdisebut
United Nation Framework Conventionon Climate Change
(UNFCCC).
CO
2
64%NH
4
19%N
2
O6%
PFC & HFC
10%Lainnya1%
 
Sumber: Mimuroto and Koizumi, 2003
Gambar 2. Kontribusi Gas Rumah Kacaterhadap Pemanasan Global
Batubara25%KonversiLahan24%Gas Bumi15%Industri Semen3%Minyak Bumi33%
 
Sumber:
Carbon Dioxide Information Analysis Center 
 (CDIAC)
Gambar 3. Kontribusi Sektor terhadap EmisiCO
2
Dunia (Data Tahun 2000)Selanjutnya berdasarkan UNFCCCsepakat untuk mengadakan rapat tahunantingkat menteri yang disebut
Conference Of theParty 
(COP) dan rapat lima tahunan setingkatkepala negara. Beberapa hasil yang pentingdari penyelenggaraan COP dapatdirangkumkan sebagai berikut. COP 1 di Berlinpada tahun 1995 melahirkan mekanismependanaan yang disebut
Joint Implementation
 yang dapat dilakukan antar negara-negaramaju dan
 Activities Implemented Jointly 
antaranegara maju dengan negara berkembang. COP2 di Genewa pada tahun 1996 tidakmenghasilkan kesepakatan yang berarti. Barupada COP 3 di Kyoto pada tahun 1997dikeluarkan
Kyoto Protocol 
yang mengharuskannegara maju untuk mengurangi emisi CO
2
 sebesar 5,2% dari level tahun 1990 padaperiode 2008 sampai 2012. Dalam protokol iniada tiga mekanisme pendanaan yang dapatdigunakan yaitu:
Joint Implementation
,
CleanDevelopment Mechanism
dan
Emission Trading 
.COP 9 yang diadakan di Milan, Italiamembahas lebih lanjut prosedur pengajuanCDM. COP 12 yang baru saja diadakan padatahun 2006 di Nairobi, Kenya membahaspendanaan spesial dalam rangkamenanggulangi pemanasan global.

Activity (71)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hendra Fahmi liked this
addien_com6570 liked this
Dewi Anggita liked this
Eko Kurniawan liked this
Agus Sugiyono added this note
?
Lailatun Nikmah added this note
woyo woyo

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->