1
Pengembangan Bahan Bakar Nabati untuk MengurangiDampak Pemanasan Global
*)
Agus Sugiyono
Peneliti Bidang Perencaan EnergiBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologiagussugiyono@yahoo.com
Abstrak
Tingginya harga minyak mentah dunia mengakibatkan anggaran pemerintahdalam menyediakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. BahanBakar Nabati (BBN) merupakan bahan bakar alternatif yang dapatdigunakan sebagai substitusi BBM yang diharapkan dapat mengurangibeban pemerintah tersebut. Disamping itu BBN merupakan bahan bakarbersih dan dapat mengurangi emisi GRK. Dalam makalah ini dibahas lebihlanjut potensi pengembangan biodiesel sebagai salah satu bentuk BBNdalam hal kebutuhan lahan dan pengurangan emisi CO
2
.Kata kunci: biodiesel, kelapa sawit, emisi CO
2
1. Pendahuluan
Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim telah menjadiperhatian masyarakat dunia. Agenda untuk menyelesaikan masalah ini diawalipada tahun 1992 dengan diadakannya
Earth Summit
di Rio de Janeiro, Brazilyang menghasilkan Kerangka Konvensi untuk Perubahan Iklim (
United NationFramework Convention on Climate Change
- UNFCCC) dan ditandatangai oleh167 negara. Kerangka konvensi ini mengikat secara moral semua negara-negara industri untuk menstabilkan emisi CO
2
. Indonesia telah meratifikasikonvensi ini melalui Undang Undang No. 6 Tahun 1994 mengenai perubahaniklim dan Undang Undang No. 17 Tahun 2004 tentang pengesahan ProtokolKyoto. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia tidakberkewajiban untuk mengurangi emisi CO
2
namun diharapkan untukmelaporkan besarnya emisi CO
2
yang dihasilkan. Dalam kaitan ini, Indonesiatelah menyampaikan kepada UNFCCC hasil penyusunan Komunikasi NasionalPertama (
First National Communication
) pada tahun 1999 sebagai buktikeseriusannya dalam menangani perubahan iklim. Saat ini Indonesia sedangmenyiapkan penyusun Komunikasi Nasional Kedua yang diharapkan dapatselesai pada tahun 2009. Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH)sebagai lembaga yang menjadi
focal point
dalam implementasi program-program yang berhubungan dengan perubahan iklim.Emisi CO
2
dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti:batubara, minyak bumi dan gas bumi, emisi dari industri semen dan konversilahan. Berdasarkan data dari
Carbon Dioxide Information Analysis Center
*)
Dipresentasikan pada Seminar Nasional Kebijakan Pemanfaatan Lahan dalam Menanggulangi Dampak Pemenasan Global, Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UGM, Jogjakarta 10 Mei 2008.