Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PEMAKAIAN DAN DISTRIBUSI GAS BUMI DI INDONESIA

PEMAKAIAN DAN DISTRIBUSI GAS BUMI DI INDONESIA

Ratings: (0)|Views: 1,419 |Likes:
Published by Agus Sugiyono
Minyak dan gas bumi masih sangat berperan dalam
pembangunan nasional. Meskipun demikian, pemerintah
mengusahakan pengurangan pemakaian minyak bumi untuk konsumsi
dalam negeri dan meningkatkan peranan gas bumi.
Minyak dan gas bumi masih sangat berperan dalam
pembangunan nasional. Meskipun demikian, pemerintah
mengusahakan pengurangan pemakaian minyak bumi untuk konsumsi
dalam negeri dan meningkatkan peranan gas bumi.

More info:

Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

 
POLA PEMAKAIAN DAN DISTRIBUSI GAS BUMI DI INDONESIAPADA PERIODE PEMBANGUNAN TAHAP KEDUA
Oleh:Drs. Setiadi D. Notohamijoyo
*)
Ir. Agus Sugiyono
*)
ABSTRAK
Minyak dan gas bumi masih sangat berperan dalampembangunan nasional. Meskipun demikian, pemerintahmengusahakan pengurangan pemakaian minyak bumi untuk konsumsidalam negeri dan meningkatkan peranan gas bumi.Supaya dapat memanfaatkan gas bumi secara tepat, perludilakukan optimasi. Dalam makalah ini dibahas optimasi tentangpemakaian gas bumi serta distribusi gas bumi menggunakan jaringanpipa dengan menggunakan Model MARKAL.
 
*)
Anggota Tim Model Energi BPPT
I. PENDAHULUAN
Minyak dan gas bumi masih berperan besar dalam pembangunannasional dewasa ini, baik sebagai sumber pendapatan negara maupunsebagai sumber devisa. Oleh karena itu, pemerintah terusmeningkatkan kemampuan produksi minyak dan gas bumi serta terusmenerus berusaha meningkatkan penemuan cadangan baru.Dalam memanfaatkan minyak bumi dan gas bumi diperlukankebijaksanaan yang menyeluruh dan terpadu. Untuk minyak bumi,diambil langkah penghematan dalam pemakaian dalam negeri.Sedangkan gas bumi berangsur-angsur ditingkatkan peranannya.Pemakaian gas bumi dalam PELITA V diharapkan naik 71,7 %yaitu dari 55,2 juta SBM menjadi 94,8 juta SBM. Gas bumi ini dipakaiuntuk memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk pembangkit listrik,bahan bakar, dan bahan baku khususnya industri petrokimia. Sebagaibahan bakar, gas bumi mempunyai sifat yang baik yaitu bersihpembakarannya sehingga tidak menyebabkan pencemaran udara.
II. CADANGAN GAS BUMI
Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi dalamproduksi gas bumi. Hal ini terlihat dari nilai cadangan terbukti untuk tahun 1984 berjumlah 80,58 trilyun kaki kubik yang terdiri atascadangan gas
non-associated 
sebesar 74,862 trilyun kaki kubik dancadangan gas
associated 
yang berjumlah 5,718 trilyun kaki kubik. Disamping cadangan terbukti, masih ada cadangan potensial sebesar34,898 trilyun kaki kubik yang terdiri atas cadangan
non-associated 
sebesar 31,217 trilyun kaki kubik dan cadangan
associated 
sebesar3,681 trilyun kaki kubik. Keseluruhan cadangan ditunjukkan padaGambar 1.
695696
 
III. POLA PEMAKAIAN GAS BUMI
Model MARKAL adalah suatu model yang dapat melakukanoptimasi penyediaan energi termasuk di dalamnya jenis sumber energi,sistem transformasi, teknologi pengolahan dan konversi serta
demand device
dengan metode
linear programmming
. Sehingga ModelMARKAL dapat digunakan untuk memproyeksikan pemakaian gasbumi dan distribusinya serta melakukan optimasi.Hasil-hasil optimasi yang dibahan dalam makalah ini untuk skenario tinggi dan
discount rate
10 % serta dengan fungsi obyektif meminimumkan biaya penyediaan energi. Sedangkan periodepembangunan tahap kedua hanya dibahas sampai REPELITA IX sesuaidengan hasil studi Model MARKAL.
3.1. Proyeksi Penyediaan Gas Bumi
Penyediaan gas bumi di Indonesia pada periode pembangunantahap kedua rata-rata sebesar 2317,17 PJ tiap tahunnya. PadaREPELITA VII terjadi kenaikan sebesar 20 % dan pada REPELITAVIII kenaikannya sebesar 3 %, sedangkan pada REPELITA IX akanmenurun sebesar 1 %. Hal ini disebabkan berkurangnya cadangan gasbumi. Daerah produksi gas bumi paling besar berasal dari Sumateradiikuti Kalimantan dan Jawa. Untuk pulau lain pangsa produksinyamasih sangat kecil tetapi produksinya terus naik rata-rata 31,5 % padatiap REPELITA. Produksi gas bumi di Sumatera sudah termasuk yangdi Pulau Natuna.
3.2. Proyeksi Pemakaian Gas Bumi
Pemakaian gas di Indonesia sampai dengan tahun 2014 sebesar2.147,10 PJ per tahun. Kenaikan yang paling besar terjadi padaREPELITA VI sebesar 20,84 %. Pada akhir periode pembangunantahap kedua ada penurunan sebesar 0,64 %
697698
 
Tabel 1.Produksi Gas Bumi di Indonesia pada Periode PembangunanTahap Kedua (dalam PJ/tahun)
NoPELITAVIVIIVIIIIXDaerah1.Pulau Jawa222,84230,36236,05161,312.Pulau Sumatera1.201,511.248,851.326,421.820,723.Pulau Kalimantan558,43904,04893,00448,004.Pulai Lain2,723,584,706,15Total1.985,502.386,832.460,172.436,18
Pemakaian gas bumi yang terbesar digunakan di sektor
 LNGPlant 
sebesar 58,47 % dari seluruh pamakaian gas bumi. Tiap PELITApemakaian gas pada
 LNG Plant 
mengalami pertumbuhan 1,80 %.Tetapi pada akhir periode pembangunan tahap kedua ini, yakni padaREPELITA VIII dan REPELITA IX mengalami penurunan sebesar6,16 % dan 2,16 %.Sektor industri pupuk merupakan pemakai gas bumi terbesarkedua setelah LNG. Sektor ini menyerap gas sebesar 291,46 PJ pertahun atau sebesar 13,57 % dari jumlah keseluruhan kebutuhan gasbumi. Industri pupuk campuran ini dari PELITA ke PELITAmengalami pertumbuhan sebesar 17,90 % dan kenaikan terbesar terjadipada akhir periode pembangunan tahap kedua yakni sebesar 18,48 %.Tabel 2.Pola Pemakaian Gas Bumi di Indonesia(PJ/tahun)
No.PELITAVIVIIVIIIIXPemakaian1.
 LPG Plant 
75,6186,6390,32100,242.
 LNG Plant 
1.228,941.327,621.245,861.218,893.Pembangkit ListriTurbin Gas53,3669,4474,47117,574.Pembangkit Listri
Gas Combined Cycle
166,63356,74395,94264,815.Industri Logam Dasar58,7978,69102,23132,686.Industri Pupuk224,42263,12310,46367,857.Industri Semen7,579,1911,1413,618.Katalisator
 Hydrocracker 
8,998,998,498,999.Pemanas Langsung diSektor Industri4,485,721,831,4610.Pemanas Tak Langsungdi Sektor Industri1,602,032,623,1811.Pemanas Tak Langsungdi Sektor Komersial0,160,200,260,3212.Pemanas Langsung diSektor Rumah Tangga0,520,520,000,0013.
 Non Substitute, Feed-stock & Lube Oil
18,6918,6818,6818,68Total1.849,762.227,572.262,802.248,28
Pembangkit listrik 
gas combined cycle
memerlukan gas bumisebesar 296,03 PJ per tahun atau sebesar 13,79 % dari jumlahkeseluruhan kebutuhan gas bumi di Indonesia. Kebutuhan gas bumiuntuk sektor ini dimulai pada REPELITA VI. Besarnya pemakaianpada pembangkit listrik 
gas combined cycle
pada REPELITA VIsebesar 166,63 PJ dengan pertumbuhan tiap REPELITA sebesar 16,70%, pada REPELITA IX ada penurunan sebesar 33,11 %.Gas bumi yang dipakai pada sektor industri logam dasar hampirsama dengan pemakaian gas pada sektor LPG. Pemakaian rata-rata gas
699700

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rif'ah Amalia liked this
Rif'ah Amalia liked this
Fabio Jeremia liked this
Mohammed Niqris liked this
Reno Saibih liked this
Abdul R liked this
Dewangga Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->