Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
Jumat, 14 Agustus 2009
 
 
 
P E J A B A T
C © updated 08022004
 
► e-ti/
 
Nama:H Benjamin Mangkoedilaga SHLahir:Garut, 30 September 1937Agama:IslamIsteri:RooslianaAnak:Dua putriAyah:H MangkoedilagaPendidikan :- SMP dan SMA Kanisius- Fakultas Hukum UniversitasIndonesiaJabatan:Hakim Agung (2000-2002)Riwayat Pekerjaan:• 1962-1967,Asisten Dosen FHUI• 1967-1974,Hakim PN RangkasBitung• 1974-1979,Hakim PNDenpasar • 1979-1982,Hakim PN JakartaUtara• 1982-1987,Wakil Ketua PNBale Bandung Kab.Bandung• 1987-1991,Ketua PN Cianjur • 1991-1993,Ketua PTUNSurabaya• 1996-1998,Hakim TinggiPTTUN Medan• 1998-1999,PTTUN Jakarta• 1999-Anggota Komnas HAM• 1999-Anggota/Arbiter BadanArbitrase Nasional Indonesia(BANI 2000)• 2000,Anggota Dewan PersIndonesia• 2000,Anggota/Member of ThePartnership to SupportGovernance Reform InIndonesia• 2000-2002,Hakim Agung padaMA RI- Pengajar pada sejumlahperguruang tinggi
Benjamin Mangkoedilaga, SH
Ikon Integritas Seorang Hakim Karir 
Namanya muncul ke permukaan ketika sebagai hakim disidang PTUN Jakarta, memenangkan gugatan majalah Tempoyang dibredel pemerintah Orde Baru, terhadap MenteriPenerangan Harmoko. Ia patut disebut sebagai ikon integritasseorang hakim karir di negeri ini. Kemudian dalam usia 63tahun ia terpilih menjabat hakim agung (2000-2002).Sebelum menjabat hakim agung, pria kelahiran Garut 30September 1937 ini, aktif sebagai anggota berbagai lembagapenting di Tanah Air. Antara lain, Komisi Nasional Hak AsasiManusia (Komnas HAM), Badan Arbitrase Nasional, DewanPers, dan Partnership to Support Governance Reform inIndonesia.Benjamin menempuh pendidikan dasar dan menengahnya diSMP dan SMA Kanisius. Kendati ia seorang muslim, diamemilih sekolah Katolik itu, karena alasan bermutu danberdisiplin tinggi.Ia lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang akrab denganmasalah hukum. Ayahnya, H Mangkoedilaga adalah seorang jaksa. Lalu, ia pun meraih sarjana hukum dari Fakultas HukumUniversitas Indonesia. Walaupun semasa kecil, ia sempatbercita-cita menjadi tentara. Namun, cita-cita itu tak terwujudkarena ia gagal masuk Akademi Militer Nasional (AMN) akibatmatanya tidak bisa melihat jauh. Cita-cita jadi tentara sedikitterobati saat duduk di Fakultas Hukum UI, ia bergabung aktif dalam Resimen Mahasiswa. Bahkan ia sempat menjadiKomandan Batalion UI.Suami dari Roosliana ini adalah hakim karier di PN danPengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ia memulai karir tahun1962-1967 sebagai Asisten Dosen FH UI. Kemudian menjadiHakim PN Rangkas Bitung (1967-1974), Hakim PN Denpasar (1974-1979), Hakim PN Jakarta Utara (1979-1982). Laludiangkat menjabat Wakil Ketua PN Bale BandungKab.Bandung (1982-1987), Ketua PN Cianjur (1987-1991), danKetua PTUN Surabaya (1991-1993). Setelah itu, ia dipercayamenjadi Hakim Tinggi PTTUN Medan (1996-1998) dan PTTUNJakarta (1998-1999). Saat menjadi Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)Jakarta, ayah dua putri, ini memenangkan gugatan majalahTempo yang dibredel pemerintah Orde Baru, terhadap MenteriPenerangan Harmoko. Suatu keputusan yang dianggap beranipada masa itu, ketika campur tangan kekuasaan eksekutif masih sangat kuat terhadap yudikatif. Namanya punmelambung sebagai seorang hakim yang punya integritas dirimenegakkan keadilan. Bukan hanya putusan kasus TEMPO yang membuat integritasdan kredibilitasnya sebagai haki mencuat. Sebelumnya, ia jugatelah memenangkan gugatan lima perusahaan future tradingterhadap Menteri Perdagangan yang mencabut SIUP mereka.Juga menjatuhkan putusan hukuman mati terhadap terdakwaLince, yang membunuh suaminya sendiri di Pengadilan NegeriBandung, pada 1986. Serta putusan menolak gugatan petaniCimacan, Jawa Barat, yang lahannya dijadikan lapangan golf.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more