Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGGUNAAN ENERGI DI SEKTOR TRANSPORTASI

PENGGUNAAN ENERGI DI SEKTOR TRANSPORTASI

Ratings: (0)|Views: 1,304 |Likes:
Published by Agus Sugiyono
Recently oil product is a main fuel in transportation sector in Indonesia. Waste gas
from combustion of oil product contains pollutant such as SO2, NOx, CO, VHC,
SPM and other particles. The pollutants have negative impact to human and the ecosystem if exceed the certain concentration. To reduce the pollutant in transportation sector, energy utilization strategies should be carried out.
Recently oil product is a main fuel in transportation sector in Indonesia. Waste gas
from combustion of oil product contains pollutant such as SO2, NOx, CO, VHC,
SPM and other particles. The pollutants have negative impact to human and the ecosystem if exceed the certain concentration. To reduce the pollutant in transportation sector, energy utilization strategies should be carried out.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
34
STRATEGI PENGGUNAAN ENERGI DI SEKTORTRANSPORTASI
1
 
Agus Sugiyono
Direktorat Teknologi Energi, BPP Teknologi
Abstract
Recently oil product is a main fuel in transportation sector in Indonesia. Waste gasfrom combustion of oil product contains pollutant such as SO
2
, NO
x
, CO, VHC,SPM and other particles. The pollutants have negative impact to human and theecosystem if exceed the certain concentration. To reduce the pollutant intransportation sector, energy utilization strategies should be carried out. In thispaper, the MARKAL Model is used with two scenarios: Doing Nothing Case (DNC)and Emission Reduction Case (ERC) to make energy utilization strategies intransportation sector. Using ERC scenario, waste gas emission in transportationsector especially NO
X
, CO and VHC emission could be reduced using this method:fuel substitution from oil product to gas fuel, equipment of gasoline car withcatalytic converters, and utilization of diesel engine with low emission.
Katakunci:
sektor transportasi, penggunaan energi, emisi gas buang
1
Majalah BPP Teknologi, No. LXXXV/Mei'98, hal 34-40, ISSN 0216-6569
1. PENDAHULUAN
Sektor transportasi tumbuh danberkembang seiring dengan peningkatanperekonomian nasional. Transportasi merupakansarana yang penting bagi masyarakat modernuntuk memperlancar mobilitas manusia danbarang. Saat ini BBM merupakan andalan utamabahan bakar di sektor transportasi. Pada tahundelapan puluhan, pemakaian bahan bakar minyak(BBM) di sektor transportasi telah mengalamipertumbuhan sebesar 6,8 % per tahun.Mengingat sumber daya minyak bumi semakinterbatas maka perlu diupayakan diversifikasienergi untuk sektor transportasi.Gas buang sisa pembakaran BBMmengandung bahan-bahan pencemar seperti SO
2
(Sulfur Dioksida), NO
x
(Nitrogen Oksida), CO(Karbon Monoksida), VHC (
Volatile hydrocarbon 
),SPM (
Suspended Particulate Matter 
) dan partikellainnya. Bahan-bahan pencemar tersebut dapatberdampak negatif terhadap manusia ataupunekosistem bila melebihi konsentrasi tertentu.Dengan peningkatan penggunaan BBM untuksektor transportasi maka gas buang yangmengandung polutan juga akan naik dan akanmempertinggi kadar pencemaran udara. Olehkarena itu perlu suatu strategi yang tepat dalampenggunaan energi di sektor transportasi untukmengurangi emisi polutan ini sehinggapenggunaan energi dapat tetap ramah terhadaplingkungan.Dalam makalah ini akan dibahas strategipengunaaan energi di sektor transportasiberdasarkan hasil studi dengan menggunakanModel MARKAL yang merupakan model energidengan optimasi biaya yang terkecil. Sektortransportasi yang termasuk dalam studi ini adalahtransportasi darat, air, udara dan kereta api.Transportasi dari terdiri atas mobil, truk, bis dansepeda motor. Transportasi air dan udara masing-masing terdiri atas transportasi domestik daninternasional. Sedangkan skenario yangdigunakan adalah kasus tanpa tindakan (DNC-
Doing Nothing Case 
) dan kasus penguranganemisi (ERC-
Emission Reduction Case 
). PadaDNC teknologi yang dipakai untuk penyediaanenergi maupun pemakaian energi dianggap tidakmengalami perubahan dari yang telah ditetapkandan direncanakan pada saat sekarang. Teknologibersih lingkungan belum diperhitungkan dalamskenario ini. Pada ERC disusun suatu strategipenyediaan energi yang ekonomis denganmempertimbangkan faktor lingkungan. Untukmengurangi emisi polutan di sektor transportasidipergunakan teknologi katalitik konverter padakendaraan berbahan bakar bensin danpenggunaan mesin diesel yang beremisi rendah.Proyeksi kebutuhan energi ini tidakmemperhitungkan kondisi krisis ekonomi yang
 
35
melanda ASEAN, termasuk Indonesia yangterjadi sejak bulan Juni 1997 hingga saat ini.Diasumsikan bahwa krisis ekonomi tersebuthanya berpengaruh terhadap perekonomian untuk jangka pendek sedangkan untuk jangka panjang,Indonesia sudah akan mampu mencapaipertumbuhan seperti dalam proyeksi ini.Kebutuhan energi saat ini masih didominasioleh sektor rumah tangga. Mulai tahun 2001pangsa kebutuhan energi yang terbesar bergeserdari sektor rumah tangga ke sektor industri dansektor transportasi menduduki urutan yang ketiga.Pada tahun 2006 sektor transportasi mendudukipangsa terbesar yang kedua (30 %) setelahsektor industri (51 %). Untuk jangka panjangsektor transportasi tetap memegang pangsaterbesar yang kedua. Gambar 1 memberikangambaran proyeksi kebutuhan energi di Indonesiauntuk tiap-tiap sektor.
2. KEBUTUHAN ENERGI SEKTORTRANSPORTASI
Proyeksi kebutuhan energi untuk sektortransportasi termasuk di dalamnya subsektortransportasi darat, udara, air dan kereta apiditunjukkan pada Gambar 2. Kebutuhan energiyang terbesar didominasi oleh angkutan daratsebesar 80 % dari total kebutuhan. Transportasidarat diperkirakan akan tumbuh sebesar 5.2 %per tahun sedangkan untuk transportasi air danudara naik masing-masing sebesar 7.1 % dan 6.6% pertahun. Transportasi air yang tumbuh palingcepat hanya mempunyai pangsa 14 % sedangkantransportasi udara dengan pangsa 9 % padatahun 2021. Pangsa transportasi denganmenggunakan kereta api diperkiraan masihsangat rendah.Kebutuhan bahan bakar untuk sektortransportasi secara keseluruhan didominasi olehminyak diesel diikuti oleh bensin. Kedua bahanbakar tersebut dikonsumsi lebih dari 85 % daritotal kebutuhan. Sisanya adalah minyak tanahdan FO. Konsumsi BBM akan meningkat denganpertumbuhan sebesar 6.2 % per tahun. Padatahun 2021 sektor ini memerlukan BBM sebesar83 % dari total produksi BBM nasional. Untuk jangka panjang bahan bakar gas (BBG) yangdapat digunakan untuk mobil LPG (
Liquid Petroleum Gas 
) dan CNG (
Compressed Natural Gas 
) mempunyai potensi untuk dikembangkanseperti yang dinyatakan dengan bahan bakar lain-lain pada Gambar 3. Bahan bakar lain-lain di sinitermasuk konsumsi energi listrik untuk kereta apiyang tumbuh sebesar 6.5 % per tahun. Pangsakonsumsi energi listrik ini masih sangat kecil yaitusebesar 0.2 % pada tahun 2021 atau sebesar 5PJ/tahun.
3. DAMPAK LINGKUNGAN
Berdasarkan skenario DNC dapat dihitungemisi polutan yang ditimbulkan oleh penggunaanenergi di sektor transportasi berdasarkankoefisien emisi kendaraan bermotor. Untukmenentukan koefisien emisi dilakukanpengambilan sampel gas buang kendaraanbermotor pada saat diam. Dilakukan juga
020004000600080001000012000199620012006201120162021
   P   J   /   t  a   h  u  n
Pemerintahan & Pelayanan UmumKomersialRumah TanggaTransportasiIndustri
 
Gambar 1. Proyeksi kebutuhan energi tiap-tiap sektor
 
36
observasi dengan menggunakan kamera videopada berbagai jenis kondisi lalu lintas.Pengambilan sampel dilakukan pada 350kendaraan secara random di berbagai tempat diJakarta. Dengan tambahan informasi dari literaturdan dengan menggunakan data hasil pengukurandapat ditentukan koefisien emisi sepertiditampilkan pada Tabel 1. Yang termasuk dalamperhitungan ini adalah emisi NO
2
, SO
2
, SPM danVHC untuk wilayah Jawa.
0500100015002000250030003500199620012006201120162021
   P   J   /   T  a   h  u  n
Kereta ApiTransp. UdaraTransp. AirTransp. Darat
 
Gambar 2. Kebutuhan energi sektor transportasi untuk setiap moda transportasi
0500100015002000250030003500199620012006201120162021
   P   J   /   T  a   h  u  n
Lain-lainFOMinyak TanahADO+IDOBensin
 
Gambar 3. Kebutuhan energi sektor transportasi untuk setiap jenis energiTable 1. Koefisien emisi kendaraan bermotor [1]Mobil Penumpang Truk Bus Truk & Bus Kecil Sepeda MotorBensin Diesel Bensin Dieselg/km g/km g/km g/km g/km g/km g/kmNO
2
6.38 1.89 16.1 15.6 7.98 2.22 0.2VHC 3.66 0.99 2.37 2.36 6.42 3.8 5.99SO
2
0.062 0.86 1.28 1.29 0.087 1.02 0.026SPM - 0.36 0.54 0.56 - 0.48 0.12

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zaky F Akhmad liked this
Bahtiar Sitorus liked this
Budi Khoironi liked this
Joe Kyla liked this
fahmyfahriza liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->