Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGEMBANGAN INDUSTRI PADAT ENERGI DI DAS MAMBERAMO

PENGEMBANGAN INDUSTRI PADAT ENERGI DI DAS MAMBERAMO

Ratings: (0)|Views: 2,047|Likes:
Published by Agus Sugiyono
Sejak awal tahun 1990 perhatian pemerintah Indonesia untuk membangun wilayah KTI
semakin besar. Saat ini beberapa potensi di wilayah KTI terus diteliti prospek pengembangannya.
BPPT turut serta berpartisipasi dalam penelitian untuk pengembangan industri padat energi di
Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo yang menggunakan PLTA sebagai sumber energi.
Sejak awal tahun 1990 perhatian pemerintah Indonesia untuk membangun wilayah KTI
semakin besar. Saat ini beberapa potensi di wilayah KTI terus diteliti prospek pengembangannya.
BPPT turut serta berpartisipasi dalam penelitian untuk pengembangan industri padat energi di
Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo yang menggunakan PLTA sebagai sumber energi.

More info:

categoriesTypes, Research, Science
Published by: Agus Sugiyono on Aug 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/08/2012

pdf

text

original

 
 ISBN 979-9344-01-8
2-89
PENGEMBANGAN INDUSTRI PADAT ENERGI DI DAS MAMBERAMO SEBAGAI PUSATPERTUMBUHAN EKONOMI DI KAWASAN TIMUR INDONESIA
Oleh : Agus Sugiyono
*)
ABSTRAK
Sejak awal tahun 1990 perhatian pemerintah Indonesia untuk membangun wilayah KTI semakin besar. Saat ini beberapa potensi di wilayah KTI terus diteliti prospek pengembangannya.BPPT turut serta berpartisipasi dalam penelitian untuk pengembangan industri padat energi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo yang menggunakan PLTA sebagai sumber energi. Ada 2 lokasi yang berpotensi untuk dibangun PLTA, yaitu Mamberamo 1 (kapasitas 5.694,9 MW) dan Mamberamo 2 (kapasitas 933,0 MW). Dengan konsep pengembangan yang terpadu dan dengan motor penggerak industri padat energi diharapkan kawasan Mamberamo akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah KTI.
1. PENDAHULUANA. Latar Belakang
Sebelum terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 6.8 % per tahun selama 25 tahun terakhir ini. Seiring dengan itu jumlahpenduduk miskin terus menurun. Namun disadari masih banyak tantangan dan kendala yangdihadapi untuk mencapai pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Salahsatu kendala tersebut adalah ketidakseimbangan pertumbuhan wilayah antara KawasanTimur Indonesia (KTI) dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Wilayah KTI masih tertinggaldalam berbagai bidang bila dibandingkan dengan wilayah KBI.Sejak awal tahun 1990 perhatian pemerintah Indonesia untuk membangun wilayah KTIsemakin besar. Keseriusan ini tercermin dengan dikeluarkan Kepress No. 120 tahun 1993untuk membentuk Dewan Pembina Kawasan Timur Indonesia (DP-KTI) yang bertugas untukmempercepat terwujudkan pengembangan di wilayah KTI. Dengan diperluasnya otonomidaerah nantinya, pengembangan wilayah KTI diharapkan juga akan tumbuh semakin cepatdi masa mendatang.
B. Tujuan Penelitian
Saat ini beberapa potensi di wilayah KTI terus diteliti prospek pengembangannya.BPPT sebagai salah satu lembaga pengkajian juga turut serta berpartisipasi dalam penelitianuntuk pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo, yang merupakan salah satuwilayah KTI. Tujuan penelitian adalah untuk :- mengidentifikasi potensi sumber daya alam di DAS Mamberamo- membuat strategi pengembangan industri padat energi yang terpadu denganmemanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di DAS Mamberamo- memberi masukan kepada pemerintah untuk mempersiapan rencana induk untukmembuat kawasan pertumbuhan ekonomi di DAS Mamberamo.
C. Metodologi
Penelitian ini merupakan studi pustaka yang dilakukan dengan dana dari PemerintahIndonesia dan dilaksanakan mulai tahun 1997 sampai tahun 1999. Untuk keperluanpenelitian diperlukan data sekunder dari Departemen Pekerjaan Umum, PT PLN Persero,BPS, dan institusi lain yang telah melaksanakan studi sebelumnya. Disamping itu jugadilakukan survei ke pusat industri yang sudah ada di Indonesia saat ini dan diperkirakandapat dibangun sebagai penyerap beban PLTA yang akan dikembangkan.
 
*)
Peneliti pada Direktorat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi, BPPT **) Prosiding Teknologi, Ekonomi, dan Otonomi Daerah, Deputi Bidang Pengkajian Teknologi, BPPT 
 
 ISBN 979-9344-01-8
2-90
2. KAWASAN TIMUR INDONESIA
Wilayah Indonesia dibagi menjadi 27 propinsi. 14 propinsi berada di wilayah KBI dan 13propinsi di wilayah KTI. Pengelompokan KTI dan KBI secara lengkap ditunjukkan pada Tabel1 dan dari lokasinya ditunjukkan pada Gambar 1.Tabel 1. Pembagian Wilayah KTI dan KBI
Wilayah KBIWilayah KTI
1Aceh1Nusa Tenggara Barat2Sumatera Utara2Nusa Tenggara Timur3Sumatera Barat3Timor Timur4Riau4Kalimantan Barat5Jambi5Kalimantan Tengah6Sumatera Selatan6Kalimantan Selatan7Bengkulu7Kalimantan Timur8Lampung8Sulawesi Utara9Jakarta9Sulawesi Tengah10Jawa Barat10Sulawesi Selatan11Jawa Tengah11Sulawesi Tenggara12Yogyakarta12Maluku13Jawa Timur13Irian Jaya14Bali-
Jakarta
SingaporeKuala LumpurBandar Seri
MALAYSIAPHILIPPINESAUSTRALIAMALAYSIA
Begawan
SumateraJawaKalimantanSulawesiIrian Jaya
Jayapura
 Mamberamo
Kawasan Barat IndonesiaKawasan Timur Indonesia
(KBI)
(KTI)
Keterangan :Batas NegaraBatas KTI dan KBI
DAS
Gambar 1. Lokasi Wilayah KTI dan KBISecara umum, tingkat kesejahteraan sosial wilayah KTI lebih rendah jika dibandingkandengan wilayah KBI maupun rata-rata nasional. Kondisi tahun 1995 dapat dirinci bahwadengan luas areal yang mencapai 68 % dari total wilayah Indonesia, hanya mempunyaipendapatan regional sebesar 17 % dari total pendapatan Indonesia. Dengan mengambil datanilai tukar 1 US$ sama dengan Rp 2300 maka pada tahun 1995 wilayah KTI mempunyaipendapatan/kapita sebesar 898 US$/kapita. Indikator yang lain di wilayah KTI jugamenunjukkan masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan wilayah KBI. Kapasitasterpasang pembangkit listrik dari PLN hanya sebesar 9 %, jumlah rumah sakit sebesar 26 %dan jumlah universitas sebesar 21 % dari total Indonesia (Lihat Tabel 2). Meskipun demikian,dari cakupan wilayah, KTI memiliki potensi sumber daya yang besar. Menurut perkiraan,paling tidak separoh kandungan sumber daya alam ada di wilayah KTI. Oleh karena itu perludiupayakan untuk mempercepat pembangunan dengan memanfaatkan potensi yang ada.
 
 ISBN 979-9344-01-8
2-91
Tabel 2. Indikator Sosial Ekonomi Wilayah KTI dan KBI Tahun 1995[1]
SatuanKBIKTIIndonesia
Luas Wilayah1000 km
2
61513221937Jumlah Penduduk10
6
15936195Kapasitas Terpasang PT PLNGW13.61.415.0Produk Domestik Regional Bruto10
12
Rupiah (
current price 
)36375438Jumlah Rumah SakitUnit7852771062Jumlah Perguruan TinggiUnit10242811305
3. POTENSI SUMBER DAYA ALAM DI DAS MAMBERAMO
Potensi tenaga air di Indonesia diperkirakan sebesar 74,9 GW yang tersebar di seluruhwilayah Indonesia. Energi yang dapat dibangkitkan adalah sekitar 401.646 GWh per tahunyang setara dengan 2,5 juta barel Bahan Bakar Minyak (BBM) per hari yang dibangkitkandengan pembangkit tenaga termal. Hampir sepertiga dari potensi tenaga air tersebut (22,3GW) terdapat di Irian Jaya. Dari jumlah tersebut, potensi di DAS Mamberamo mencapai12.284 MW yang tersebat di 34 lokasi. Beberapa potensi di lokasi yang dipilih ditunjukkanpada Tabel 3. Sedangkan peta dari 34 lokasi ditampilkan pada Gambar 2.Tabel 3. Potensi PLTA DAS Mamberamo di Lokasi yang Dipilih [5]
LokasiKapasitasTerpasangMWProduksi EnergiGWh/tahun
Ranffaer 13002.370Ranffaer 2103905Ranffaer 32642.086Vanderwal 82051.118Sobger 386679Sobger 62691.465Idenberg1.1195.506Mamberamo 15.69527.021Mamberamo 29335.102
Aliran Sungai Mamberamo mencakup empat kabupaten yaitu Kabupaten Jayapura,Jayawijaya, Yapen Waropen, dan Paniai. Sungai Mamberamo merupakan gabungan duasungai besar yaitu Sungai Taritatu yang mengalir dari arah Timur dan Sungai Tariku yangmengalir dari arah Barat. Kedua aliran sungai ini bertemu di Papasena dekat Dabra danmenjadi Sungai Mamberamo dengan panjang mencapai 650 km yang mengalir dari arahBarat Laut melalui Pegunungan Foja dan akhirnya bermuara di Samudera Pasifik. Sepanjangaliran sungai terdapat dua danau yaitu Danau Rombebai dan Danau Bira. Daerah huluadalah daerah pegunungan yang terjal. Daerah hilir merupakan dataran yang yang berawa-rawa. Di bagian tengah merupakan cekungan dataran tinggi yang luas.Luas total DAS Mamberamo adalah 79.440 km
2
yang hampir seluas pulau Jawa.Sebagian besar DAS Mamberamo berupa pegunungan dan perbukitan sehingga banyaksekali ditemukan jeram. DAS Mamberamo terletak di sebelah utara Pegunungan Jaya Wijayadengan curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun. DAS Mamberamo mempunyaicurah hujan yang cukup tinggi yang mencapai sekitar 1.800 - 5.600 mm/tahun. Debit sungaidiperkirakan sebesar 4.500 m
3
 /detik. Kedalaman sungai berkisar antara 8 sampai 33 meter.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Budi Khoironi liked this
Shinta Luciana liked this
kusnowij liked this
greensangrilla liked this
Budhi.darmawan liked this
Zank Suwarna liked this
Zank Suwarna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->