Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
26Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perdagangan-Internasional

Perdagangan-Internasional

Ratings:

2.33

(3)
|Views: 7,896|Likes:
Published by aden_s
Perdagangan-Internasional
Perdagangan-Internasional

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: aden_s on Aug 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/26/2013

pdf

text

original

 
1
TRANSAKSI ELEKTRONIK 
( ELECTRONIC COMMERCE )
DALAM ASPEK HUKUM PERJANJIAN PERDAGANGANWa Ode Zamrud
(Dosen Fakultas Hukum Universitas Dayanu Ikhsanuddin Bau-Bau)
ABSTRACT
 Efficiency and effectively is the main fundamental used by those global trade, so man’seffort as business person is to predominate the limit of spaceand time, which followed by the growth of technology. Communication technology and infrastructure is selected, because of its function and capability to appreciate with a cyber space, which used by economic global personto make their dreams come true. Internet is a spaceway in cyberspace, which space, time, and  speed become an ultimate factor for trade efficiency and effectiveness, both “businesstobusiness (B-B)” or ‘business to consumer (B-C)” trade.Those trade activities emerges somelegal problems. Indonesian positive legal, both textual and constitutional, not respond those problems yet, especially some forms and models of trade in global economic age. Form of thisresearch is normative research that study any forms of legal textbook that is jurisprudence,regulation, research, article, mailing list, and form of contract of trade through electroniccommerce but there is no positive legal, regulation, or ratification has ordered In observed trade as a deal among parties based by agreement that listedat KUH Perdata may positivism paradigm changed to analogy and interpretation paradigm as analysis instrument towards principles, norms, rules, and legal constitutions. The next step is to drafted the concept textually, and finally realized in national act which applicable to all of e-commerce activities. Finally, electronic commerce has become preference for actual trademodel; it is not just adream or fiction. It is reality.
PENDAHULUAN
Semakin konvergennya (keterpaduan) perkembangan Teknologi Informasi danTelekomunikasi dewasa ini, telahmengakibatkan semakin beragamnya pulaaneka jasa-jasa (
 features
) fasilitastelekomunikasi yang ada, serta semakincanggihnya produk-produk teknologiinformasi yang mampu mengintegrasikansemua media informasi. Di tengah globalisasikomunikasi yang semakin terpadu (
 global communication network 
) dengan semakin populernya Internet seakan telah membuatdunia semakin menciut (
 shrinking the world 
)dan semakin memudarkan batas-batas negara berikut kedaulatan dan tatanananmasyarakatnya. Ironisnya, dinamikamasyarakat Indonesia yang masih barutumbuh dan berkembang sebagai masyarakatindustri dan masyarakat Informasi, seolahmasih tampak prematur untuk mengiringi perkembangan teknologi tersebut. (GroupRiset UI, 1999: 1). Komputer sebagai alat bantu manusia dengan didukung perkembangan teknologi informasi telahmembantu akses ke dalam jaringan public(
 public network 
) dalam melakukan pemindahan data dan informasi. Dengankemampuan komputer dan akses yangsemakin berkembang maka transaksi perdagangan pun dilakukan di dalam jaringankomunikasi tersebut. Jaringan publik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan jaringan privat dengan adanya efisiensi biayadan waktu. Hal ini membuat perdagangandengan transaksi elektronik (
 ElectronicCommerce
) menjadi pilihan bagi para pelaku bisnis untuk melancarkan transaksi perdagangannya karena sifat jaringan publik yang mudah untuk diakses oleh setiap orangataupun perusahaan.Sementara itu pola dinamikamasyarakat Indonesia khususnya pemerintahsebagai lembaga yang mempunyai otoritasmembuat regulasi akan masih bergerak tak  beraturan ditengah keinginan untuk mereformasi semua bidang kehidupannya
 
2
ketimbang suatu pemikiran yang handal untuk merumuskan suatu kebijakan ataupun pengaturan yang tepat untuk itu.Meskipunmasyarakat telah banyak menggunakan produk-produk teknologi informasi dan jasatelekomunikasi dalam kehidupannyakhususnya dalam perdagangan, tetapi bangsaIndonesia secara garis besar masih meraba-raba dalam mencari suatu kebijakan publik atau regulasi dalam membangun suatuinfrastruktur yang handal (
 National  Information Infrastructure
) dalammenghadapi infrastruktur informasi global(
Global Information Infrastructure
) Nusantara21, 1999: 61). Beberapa pembahasan tentangtelematika dan cyberlaw telah banyak dibahas,namun demikian RUU tentang Informasielektronik dan transaksi elektronik belumdisahkan sebagai hukum positif bagi aspek hukum transaksi elektronik dalam hukum perdagangan di Indonesia .Dari uraian di atas memunculkan permasalahan hukum dalam perdaganganyaitu :
 Bagaimanakah aspek hukum perjanjiantransaksi electronik (Electronic Commerce)dalam hukum perdagangan di Indonesia
? ”
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penerapan hukum (
law Application
) yaitu penelitian tentang perilaku dalam pelaksanaansuatu aturan hukum yang semestinya. Adapun penelitian ini lebih berfokus pada penelitiankepustakaan yaitu dilakukan melalui datatertulis dengan membuat referensi secaraobyektif dan sistematis denganmengidentifikasikan karakteristik yang khasdari data-data yang ada. Studi kepustakaandalam penelitian ini dengan mempelajari,menganalisis dan mengkaji literatur hukumyang berhubungan dengan penelitian ini.Eksplorasi terhadap bahan-bahan kepustakaandilakukan pada perpustakaan UniversitasDayanu Ikhsanuddin, serta penelusuran datamelalui browsing dan internet. Keseluruhandata yang diperoleh akan dianalisis denganmenggunakan pendekatan kualitatif yaitusuatu analisis data yang hendak mencarikebenaran yang didasarkan pada nilai(kualitas) data yang mendukungnya (SugengIstanto ; 2005)
 
yang dilakukan dengan caramengumpulkan data, mengelompokkan data,mensistematisir data, menjelaskan data, danmenilai data tersebut apakah ada perbedaanantara
das sein
dan
das sollen,
dan akhirnyamenetapkan ketentuan hukum yang bagaimana seharusnya berlaku.
PEMBAHASAN
Dikarenakan belum adanya aturan perundangan (hukum positif) yang mengatur transaksi perdagangan dengan model transaksielektronik (
electronic commerce
) tersebutmaka dalam pembahasan tersebut penulismembatasi pada beberapa aspek hukum dalam perdagangan di Indonesia yaitu denganmenggunakan perspektif hukum perjanjianyang berlaku termasuk juga dari KUHPerdatayang menjadi dasar atau sumber dari perikatanuntuk adanya kesepakatan melakukantransaksi perdagangan yang selama ini telahdigunakan sebagai dasar dari transaksi perdagangan konvensional .Sementara untuk acuan yuridis daritransaksi elektronik maka penulis mengacu pada
UNCITRAL
 
Model Law on ElectronicCommerce 1996 
.Aspek hukum Perjanjian tersebut adalah :1)Perjanjian dalam perdagangan, 2) LegalitasPerjanjian perdagangan.
A.
 
Perjanjian dalam Perdagangan
Pada dasarnya prinsip-prinsip ataukaidah yang fundamental dalam perdaganganinternasional mengacu pada 2 prinsipkebebasan walaupun tidak semua ahli hukuminternasional sepakat tentang hal ini namunkedua prinsip kebebasan ini merupakan hasil perkembangan yang telah berlangsung berabad abad. Karena itu pula prinsipkebebasan yang telah berkembang lama inidisebut juga sebagai prinsip klasik hukumekonomi internasional :
 pertama
: prinsip
 Freedom of Commerce
atau prinsip kebebasan berniaga. Niaga
 
3
ini diartikan luas dari sekedar kebebasan berdagang (
 Freedomof Trade
). Niaga disini mencakupsegala kegiatan yang berkaitandengan perekonomian dan perdagangan. Jadi setiap negaramemiliki kebebasan untuk  berdagang dengan pihak ataunegara manapun di dunia.
kedua
:
 
 prinsip
 Freedom of Communication
( kebebasan berkomunikasi, yaitu bahwa setiap negara memilikikebebasan untuk memasukiwilayah negara lain, baik melaluidarat atau laut untuk melakukantransaksi perdaganganinternasional ( Huala Adolf, 1997:26).Masalah mengenai kaidah-kaidahfundamental sebagian besarnya didasarkan pada perjanjian-perjanjian dan juga sebagianlain pada hukum kebiasaan internasional.Karena itu pula sepanjang perjanjian- perjanjian tersebut sifatnya tidak begituuniversal, sangatlah sedikit norma-normakhusus hukum perdagangan internasionalyang dianggap sebagai "fundamental".Kesulitan dalam menetapkan atau menyatakankarateristik kaidah-kaidah hukum ekonomiinternasional ini sebagai "fundamental" juga berasal dari karakteristik disiplin hukumekonomi internasional itu. Yakni begituluasnya perbedaan-perbedaan sistem ekonominasional. Sistem hukum Indonesia tentang perjanjian diatur dalam pasal-pasal buku IIIBW tentang perikatan .Media elektronik di dalam tulisan iniuntuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet, mengingat penggunaan media internet yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang,selain merupakan hal yang bisa dikategorikansebagai hal yang sedang ‘booming’. Begitu pula perlu digaris bawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang,terbuka kemungkinan adanya penggunaanmedia jaringan lain selain internet dalam
e-commerce
. Penggunaan internet dipilih olehkebanyakan orang sekarang ini karenakemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet :1. Internet sebagai jaringan publik yangsangat besar (huge/widespread network),layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dankemudahan akses.2. Menggunakan elektronik data sebagaimedia penyampaian pesan/data sehinggadapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah danringkas, baik dalam bentuk dataelektronik analog maupun digital.Dari apa yang telah diuraikan di atas,dengan kata lain; di dalam transaksi elektronik (
electronic commerce
), para pihak yangmelakukan kegiatan perdagangan/perniagaanhanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (
 public network 
) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan mediainternet. Hal ini menimbulkan konsekuensi bahwa
 E-commerce
yang dilakukan dengankoneksi ke internet adalah merupakan bentuk transaksi beresiko tinggi yang dilakukan dimedia yang tidak aman. Kelemahan yangdimiliki oleh internet sebagai jaringan publik yang tidak aman tersebut telah dapatdiminimalisasi dengan adanya penerapanteknologi penyandian informasi
(Crypthography).
Electronic data transmissiondalam transaksi elektronik (commerce)disekuritisasi dengan melakukan prosesenkripsi (dengan rumus algoritma) sehinggamenjadi cipher/locked data yang hanya bisadibaca/dibuka dengan melakukan prosesreversal yaitu proses dekripsi sebelumnyayang telah banyak diterapkan dengan adanyasistem sekuriti seperti SSL, Firewall. Perludiperhatikan bahwa, kelemahan hakiki dari
open network 
yang telah dikemukakantersebut semestinya dapat diantisipasi ataudiminimalisasi dengan adanya sistem pengamanan jaringan yang juga menggunakankriptografi terhadap data denganmenggunakan sistem pengamanan dengan
 Digital 
 
Signature
(Arianto Mukti Wibowo,1998).
 Digital Signature
selain sebagai sistemtekhnologi pengamanan berfungsi pulasabagai suatu prosedur tekhnis untuk melakukan kesepakatan dalam transaksielektronik atau standart prosedur suatu perjanjian dalam transaksi elektronik , dari proses penawaran hingga kesepakatan yang di buat para pihak (Group Riset FIKom.UI,1999: 3).

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
Devi Vilanty liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
rizqafauzi liked this
Boru Regar liked this
Hanida Hanim liked this
Annas Ma'ruf liked this
Jaya Sitompul liked this
Xalianx Rm liked this
joko_prasetiyo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->